AS Sebut Kesepakatan S-400 Turki-Rusia Masalah Keamanan Nasional

Minggu, 17 Maret 2019 - 05:47 WIB
AS Sebut Kesepakatan...
AS Sebut Kesepakatan S-400 Turki-Rusia Masalah Keamanan Nasional
A A A
WASHINGTON - Pembelian sistem pertahanan rudal S-400 Rusia oleh Turki akan menghadirkan masalah nasional bagi NATO yang tidak akan dapat menggunakan pesawat F-35 bersamaan dengan sistem pertahanan itu. Hal itu diungkapkan oleh pejabat senior Amerika Serikat (AS).

Para pejabat, yang berbicara singkat kepada sekelompok wartawan dengan syarat anonim, mengatakan pembelian sistem S-400 Turki tidak sama dengan penarikan dari NATO. Namun pembelian Ankara harus dilihat sebagai masalah keamanan nasional, bukan hanya keputusan komersial.

"Kami terus bekerja pada sejumlah opsi untuk memastikan bahwa partisipasi Turki dalam aliansi NATO dan hubungan bilateral dapat terus berlanjut dan tanpa hambatan," kata salah satu pejabat.

"Gravitasi risiko terhadap F-35 baik untuk Amerika Serikat dan sekutu NATO adalah sedemikian rupa sehingga kedua sistem tidak dapat ditempatkan bersama," imbuhnya seperti dikutip dari Channel News Asia, Minggu (17/3/2019).

Turki yang juga anggota NATO telah berulang kali mengatakan berkomitmen untuk membeli sistem pertahanan rudal Rusia, meskipun ada peringatan dari AS bahwa S-400 tidak dapat diintegrasikan ke dalam sistem pertahanan udara NATO.

Departemen Luar Negeri AS minggu lalu mengatakan Washington telah mengatakan kepada Turki bahwa jika membeli sistem S-400, AS harus menilai kembali partisipasi Ankara dalam program pesawat tempur Lockheed Martin F-35.

AS berusaha membujuk Turki untuk membeli sistem pertahanan Patriot buatannya, tetapi Presiden Turki Tayyip Erdogan mengatakan Ankara tetap berkomitmen pada kesepakatan untuk sistem pertahanan rudal darat-ke-udara Rusia.

Para pejabat senior AS mengatakan tawaran Washington untuk menjual Patriot ke Turki terus berlanjut dan kedua pihak tetap dalam negosiasi tentang hal itu.

Pemerintah Turki telah melewatkan "tenggat waktu lunak" yang ditetapkan oleh Washington untuk memutuskan apakah akan membeli sistem perisai rudal Raytheon Co. Patriot senilai USD 3,5 miliar. Penawaran resmi berakhir pada akhir bulan ini.

Pada hari Kamis, Erdogan mengulangi bahwa Ankara tidak mungkin mundur dari kesepakatan dengan Rusia.

Desakan Turki untuk membeli sistem Rusia berisiko memicu krisis diplomatik baru dengan Washington. Jika Ankara meneruskan kesepakatan Rusia, Turki juga bisa menghadapi sanksi berdasarkan undang-undang AS yang dikenal sebagai Melawan Musuh Amerika Lewat Sanksi.

Krisis diplomatik terakhir antara kedua sekutu NATO itu berkontribusi mendorong lira Turki ke rekor terendah pada bulan Agustus. Perselisihan tentang strategi di Suriah, sanksi Iran dan penahanan staf konsuler AS tetap belum terselesaikan, dan masalah pertahanan rudal mengancam untuk memperluas keretakan lagi.
(ian)
Berita Terkait
Kecil Kemungkinan Turki...
Kecil Kemungkinan Turki Jual S-400 Rusia ke AS
Menlu AS Desak Turki...
Menlu AS Desak Turki Buang S-400 Rusia
Disuruh Buang S-400...
Disuruh Buang S-400 Rusia, Ini Jawaban Turki
AS Nilai Keberadaan...
AS Nilai Keberadaan S-400 Rusia Ganggu Hubungan dengan Turki
Moskow Larang Turki...
Moskow Larang Turki Jual Sistem Rudal S-400 Rusia ke AS
AS Bersiap Sanksi Turki...
AS Bersiap Sanksi Turki Atas Pembelian S-400 Rusia
Berita Terkini
5 Fakta Iran Mampu Memecah...
5 Fakta Iran Mampu Memecah Aliansi Abadi AS dan Israel, Lebanon Jadi Alat Utamanya
10 menit yang lalu
3 Alasan PM Inggris...
3 Alasan PM Inggris Starmer Akan Mundur, Popularitasnya Terus Menurun
1 jam yang lalu
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Negara-negara Arab Bisa Bernapas Lega
2 jam yang lalu
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
4 jam yang lalu
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
6 jam yang lalu
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
6 jam yang lalu
Infografis
AS Mengakui Perang Ukraina...
AS Mengakui Perang Ukraina Adalah Perang Proksi AS dengan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved