5 Fakta Penembakan Salat Jumat di Masjid Selandia Baru

Jum'at, 15 Maret 2019 - 16:52 WIB
5 Fakta Penembakan Salat...
5 Fakta Penembakan Salat Jumat di Masjid Selandia Baru
A A A
CHRISTCHURCH - Sebanyak empat orang ditahan setelah lebih dari 40 orang tewas dan 20 lainnya luka serius dalam penembakan di dua masjid di kota Christchurch, Selandia Baru. Penembakan terjadi saat salat Jumat berlangsung siang tadi.

Polisi Selandia Baru mengatakan banyak korban jiwa berjatuhan setelah apa yang mereka gambarkan sebagai "serangkaian peristiwa tragis" di wilayah Canterbury pada hari Jumat.

Ada lima fakta yang perlu diketahui dalam kasus penembakan di dua masjid di Selandia Baru ini. Berikut rincian fakta-fakta tersebut.

1. Yang Terjadi di Christchurch


Petugas polisi pertama kali menanggapi laporan adanya penembakan di Christchurch tengah sekitar pukul 13.40 siang waktu setempat.

Dua penembakan terjadi di dua masjid secara terpisah di kota itu, yakni satu di Masjid Al-Noor di Deans Avenue dan satu lagi di Masjid Mosque, Linwood Avenue (nama masjid memang Masjid Mosque). (Baca: Pelaku Penembakan Masjid di Selandia Baru Siarkan Aksinya via Facebook )

Polisi mengatakan mereka juga menjinakkan sejumlah alat peledak improvisasi yang ditemukan di kendaraan setelah penembakan.

Semua sekolah dan gedung dewan di-lockdown dan anggota masyarakat diberitahu untuk tidak keluar rumah. Status lockdown saat ini telah dicabut.

2. Penembakan Di-Livestreaming-kan oleh Pelaku


Polisi Selandia Baru telah memperingatkan ada rekaman yang sangat mengerikan terkait dengan penembakan di Christchurch dan mendesak agar tidak dibagikan di media sosial.

Video itu hasil livestreaming di Facebook oleh pelaku penembakan bernama Brenton Tarrant, 28, pria kelahiran Australia. Dia menyiarkan langsung aksinya saat menembaki jamaah salat Jumat di dalam Masjid Al-Noor. (Baca: Penembak Masjid di Chrischurch Dinyatakan Teroris, 40 Tewas )

Pihak Facebook menyatakan telah menghapus video dan menonaktifkan akun Facebook Brenton Tarrant.

3. Para Tersangka


Tiga pria dan satu wanita dipastikan berada dalam tahanan polisi dengan status tersangka. Satu dari empat orang yang ditahan adalah Brenton Tarrant, 28, pria kelahiran Australia. Tarrant, seorang pria kulit putih mengenakan pakaian ala militer saat melepaskan tembakan di Masjid Al-Noor. (Baca: Penembak Masjid Selandia Baru: Ini untuk Memerangi Penjajah )

Perdana Menteri (PM) Selandia Baru Jacinda Ardern menyebut insiden itu sebagai serangan teroris. Dia mengatakan para tersangka memiliki pandangan ekstremis, tetapi tidak ada dalam daftar pantau polisi.

Tarrant meninggalkan manifesto anti-imigran setebal 74 halaman, tempat dia menjelaskan siapa dirinya dan alasan tindakannya.

Tarrant memang lahir di Australia. Namun, dia mengaku sebagai orang Skotlandia, Irlandia dan Inggris sebelum akhirnya pindah ke Selandia Baru untuk sementara waktu dan untuk merencanakan dan berlatih yang kemudian memutuskan untuk melakukan serangan.

"Saya telah membaca tulisan-tulisan Dylann Roof dan banyak lainnya, tetapi hanya benar-benar mengambil inspirasi sejati dari Knight Justiciar Breivik," tulis dia, mengacu pada para pelaku pembantaian massal yang dimotivasi rasisme.

Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengonfirmasi bahwa Tarrant memang warga kelahiran Australia. "Saya dapat mengonfirmasi bahwa orang yang ditahan adalah warga negara kelahiran Australia," katanya kepada wartawan di Sydney.

"Sebagai anggota keluarga dengan sepupu warga Selandia Baru, kami berduka, kami terkejut, kami marah, dan kami berdiri di sini dan mengutuk serangan yang terjadi hari ini oleh seorang teroris ekstremis, sayap kanan, dan keras," kata Morrison.

4. Para Korban


Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern telah mengonfirmasi 40 orang tewas dan 20 lainnya luka-luka serius dalam serangan hari ini. Laporan terbaru, korban tewas bertambah menjadi sekitar 49 orang. (Baca juga: Din Syamsuddin: Penembakan di Selandia Baru Bentuk Islamophobia )

Komisi Tinggi Malaysia di Selandia Baru mengatakan seorang warga negara Malaysia terluka dalam salah satu penembakan di masjid, dan saat ini menerima perawatan.

Sedangkan Kedutaan Indonesia di Wellington menyatakan dua warga Indonesia, seorang ayah dan anaknya terluka akibat penembakan di salah satu masjid.

Tim kriket Bangladesh juga tiba untuk salat Jumat ketika penembakan terjadi. Namun, semua anggota tim selamat.

5. Hari Tergelap Selandia Baru


Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern mengatakan penembakan terhadap dua masjid yang mematikan di Christchurch telah menjerumuskan negaranya ke dalam salah satu "hari tergelap".

"Jelas, apa yang terjadi di sini adalah tindakan kekerasan yang luar biasa dan belum pernah terjadi sebelumnya," kata Ardern dalam pidatonya.

"Banyak dari mereka yang akan terkena dampak langsung penembakan ini mungkin adalah migran yang ke Selandia Baru, mereka bahkan mungkin menjadi pengungsi di sini," kata Ardern. (Baca juga: Salat Jumat di Masjid Selandia Baru Ditembaki )

"Mereka telah memilih untuk menjadikan Selandia Baru sebagai rumah mereka, dan itu adalah rumah mereka. Mereka adalah kita. Orang yang telah melanggengkan kekerasan terhadap kita ini bukan (kita)," paparnya, dikutip Telegraph. "Mereka seharusnya berada di lingkungan yang aman."
(mas)
Berita Terkait
Tsunami Matahari Spektakuler...
'Tsunami Matahari' Spektakuler Terangi Langit Selandia Baru
Jika Ada Selandia Baru,...
Jika Ada Selandia Baru, Apakah Ada Selandia Lama?
Singapura Minta Australia...
Singapura Minta Australia dan Selandia Baru Longgarkan Pembatasan untuk ASEAN
PM Ardern: Kapal Selam...
PM Ardern: Kapal Selam Nuklir Australia Dilarang Masuki Perairan Selandia Baru
Pengurus KAHMI AUNZ...
Pengurus KAHMI AUNZ Dilantik, Ini Pesan Penting Para Tokoh Nasional yang Hadir
Selandia Baru Buka Perbatasan...
Selandia Baru Buka Perbatasan dengan Australia Tahun Depan
Berita Terkini
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
5 jam yang lalu
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
6 jam yang lalu
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
7 jam yang lalu
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
8 jam yang lalu
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
9 jam yang lalu
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
10 jam yang lalu
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved