Parlemen Inggris Minta Perpanjangan Waktu Brexit

Jum'at, 15 Maret 2019 - 03:17 WIB
Parlemen Inggris Minta...
Parlemen Inggris Minta Perpanjangan Waktu Brexit
A A A
LONDON - Anggota parlemen Inggris memilih untuk meminta perpanjangan batas waktu Brexit. Keputusan itu diambil lewat serangkaian pemungutan suara yang dramatis.

Sebanyak 412 anggota parlemen Inggris memilih resolusi tersebut, berbanding 202. Resolusi ini mengarahkan Perdana Menteri Inggris Theresa May untuk meminta kepada pemimpin Uni Eropa waktu lebih banyak untuk memecahkan masalah yang telah menjadi kekacauan politik berkepanjangan.

May membutuhkan dukungan dari 27 anggota parlemen untuk menyetujui perpanjang batas waktu hingga 29 Maret seperti dikutip dari NBC News, Jumat (15/3/2019).

Anggota parlemen Inggris secara sempit juga memberikan suara menentang sebuah amandemen yang secara efektif akan memungkinkan anggota parlemen mengendalikan proses Brexit untuk mencoba menemukan alternatif dari kesepakatan May.

Anggota parlemen juga menolak amandemen yang membuka jalan untuk referendum kedua - setidaknya untuk saat ini - dengan 334 suara melawan 85.

Namun, banyak yang mendukung referendum kedua abstain karena mereka tahu akan kalah, dan mereka yakin akan mendapatkan peluang yang lebih baik dalam waktu dekat.

Presiden Dewan Eropa, Donald Tusk mengatakan ia telah mengimbau negara-negara Eropa untuk terbuka pada perpanjangan waktu yang panjang jika perlu.

Inggris memilih untuk meninggalkan Uni Eropa dalam referendum Juni 2016, tetapi politisi belum bisa menyepakati bagaimana proses yang kompleks harus bekerja.

Kecuali jika ada semacam intervensi, Inggris akan keluar dari Uni Eropa pada 29 Maret dengan atau tanpa kesepakatan. Skenario yang terakhir - dijuluki "no-deal Brexit" - menurut sebagian besar ahli dan kritikus, akan menjadi tindakan merugikan diri sendiri secara ekonomi.

Jadi pada jam ke-11, dengan sisa waktu dua minggu, anggota parlemen Inggris berusaha keras untuk mencegah apa yang dilihat banyak orang sebagai bencana yang mengancam.

May sebelumnya telah membuat kesepakatan dengan Uni Eropa, tetapi telah ditolak dua kali oleh Parlemen.

Dengan "no-deal Brexit" meningkat sebagai posisi default, anggota parlemen pada hari Kamis menginstruksikan May untuk kembali ke pejabat Uni Eropa dan berusaha mendapatkan perpanjangan pada tenggat waktu guna memberi mereka lebih banyak waktu untuk menyelesaikan masalah.

May kemungkinan besar akan melakukan upaya ketiga untuk mendorong kesepakatan yang tidak populer pada minggu depan, di hadapan apa yang tampaknya menjadi krisis Uni Eropa. KTT dijadwalkan untuk Kamis dan Jumat.
(ian)
Berita Terkait
Langgar Kesepakatan...
Langgar Kesepakatan Brexit, UE Seret Inggris ke Jalur Hukum
Inggris Pisah dari UE,...
Inggris Pisah dari UE, Antara Optimisme dan Pesimisme
PM Inggris Bantah Berupaya...
PM Inggris Bantah Berupaya Batalkan Kesepakatan Brexit
Perdana Menteri Inggris...
Perdana Menteri Inggris Lupa Brexit Sudah Terjadi
PM Johnson: Inggris...
PM Johnson: Inggris Memilih Brexit Bukan Karena Tekanan Rusia
3 Alasan Rakyat Inggris...
3 Alasan Rakyat Inggris Menyesal dengan Brexit
Berita Terkini
Sinifikasi Agama di...
Sinifikasi Agama di China Menguat, Gereja Katolik Patriotik Jadi Sorotan
13 menit yang lalu
AS Batal Kirim Rudal...
AS Batal Kirim Rudal Tomahawk ke Jerman Diduga Khawatir dengan Pembalasan Rusia
43 menit yang lalu
Pemimpin Hizbullah Kecam...
Pemimpin Hizbullah Kecam Negosiasi Lebanon-Israel, Dianggap Tidak Tahu Malu
9 jam yang lalu
Jerman Gagal Peroleh...
Jerman Gagal Peroleh Kursi di Dewan Keamanan PBB untuk Pertama Kali
10 jam yang lalu
Lebih dari 9.500 Orang...
Lebih dari 9.500 Orang Hilang di Gaza sejak Awal Perang
11 jam yang lalu
Raja Langit Sesungguhnya:...
Raja Langit Sesungguhnya: 5 Helikopter Tempur Paling Mematikan Berdasarkan Rekam Jejak Perang
12 jam yang lalu
Infografis
4.155 Peserta Lolos...
4.155 Peserta Lolos PPPK Paruh Waktu Kemenag, Ini Langkah Selanjutnya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved