WNI yang Tewas Dalam Kecelakaan Ethiopian Airlines Pegawai PBB

Senin, 11 Maret 2019 - 22:53 WIB
WNI yang Tewas Dalam...
WNI yang Tewas Dalam Kecelakaan Ethiopian Airlines Pegawai PBB
A A A
ROMA - Warga negara Indonesia (WNI) yang tewas dalam kecelakaan Ethiopian Airlines diketahui adalah seorang pekerja PBB. WNI, yang diketahui bernama Harina Hafitz adalah pekerja di Badan Pangan Dunia atau WFP.

Direktur Eksekutif WFP, David Beasley dalam sebuah pernyataan mengungkapkan belasungkawa kepada seluruh keluarga staff WFP yang menjadi korban dalam kecelakaan yang terjadi kemarin tersebut.

"Tidak diragukan lagi ini adalah hari tersedih yang saya miliki sebagai Direktur Eksekutif Anda. Kita semua berduka bagi mereka yang meninggal dalam tragedi Ethiopian Airlines, Ekta Adhikari dari Nepal, yang bertugas di Addis Ababa. Maria Pilar Buzzetti dari Italia, stasiun tugas Roma. Virginia Chimenti dari Italia, stasiun tugas Roma. Harina Hafitz dari Indonesia, stasiun tugas Roma, Zhen-Zhen Huang dari Cina, stasiun tugas Roma, Michael Ryan dari Irlandia, stasiun tugas Roma, Djordje Vdovic dari Serbia, stasiun tugas Bangkok," kata Beasley.

"Semua keluarga mereka telah dihubungi dan menawarkan dukungan dan konseling, dan kami akan melakukan semua yang dimungkinkan secara manusiawi untuk membantu mereka. Kami juga akan memiliki penasihat tersedia besok di markas besar Roma dan di Addis Ababa untuk membantu rekan saat mereka berkabung. Saya akan pergi ke Addis Ababa malam ini untuk bersama mereka," sambungnya, seperti dikutip Sindonews dari laman resmi WFP pada Senin (11/3).

Dia lalu menuturkan, Sekertaris Jenderal PBB, Antonio Guterres telah menghubunginya untuk menyatakan solidaritas dan dukungannya kepada keluarga WFP. Ucapan belasungkawa juga menurut Beasley juga datang dari Wakil Sekretaris Jenderal PBB, Amina Mohammed, Direktur Eksekutif UNICEF, Henrietta Fore dan Komisaris Tinggi UNHCR, Filippo Grandi

"Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada mereka dan semua yang lain di seluruh dunia atas ungkapan belasungkawa mereka. Ketika kita berduka, mari kita renungkan bahwa kolega kita bersedia melakukan perjalanan dan bekerja jauh dari rumah mereka dan orang-orang terkasih untuk membantu menjadikan dunia tempat yang lebih baik untuk hidup. Itulah panggilan mereka, seperti halnya untuk keluarga WFP lainnya," ungkapnya.
(esn)
Berita Terkait
Tetap Bangga, Suporter...
Tetap Bangga, Suporter Lantunkan Nyanyian Terima Kasih untuk Timnas Indonesia U-23
Viral ! Suporter Timnas...
Viral ! Suporter Timnas Indonesia U-23 Salat Berjamaah Sebelum Lawan Australia
Indonesia jadi Tuan...
Indonesia jadi Tuan Rumah Forum Indonesia-Afrika
Omicron Masuk Indonesia,...
Omicron Masuk Indonesia, Ini Kata Epidemiolog Universitas Indonesia
Jokowi Janji ke Timnas...
Jokowi Janji ke Timnas RI untuk Buatkan Training Center
Lezatnya Aneka Kuliner...
Lezatnya Aneka Kuliner Jawa di Event Warisan Budaya Indonesia
Berita Terkini
5 Negara yang Mampu...
5 Negara yang Mampu Membuat Jet Tempur Sendiri, Ada yang Produksinya Mencapai Ratusan Unit per Tahun
1 jam yang lalu
Rudal Iran Guncang Israel,...
Rudal Iran Guncang Israel, Trump: Netanyahu Tak Boleh Balas Dendam
1 jam yang lalu
IRGC Serang 3 Pangkalan...
IRGC Serang 3 Pangkalan Militer Zionis, Israel Gempur 5 Kota Iran
1 jam yang lalu
AS Hendak Beli Kepulauan...
AS Hendak Beli Kepulauan Chagos, Ini Tujuannya
2 jam yang lalu
Iran Luncurkan Gelombang...
Iran Luncurkan Gelombang Kedua Serangan Rudal, Jenderal Tertinggi Israel Sembunyi di Bunker
3 jam yang lalu
Tak Hanya Iran, Houthi...
Tak Hanya Iran, Houthi Yaman Juga Tembakkan Rudal ke Israel
4 jam yang lalu
Infografis
5 Presiden Indonesia...
5 Presiden Indonesia yang Paling Sering Reshuffle Kabinet
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved