Kim Jong-un Rencanakan Tes Rudal Baru, Trump Sangat Kecewa

Senin, 11 Maret 2019 - 11:23 WIB
Kim Jong-un Rencanakan...
Kim Jong-un Rencanakan Tes Rudal Baru, Trump Sangat Kecewa
A A A
WASHINGTON - Penasihat Keamanan Nasional Amerika Serikat (AS) John Bolton mengatakan Presiden Donald Trump sangat kecewa jika diktator Korea Utara (Korut) Kim Jong-un memutuskan untuk melakukan uji coba rudal baru. Bolton mengatakan sejatinya sudah ada kemajuan yang dibuat oleh tawaran Washington untuk Pyongyang.

Bolton tidak menyebut tes rudal apa yang direncanakan rezim Pyongyang. Dia justru menunjuk pembicaraan tingkat tinggi yang terjadi baru-baru ini di Vietnam antara Trump dan Kim Jong-un sebagai tanda kemajuan dalam mengurangi ketegangan dan memulihkan stabilitas di bagian wilayah Asia, meskipun pembicaraan itu mengalami kegagalan.

"Seperti yang dikatakan presiden, dia akan sangat kecewa jika Kim Jong-un melanjutkan dan melakukan sesuatu seperti itu," kata Bolton dalam program "This Week" ABC News, mengacu pada laporan tentang rencana rezim Pyongyang untuk menguji coba rudal barunya.

Trump selama ini terus membujuk Kim Jong-un dia harus melakukan denuklirisasi lengkap. Laporan soal rencana rezim Kim Jong-un untuk menguji coba rudal baru itu berasal dari citra satelit komersial yang mengatakan Korea Utara sedang "bergerak" terkait aktivitas program rudalnya.

Bolton enggan membahas laporan citra satelit itu dengan mengatakan bahwa dia lebih suka untuk tidak membahasnya secara spesifik.

Namun, dia mengatakan bahwa pemerintah AS memantau Korea Utara terus-menerus. "Dan itu, tidak ada dalam permainan proliferasi yang mengejutkan saya lagi," ujarnya, yang dilansir Senin (11/3/2019).

Komentar Bolton muncul hanya beberapa hari setelah Trump sendiri mengatakan bahwa dia "sedikit kecewa" dengan laporan aktivitas baru di pusat penelitian rudal dan situs roket jarak jauh Korea Utara.

Militer Korea Selatan mengatakan pihaknya secara hati-hati memonitor fasilitas nuklir dan rudal Korea Utara setelah agen mata-mata negara itu mengatakan kepada anggota parlemen bahwa aktivitas baru terdeteksi di sebuah pusat penelitian di mana Korea Utara diyakini membangun rudal jarak jauh yang menargetkan daratan AS.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Korea Selatan Choi Hyun-soo mengatakan militer AS dan Korea Selatan berbagi data intelijen atas perkembangan di pusat penelitian rudal Korea Utara di Sanumdong di pinggiran Pyongyang, dan di lokasi roket jarak jauh yang terpisah. Dia tidak merinci apa perkembangan yang dimaksud tersebut.

Ditanya apakah dia kecewa dengan kegiatan baru Korea Utara, Trump mengatakan kepada wartawan di Gedung Putih bahwa dia "sedikit kecewa". Dia kemudian mengatakan bahwa waktu akan menentukan masa depan upaya AS untuk membuat pemimpin Korea Utara Kim Jong-un menyerah dari ambisi program senjata nuklirnya ketika sanksi telah menghambat pertumbuhan ekonomi negara komunis tersebut.

"Kami akan memberi tahu Anda dalam waktu sekitar satu tahun," kata Trump kepada para wartawan.

Trump mengaku menyukai pembicaraan langsung dengan Kim Jong-un, tetapi tahap negosiasi berikutnya kemungkinan akan dilakukan di tingkat yang lebih rendah. Utusan Trump untuk Korea Utara, Steve Biegun, telah makan siang pada Rabu di Departemen Luar Negeri dengan rekan-rekannya dari Jepang dan Korea Selatan.

Korea Selatan telah mengusulkan perundingan tiga arah semi-resmi dengan Amerika Serikat dan Korea Utara saat mereka berupaya mengembalikan diplomasi nuklir ke jalurnya.
(mas)
Berita Terkait
Disaksikan Kim Jong...
Disaksikan Kim Jong Un, Begini Dahsyatnya Kekuatan Artileri Militer Korea Utara
Donald Trump Angkat...
Donald Trump Angkat Bicara Soal Kondisi Kim Jong-un
Adik Kim Jong-un: AS...
Adik Kim Jong-un: AS Harus Akui Korea Utara sebagai Negara Nuklir
Korea Utara Tembakkan...
Korea Utara Tembakkan Beberapa Rudal Balistik Jelang Pilpres AS 2024
Trump Bantah Laporan...
Trump Bantah Laporan yang Menyebut Kim Jong Un Sakit Parah
Dipantau Kim Jong-un,...
Dipantau Kim Jong-un, Korea Utara Simulasikan Serangan Balik Nuklir
Berita Terkini
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
57 menit yang lalu
Serangan AS ke Iran...
Serangan AS ke Iran Tak Punya Strategi, Apakah Trump Sudah Putus Asa?
1 jam yang lalu
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
3 jam yang lalu
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
4 jam yang lalu
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
5 jam yang lalu
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
6 jam yang lalu
Infografis
Korut Gelar Latihan...
Korut Gelar Latihan Serangan Balik Nuklir Dipantau Kim Jong-un
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved