Adik Kim Jong-un: AS Harus Akui Korea Utara sebagai Negara Nuklir

Selasa, 29 Juli 2025 - 17:05 WIB
loading...
Adik Kim Jong-un: AS...
Kim Yo-jong, adik perempuan Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un. Foto/nk news
A A A
PYONGYANG - Amerika Serikat (AS) harus mengakui Korea Utara (Korut) telah menjadi negara bersenjata nuklir secara permanen, ujar Kim Yo-jong, adik perempuan Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un dan pejabat tinggi di Partai Buruh Korea. Kim Yo-jong merupakan pengkritik keras AS.

Ia juga memperingatkan hubungan pribadi antara saudara laki-lakinya dan Presiden AS Donald Trump tidak boleh digunakan untuk memaksa Pyongyang melakukan denuklirisasi.

Dalam pernyataan yang diterbitkan Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) milik pemerintah pada hari Selasa (29/7/2025), Kim Yo-jong, yang merupakan wakil direktur departemen Komite Sentral partai, memperingatkan, “Setiap dialog di masa mendatang harus didasarkan pada pengakuan atas posisi DPRK yang tidak dapat diubah sebagai negara bersenjata nuklir."

Prasyarat lainnya adalah pemahaman bahwa kemampuan dan lingkungan geopolitik Pyongyang "telah berubah secara radikal" dibandingkan dengan masa jabatan pertama Trump, yang menyaksikan diplomasi bersejarah AS-Korea Utara, tambahnya.

“Segala upaya untuk menyangkal kenyataan ini akan ditolak mentah-mentah dan Korea Utara terbuka terhadap opsi apa pun dalam mempertahankan posisi nasionalnya saat ini," tegas Kim."

Ia mengakui, "Sama sekali tidak menguntungkan satu sama lain karena kedua negara memiliki senjata nuklir untuk bergerak ke arah yang konfrontatif."

Meskipun mengakui "hubungan pribadi antara kepala negara kita dan presiden AS saat ini tidaklah buruk," Kim memperingatkan, "Jika hubungan pribadi antara para pemimpin tinggi DPRK dan AS bertujuan untuk denuklirisasi, hal itu dapat diartikan sebagai ejekan terhadap pihak lain."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Rp5.312 Triliun, tapi Trump Ragu
Zionis Israel Ratapi...
Zionis Israel Ratapi Kesepakatan Damai AS-Iran: Kami Ditinggalkan Sendirian!
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh Tewaskan 8 Awak, Harganya Rp1,5 Triliun
Ini Alasan Trump Puji...
Ini Alasan Trump Puji Putin dan Xi Jinping atas Kesepakatan Damai AS-Iran
AS dan Iran Sepakat...
AS dan Iran Sepakat Damai, Netanyahu Jadi Sasaran Kemarahan Warga Israel
Larangan Perangkat Lunak...
Larangan Perangkat Lunak AS Bikin Susah Banyak Produsen Mobil
Laporan Media: UEA Cairkan...
Laporan Media: UEA Cairkan Miliaran Dolar untuk Iran agar Tak Jadi Sasaran Serangan
Profil Cape Verde, Negara...
Profil Cape Verde, Negara Berpenduduk 550.000 Jiwa yang Bikin Repot Juara Piala Dunia 2010
Rekomendasi
4 Upaya Penyelundupan...
4 Upaya Penyelundupan Narkoba ke Lapas dan Rutan Salemba Digagalkan, Disembunyikan di Organ Intim hingga Botol Obat
Mengapa iPhone 11 Masih...
Mengapa iPhone 11 Masih Didukung iOS 27? Ini Jawabannya
Pengamat: Pemberantasan...
Pengamat: Pemberantasan Korupsi Tak Maksimal jika Hanya Berfokus pada Pelaku
Berita Terkini
7 Fakta Unik Cape Verde,...
7 Fakta Unik Cape Verde, Negara Kecil yang Bikin Spanyol Frustrasi di Piala Dunia 2026
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Siapa Pihak yang Berpotensi...
Siapa Pihak yang Berpotensi Menggagalkan Kesepakatan Perdamaian Iran dan AS?
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Momen Terakhir Wanita...
Momen Terakhir Wanita Tewas dalam Bungee Jumping 39 Meter: 'Bernapas Terengah-engah'
Infografis
Kim Jong-un Perintahkan...
Kim Jong-un Perintahkan Angkatan Laut Korut Dipersenjatai Nuklir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved