Tolak Ultimatum AS, Erdogan Bersikukuh Beli S-400 Rusia

Minggu, 10 Maret 2019 - 11:18 WIB
Tolak Ultimatum AS,...
Tolak Ultimatum AS, Erdogan Bersikukuh Beli S-400 Rusia
A A A
ANKARA - Presiden Turki, Recep Tayyep Erdogan, menolak ultimatum Pentagon atas pembelian sistem pertahanan udara S-400 Rusia. Ia menyatakan pengiriman sistem pertahanan rudal canggih buatan Rusia itu akan tetap berjalan sesuai rencana.

Sebelumnya, seorang juru bicara Pentagon memperingatkan Ankara bahwa jika rencana pengiriman sistem pertahanan udara S-400 Rusia berlanjut, akan ada "konsekuensi besar" terhadap hubungan pertahanan antara Washington dan Ankara.

"S-400 yang kami beli tidak terhubung dengan keamanan NATO, Amerika Serikat, atau F-35 dengan cara apa pun," tegas Erdogan seperti disitir dari Sputnik, Minggu (10/3/2019).

"Alasan kami membeli sistem ini sudah jelas," tambah presiden, menekankan bahwa Ankara tidak menyembunyikan apa pun terkait dengan penggunaan S-400 Rusia.

Erdogan menyatakan harapannya bahwa masalah dalam hubungan antara Turki dan AS atas pembelian sistem pertahanan udara Rusia oleh Ankara dapat diselesaikan dengan cara yang sama seperti pada masalah lainnya.

Pernyataan Erdogan menanggapi komentar juru bicara Departemen Pertahanan AS Charlie Summers bahwa akan ada konsekuensi yang serius dalam hal hubungan militer AS-Turki, dan Patriot serta F-35 jika Ankara melanjutkan pembelian S-400-an.

"Mereka tidak akan mendapatkan F-35 jika mereka mengambil S-400," kata Summers.

Baca juga: Lagi, AS Ancam Turki Jika Nekat Beli S-400 Rusia

Minggu ini, seorang jenderal senior Pentagon mendesak anggota parlemen dari Komite Angkatan Bersenjata Senat AS untuk memblokir pengiriman jet F-35 ke Ankara jika tidak membatalkan pembelian S-400. Ia juga memperingatkan bahwa sistem pertahanan Rusia menghadirkan masalah untuk semua pesawat AS, khususnya F-35.

Pekan lalu, media AS melaporkan bahwa Turki telah menolak tawaran US senilai USD3,5 miliar untuk membeli sistem pertahanan udara Patriot PAC-3 sebagai pengganti S-400.

Baca juga: Keukeuh Pilih S-400 Rusia, Turki Tolak Penawaran Rudal Patriot AS

Rusia dan Turki menandatangani kontrak USD2,5 miliar pada empat batalyon S-400 pada akhir 2017. Turki akan menjadi negara keempat yang memiliki sistem pertahanan ini setelah Rusia sendiri, Belarus, dan China ketika pengiriman dimulai pada Oktober.

Dirancang untuk menghentikan pesawat udara musuh, drone, rudal jelajah dan balistik, S-400 adalah sistem pertahanan udara paling canggih di gudang senjata Rusia.
(ian)
Berita Terkait
Kecil Kemungkinan Turki...
Kecil Kemungkinan Turki Jual S-400 Rusia ke AS
Menlu AS Desak Turki...
Menlu AS Desak Turki Buang S-400 Rusia
Disuruh Buang S-400...
Disuruh Buang S-400 Rusia, Ini Jawaban Turki
AS Nilai Keberadaan...
AS Nilai Keberadaan S-400 Rusia Ganggu Hubungan dengan Turki
Moskow Larang Turki...
Moskow Larang Turki Jual Sistem Rudal S-400 Rusia ke AS
AS Bersiap Sanksi Turki...
AS Bersiap Sanksi Turki Atas Pembelian S-400 Rusia
Berita Terkini
Hacker Pro-Palestina...
Hacker Pro-Palestina Janji Lancarkan Serangan Siber Paling Dahsyat ke Israel
18 menit yang lalu
Tak Ingin Kerusakan...
Tak Ingin Kerusakan Akibat Serangan Iran Diketahui Dunia, Israel Berlakukan Sensor Militer
1 jam yang lalu
Eropa Memanas! Jet tempur...
Eropa Memanas! Jet tempur Prancis Tembak Jatuh Drone Rusia di Latvia
2 jam yang lalu
Gempa Guncang Filipina,...
Gempa Guncang Filipina, 15 Orang Tewas
3 jam yang lalu
Hubungan China dan Korut...
Hubungan China dan Korut Masuki Tahap Awal yang Baru
3 jam yang lalu
5 Negara yang Mampu...
5 Negara yang Mampu Membuat Jet Tempur Sendiri, Ada yang Produksinya Mencapai Ratusan Unit per Tahun
5 jam yang lalu
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved