Guaido Desak Eropa Jatuhkan Lebih Banyak Sanksi pada Venezuela
Kamis, 07 Maret 2019 - 19:51 WIB
Guaido Desak Eropa Jatuhkan Lebih Banyak Sanksi pada Venezuela
A
A
A
CARACAS - Pemimpin oposisi Venezuela, Juan Guaido mendesak Eropa untuk memperketat sanksi keuangan terhadap pemerintah Nicolas Maduro. Desakan ini datang setelah Caracas mengusir Duta Besar Jerman untuk Venezuela, Daniel Kriener.
Berbicara saat melakukan wawancara dengan media Jerman, Der Spiegel, Guadio menuturkan bahwa pengusiran Kriener adalah bentuk penghinaan terhadap Berlin. Guaido kemudian menyebut, untuk merespon penghinaan itu, Jerman dan negara Eropa lainnya harus menjatuhkan sanksi baru kepada Venezuela.
"Tindakan ini merupakan ancaman terhadap Jerman," kata Guaido dalam wawancara tersebut, seperti dilansir Al Jazeera pada Kamis (7/3).
"Saya berharap Eropa bereaksi tajam terhadap ancaman serius terhadap seorang Duta Besar ini. Di atas semua itu, mereka harus memperketat sanksi keuangan terhadap rezim," sambungnya.
Sebelumnya diwartakan, pemerintah Venezuela telah mendeklarasikan Kriener persona non grata dan memerintahkannya untuk meninggalkan negara itu dalam waktu 48 jam. Keputusan itu diumumkan di Twitter oleh menteri luar negeri Venezuela, Jorge Arreaza.
Arreaza mengatakan, keputusan itu didasarkan pada tindakan campur tangan Daniel Kriener yang berulang-ulang dalam urusan internal negara Amerika Latin itu.
Dalam sebuah pernyataan, pemerintahan Maduro menuduh Kriener dan pemerintah Jerman - yang termasuk di antara mereka yang mengakui Guaido sebagai pemimpin sah Venezuela bulan lalu - mencampuri urusan dan melanggar hukum dalam urusan Venezuela.
Berbicara saat melakukan wawancara dengan media Jerman, Der Spiegel, Guadio menuturkan bahwa pengusiran Kriener adalah bentuk penghinaan terhadap Berlin. Guaido kemudian menyebut, untuk merespon penghinaan itu, Jerman dan negara Eropa lainnya harus menjatuhkan sanksi baru kepada Venezuela.
"Tindakan ini merupakan ancaman terhadap Jerman," kata Guaido dalam wawancara tersebut, seperti dilansir Al Jazeera pada Kamis (7/3).
"Saya berharap Eropa bereaksi tajam terhadap ancaman serius terhadap seorang Duta Besar ini. Di atas semua itu, mereka harus memperketat sanksi keuangan terhadap rezim," sambungnya.
Sebelumnya diwartakan, pemerintah Venezuela telah mendeklarasikan Kriener persona non grata dan memerintahkannya untuk meninggalkan negara itu dalam waktu 48 jam. Keputusan itu diumumkan di Twitter oleh menteri luar negeri Venezuela, Jorge Arreaza.
Arreaza mengatakan, keputusan itu didasarkan pada tindakan campur tangan Daniel Kriener yang berulang-ulang dalam urusan internal negara Amerika Latin itu.
Dalam sebuah pernyataan, pemerintahan Maduro menuduh Kriener dan pemerintah Jerman - yang termasuk di antara mereka yang mengakui Guaido sebagai pemimpin sah Venezuela bulan lalu - mencampuri urusan dan melanggar hukum dalam urusan Venezuela.
(esn)