Seorang Mantan Bintang Porno Jadi Caleg Partai Anti-Pornografi

Minggu, 17 Februari 2019 - 00:16 WIB
Seorang Mantan Bintang...
Seorang Mantan Bintang Porno Jadi Caleg Partai Anti-Pornografi
A A A
ZURICH - Seorang mantan bintang film dewasa menjadi calon anggota legislatif (caleg) di Swiss. Ironisnya, dia maju dari Partai Nasionalis Swiss (PNOS) yang sangat menentang pornografi.

Jasmin Maeder, 29, pernah jadi bintang film dewasa berperingkat X. Perempuan seksi itu mengumumkan bahwa ia mencalonkan diri sebagai anggota Dewan Nasional Federal Swiss untuk Majelis Rendah kanton Zurich.

Maeder berdalih, masa lalunya "tidak relevan" dengan karier politiknya. Menurutnya, dia hanya mencalonkan diri untuk jabatan yang akan mengubah sesuatu di Swiss.

PNOS dikenal sebagai partai kontroversial. Selain sangat menentang pornografi, partai sayap kanan itu digambarkan media setempat sebagai "neo-Nazi". Polisi Federal Swiss bahkan mengklasifikasikan partai itu sebagai ekstremis.

"Terserah pada Anda untuk mengubah sesuatu. Anda tahu pendapat dan sikap saya...saya mengandalkan dukungan Anda ”, tulis dia di Facebook.

Maeder, yang diangkat sebagai ketua partai di Zurich pada musim semi 2017, pernah mengambil bagian dalam enam film berperingkat X ketika ia baru berusia 18 tahun dengan nama lain atau alias "Cleopatra".

Mantan bintang porno itu mengakui bahwa dia naif ketika dia setuju untuk tampil dalam film dewasa seperti "Perverse Games with Teeny Cleopatra", dan mengatakan bahwa dia tidak punya masalah untuk mewakili partai meskipun partai itu bersikap anti-pornografi.

Maeder yakin bahwa masa lalunya tidak akan membingungkan para pemilih karena pada akhirnya hampir semua orang dewasa mengonsumsi pornografi. Sadar bahwa PNOS menganggap serius masalah pornografi, Maeder memberi tahu presiden partai, Dominic Lüthard, tentang masa lalunya yang kontroversial.

"Kami sudah memperhitungkan bahwa film-film itu cepat atau lambat akan menemukan jalan untuk publik," kata Lüthard, dikutip Sputnik, Sabtu (16/1/2019).

PNOS didirikan pada tahun 2000 dan sejauh ini tidak memiliki wakil di parlemen kanton atau daerah di Swiss.
(mas)
Berita Terkait
Swiss Usulkan Denda...
Swiss Usulkan Denda Rp15 Juta Bagi Pelanggar Larangan Burqa
Hasil Serbia vs Swiss:...
Hasil Serbia vs Swiss: 4 Gol Tercipta di Babak Pertama!
Peneliti Swiss Temukan...
Peneliti Swiss Temukan Konsentrasi Kecil Covid-19 di Air Limbah
Ada Masalah Teknis,...
Ada Masalah Teknis, Pesawat Menlu Swiss Mendarat di Moskow
Perempuan Penjaga Bonbin...
Perempuan Penjaga Bonbin Swiss Tewas Diterkam Harimau Siberia
Kehebatan Jet Tempur...
Kehebatan Jet Tempur F/A-18 Hornet, Bisa Mendarat di Jalan Raya
Berita Terkini
4 Prasyarat Iran untuk...
4 Prasyarat Iran untuk Negosiasi di Swiss, Dapat Dana Segar Rp106 Triliun
1 jam yang lalu
5 Fakta Iran Mampu Memecah...
5 Fakta Iran Mampu Memecah Aliansi Abadi AS dan Israel, Lebanon Jadi Alat Utamanya
3 jam yang lalu
3 Alasan PM Inggris...
3 Alasan PM Inggris Starmer Akan Mundur, Popularitasnya Terus Menurun
5 jam yang lalu
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Negara-negara Arab Bisa Bernapas Lega
5 jam yang lalu
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
8 jam yang lalu
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
9 jam yang lalu
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved