Turki Kutuk Perlakuan China terhadap Muslim Uighur

Minggu, 10 Februari 2019 - 05:40 WIB
Turki Kutuk Perlakuan...
Turki Kutuk Perlakuan China terhadap Muslim Uighur
A A A
ANKARA - Pemerintah Turki mengutuk perlakuan China terhadap etnis Muslim Uighur yang oleh Ankara dianggap sebagai tindakan memalukan bagi umat manusia. Ankara juga mendesak China untuk menutup "kamp-kamp konsentrasi", tempat lebih dari 1 juta warga Uighur ditahan.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Turki Hami Aksoy mengatakan bukan lagi rahasia bahwa China secara sewenang-wenang dengan menahan lebih dari satu juta warga Uighur di kamp-kamp yang jadi sorotan masyarakat internasional tersebut.

Dia mengatakan populasi Muslim Turki menghadapi tekanan dan "asimilasi sistematis" di China barat.

"Bukan rahasia lagi bahwa lebih dari 1 juta orang Turki Uighur, yang terkena penangkapan sewenang-wenang, menjadi sasaran penyiksaan dan pencucian otak politik di pusat-pusat konsentrasi dan penjara," kata Aksoy.

"Kami mendesak pihak berwenang China untuk menghormati hak asasi manusia fundamental Turki Uighur dan menutup kamp konsentrasi," katanya.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pernah menuduh China melakukan genosida, tetapi sejak itu menjalin hubungan diplomatik dan ekonomi yang lebih dekat dengan Beijing.

Wilayah Xinjiang China adalah rumah bagi sekitar 10 juta warga Uighur. Kelompok Muslim Turki, yang berjumlah sekitar 45 persen dari populasi Xinjiang, telah lama menuduh pemerintah China melakukan diskriminasi budaya, agama dan ekonomi.

Mengutip Al Jazeera, Minggu (10/2/2019), mempraktikkan Islam dilarang di beberapa wilayah China, termasuk salat, puasa, menumbuhkan janggut dan mengenakan jilbab bagi wanita Muslim. Mereka yang melanggar larangan itu menghadapi ancaman penangkapan.

Pada Agustus tahun lalu, panel ahli PBB mengatakan mereka telah menerima laporan yang kredibel bahwa lebih dari 1 juta warga Uighur dan minoritas berbahasa Turki lainnya ditahan di tempat yang disebut "kamp pendidikan ulang", di mana mereka dipaksa meninggalkan Islam.

China Membantah


Beijing membantah bahwa para warga Uighur ditahan atas kehendak pemerintah China. Menurut pemerintah, situs yang disebut-sebut sebagai "kam-kamp konsentrasi" itu adalah fasilitas pelatihan kejuruan sukarela yang dirancang untuk memberikan pelatihan kerja dan untuk menghilangkan kecenderungan warga menjadi ekstremis.

China telah mengintensifkan tindakan keras keamanan terhadap warga Uighur yang diberlakukan setelah kerusuhan berdarah 2009. Banyak orang Uighur telah melarikan diri, mayoritas pergi ke Turki.

Bulan lalu, China meloloskan undang-undang untuk "mendikte" Islam dan menjadikannya cocok dengan sosialisme dalam lima tahun ke depan. Tetapi sebagian besar negara mayoritas Muslim belum vokal tentang masalah ini, di mana negara-negara tersebut tidak mengkritik pemerintah China yang merupakan mitra dagang penting.
(mas)
Berita Terkait
Vaksin Sinovac China...
Vaksin Sinovac China Tiba di Turki
Turki Kenakan Pajak...
Turki Kenakan Pajak Tinggi untuk Mobil Listrik Buatan China
Deretan Negara dalam...
Deretan Negara dalam Satu Koalisi yang Tidak Akur, Terjebak dalam Perang Mematikan
Turki Berunding dengan...
Turki Berunding dengan Jerman, China, dan Rusia untuk Tes Vaksin
Turki Ingin Gabung BRICS,...
Turki Ingin Gabung BRICS, Rusia Menyambut Baik
Erdogan Ungkap Tujuan...
Erdogan Ungkap Tujuan Terbaru Turki Gabung Blok Terbesar di Dunia
Berita Terkini
Khalil al-Hayya Jadi...
Khalil al-Hayya Jadi Pemimpin Hamas, Perjuangan Gaza Makin Konfrontatif atau Pragmatis?
17 menit yang lalu
Profil Sheikh Miqdad,...
Profil Sheikh Miqdad, Ulama Palestina yang Ditangkap Pasukan Indonesia dan Dikhawatirkan Diserahkan ke Israel
1 jam yang lalu
4 Fakta Film Odyssey...
4 Fakta Film Odyssey yang Picu Ketegangan, dari Isu Kulit Hitam hingga Transgender
1 jam yang lalu
Langka, Kapal Perang...
Langka, Kapal Perang China Latihan Tembak di Dalam ZEE Jepang
2 jam yang lalu
Militer AS Tutupi Jumlah...
Militer AS Tutupi Jumlah Korban Luka dan Tewas, Malu karena Kalah Perang Iran?
2 jam yang lalu
China Perluas Pengaruh...
China Perluas Pengaruh di Kirgizstan, Warga Khawatir soal Kedaulatan
2 jam yang lalu
Infografis
Perbandingan Jet Tempur...
Perbandingan Jet Tempur J-15 China dan F-15 Jepang, Mana Lebih Hebat?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved