Maduro Kirim Surat Terbuka untuk AS, Singgung Ancaman Perang

Sabtu, 09 Februari 2019 - 07:04 WIB
Maduro Kirim Surat Terbuka...
Maduro Kirim Surat Terbuka untuk AS, Singgung Ancaman Perang
A A A
CARACAS - Presiden Venezuela Nicolas Maduro Moros mengirim surat terbuka yang ditujukan untuk rakyat Amerika Serikat (AS). Surat yang akan dia kirim juga ke Gedung Putih itu salah satunya berisi kecaman ancaman perang yang dikobarkan pemerintah Presiden Donald Trump.

Salinan surat terbuka itu telah di-posting Maduro di akun Twitter resminya. Dalam surat itu, dia menuntut penghormatan terhadap hak Venezuela untuk damai.

Dia mengecam pernyataan agresif Presiden Trump terhadapnya, di mana Trump menyatakan Maduro sebagai diktator tidak sah, serta mengisyaratkan intervensi militer terhadap rezim Caracas.

"Mereka ingin menyerbu dan melakukan intervensi di Venezuela, itu seperti yang mereka katakan saat itu atas nama demokrasi dan kebebasan. Tapi tidak seperti itu. Kisah tentang perebutan kekuasaan di Venezuela sama salahnya dengan (kisah) senjata pemusnah massal di Irak," tulis Maduro dalam surat terbukanya, yang dikutip Sabtu (9/2/2019).

Maduro menuduh Trump sudah mengganggu inisiatif dialog yang dipromosikan oleh Uruguay dan Meksiko dan didukung oleh Komunitas Karibia (Caricom). "Mereka bertujuan untuk solusi damai dan dialog yang menguntungkan bagi Venezuela," lanjut surat Maduro.

"Rakyat Venezuela bersedia terus menjadi mitra bisnis dengan AS, sementara politisi di Washington siap mengirim putra dan putri negara mereka untuk mati dalam perang yang absurd," imbuh dia.

Presiden penerus Hugo Chavez itu menuntut agar AS menghentikan "agresi" terhadap Venezuela, termasuk upaya untuk mencekik ekonomi Caracas dan ancaman serius serta berbahaya dari intervensi militer. Dia menandatangani surat itu dengan kalimat "Hidup rakyat Amerika!"

Pemerintahan Trump telah memimpin seruan agar Maduro digulingkan, dan telah mengakui pemimpin oposisi Juan Guaido sebagai pemimpin sah negara itu.

Sejumlah negara Eropa mengikuti langkah AS. Sedangkan, Rusia, China, Turki dan beberapa negara lain mendukung Maduro sebagai presiden yang terpilih secara sah dalam pemilu 2018. Maduro selama ini mengecam tindakan Washington sebagai upaya untuk memicu kudeta di Venezuela.
(mas)
Berita Terkait
7 Kebijakan Nicolas...
7 Kebijakan Nicolas Maduro yang Dinilai Menyengsarakan Rakyat Venezuela
Trump dan Venezuela:...
Trump dan Venezuela: Cermin Ketidakadilan Global
Trump Bantah Keterlibatan...
Trump Bantah Keterlibatan AS dalam Upaya Pembunuhan Maduro
Maduro Nyatakan Siap...
Maduro Nyatakan Siap Duduk Satu Meja dengan Trump
Topeng Hijau Amerika...
Topeng Hijau Amerika dan Daya Tarik Venezuela
Trump Ungkap Bagaimana...
Trump Ungkap Bagaimana Ia Ingin Kelola Venezuela
Berita Terkini
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
9 menit yang lalu
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
1 jam yang lalu
Minyak Mentah Brent...
Minyak Mentah Brent Tembus USD100 setelah Kapal Tanker Diserang di Laut Merah
2 jam yang lalu
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
3 jam yang lalu
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
3 jam yang lalu
Ini Sosok Pangeran Arab...
Ini Sosok Pangeran Arab Saudi yang Tewas di Hotel Mewah usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
4 jam yang lalu
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved