Waswas Digempur AS, Venezuela Aktifkan S-300 Rusia

Sabtu, 09 Februari 2019 - 05:16 WIB
Waswas Digempur AS,...
Waswas Digempur AS, Venezuela Aktifkan S-300 Rusia
A A A
CARACAS - Militer Venezuela terdeteksi telah mengaktifkan sistem pertahanan rudal S-300 buatan Rusia. Senjata pertahanan itu diaktifkan di tengah kekhawatiran invasi militer oleh Amerika Serikat (AS) terhadap negara kaya minyak tersebut.

Perusahaan satelit ImageSat International (iSi) yang berbasis di Israel mengungkap aktivitas militer Venezuela yang mengoperasikan sistem pertahanan udara S-300 .

Citra satelit yang dirilis ImageSat International menunjukkan militer Caracas melakukan aktivitas pemuatan serta pembongkaran dari perangkat S-300. Aktivitas yang terpantau satelit itu berlangsung di sekitar bandara Capitan Manuel Rios.

"Meskipun kegiatan ini dapat dianggap sebagai latihan rutin dalam konteks strategis saat ini dan ketegangan regional, kegiatan semacam ini akan meningkatkan tingkat operasional Sistem Pertahanan Udara Venezuela," kata ImageSat, dikutip Aksam.

Sistem pertahanan rudal S-300 Rusia sebelumnya jadi pemberitaan media internasional setelah dikirim Moskow untuk pasukan rezim Suriah. Militer Suriah menempatkan senjata perisai misil canggih itu di kota Masyaf.

Ancaman invasi militer AS terhadap Venezuela pernah disampaikan Presiden Donald John Trump. Pemimpin Amerika itu mengesampingkan negosiasi dengan Presiden Venezuela Nicolas Maduro Moros. "Mengirim militer AS ke Venezuela adalah sebuah pilihan," ujar Trump, pekan lalu.

Krisis politik di Venezuela memburuk setelah Ketua Majelis Nasional atau Parlemen yang dikendalikan oposisi, Juan Guaido, mendeklarasikan diri sebagai presiden sementara sampai pemilu terbaru digelar. AS dan sekutu-sekutunya ikut mengakui Guaido sebagai presiden sementara dan tidak mengakui Maduro sebagai pemimpin yang sah.

Negara yang pernah dipimpin Hugo Chavez itu sebenarnya sudah menggelar pemilu 2018 lalu. Pemenangnya adalah Maduro dari United Socialist Party of Venezuela (PSUV). Namun, pemimpin oposisi dari Partai Popular Will (PV), Juan Guaido, tak mengakui kemenangan itu dengan alasan pemilu dicurangi. Sebaliknya, Guaido menyerukan demo besar-besaran untuk melengserkan Maduro.

Rusia, China, Meksiko, Turki dan beberapa negara lain berdiri di belakang Maduro dan mendesak dialog damai untuk menyelesaikan krisis. Sedangkan Prancis, Jerman dan Spanyol dari blok Uni Eropa mendukung Guaido.

Pemerintah Caracas menuduh Washington ikut campur urusan dalam negerinya dengan harapan mendapat untung dari cadangan minyaknya yang tercatat terbesar di dunia.
(mas)
Berita Terkait
Rusia Desak AS Bebaskan...
Rusia Desak AS Bebaskan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan Istrinya
Terungkap, Rusia Pernah...
Terungkap, Rusia Pernah Tawari AS Barter Venezuela dengan Ukraina
Terancam Perang, Venezuela...
Terancam Perang, Venezuela Peringatkan AS: Kami Punya 5.000 Rudal Rusia
Rezim Maduro Terancam...
Rezim Maduro Terancam Diinvasi AS, Jenderal Rusia Muncul di Venezuela
Trump: Akan Bijaksana...
Trump: Akan Bijaksana bagi Maduro Jika Lengser dari Kekuasaanya di Venezuela
Ini Analisis AS Tangkap...
Ini Analisis AS Tangkap Maduro dan Dampaknya bagi Rusia dan China
Berita Terkini
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
9 menit yang lalu
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
51 menit yang lalu
Ini Sosok Pangeran Arab...
Ini Sosok Pangeran Arab Saudi yang Tewas di Hotel Mewah usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
1 jam yang lalu
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
2 jam yang lalu
Menteri Israel Gabung...
Menteri Israel Gabung 4.000 Massa Yahudi Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
3 jam yang lalu
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
4 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved