Terungkap, Rusia Pernah Tawari AS Barter Venezuela dengan Ukraina

Selasa, 06 Januari 2026 - 10:36 WIB
loading...
Terungkap, Rusia Pernah...
Rusia pernah menawarkan kepada AS untuk bebas bertindak atas Venezuela dengan imbalan Moskow juga bebas bertindak atas Ukraina. Foto/Sputniknews
A A A
WASHINGTON - Sebuah laporan dari The New York Times mengungkap Rusia pernah menawarkan Amerika Serikat (AS) untuk bertindak sesuka hati atas Venezuela dengan imbalan Moskow juga bebas bertindak atas Ukraina. Tawaran barter kendali atas kedua negara itu diajukan Moskow kepada Washington tujuh tahun lalu.

Laporan itu mengutip kesaksian Fiona Hill di hadapan Kongres AS pada Oktober 2019, lebih dari dua tahun sebelum Rusia menginvasi Ukraina. Hill saat itu merupakan pejabat untuk urusan Rusia dan Eropa di Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih di era pemerintahan Trump pertama.

Baca Juga: Mengapa Rusia Tak Menolong Venezuela saat Diserang AS dan Maduro Diculik?

"Rusia memberi sinyal yang sangat kuat bahwa mereka ingin membuat pengaturan pertukaran yang sangat aneh antara Venezuela dan Ukraina," kata Hill dalam sidang Kongres saat itu.

Usulan-usulan itu bersifat informal, yang menurutnya, melalui komentator dan artikel surat kabar. Namun, lanjut dia, intinya adalah jika Amerika Serikat menginginkan kebebasan untuk mempertahankan lingkup pengaruh atas negara-negara tetangga, maka Amerika Serikat harus setuju jika Rusia melakukan hal yang sama.

“Anda ingin kami keluar dari halaman belakang Anda,” kata Hill merangkum posisi Rusia. “Kami, Anda tahu, kami memiliki versi kami sendiri tentang hal ini. Anda berada di halaman belakang kami di Ukraina.”

Hill mengatakan bahwa dia pergi ke Moskow secara langsung untuk menolak gagasan tersebut. Usulan itu muncul di tengah ketegangan antara Caracas dan Washington yang mendorong Moskow untuk mengerahkan 100 personel militer dan senjata baru untuk memperkuat kekuasaan Presiden Nicolás Maduro.

Namun, penggulingan Maduro oleh AS pada Sabtu pekan lalu menandai pukulan terbaru bagi rezim yang didukung oleh Moskow, setelah Presiden Bashar al-Assad dari Suriah digulingkan sedikit lebih dari setahun yang lalu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
10 Negara dengan Biaya...
10 Negara dengan Biaya Hidup Termahal di Dunia pada 2026, Ada Tetangga Indonesia
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Umumkan Pengunduran Diri
Nah, Menteri Israel...
Nah, Menteri Israel Ini Sebut Perdamaian AS-Iran Tak Tahan Lama
Rekomendasi
Purbaya soal Anggaran...
Purbaya soal Anggaran MBG: Saya Maunya Nol, Tapi Nggak Bisa Kan
Hajar Makau, Indonesia...
Hajar Makau, Indonesia Amankan Tiket Perempat Final Kejuaraan Bulu Tangkis Junior Asia 2026
Panda Bond Akan Manfaatkan...
Panda Bond Akan Manfaatkan Skema LCT, Bisa Tambah Cadev USD50 Miliar
Berita Terkini
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Korut Masih Andalkan...
Korut Masih Andalkan Senjata Besar, Korsel Beralih ke 500.000 Prajurit Drone, Siapa Lebih Unggul?
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
Infografis
Profil Letjen TNI (Purn)...
Profil Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso yang Dikait-kaitkan dengan Tiyo UGM
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved