AS Gunakan Krisis Kemanusiaan Venezuela Sebagai Topeng Rencana Militer

Jum'at, 08 Februari 2019 - 15:16 WIB
AS Gunakan Krisis Kemanusiaan...
AS Gunakan Krisis Kemanusiaan Venezuela Sebagai Topeng Rencana Militer
A A A
CARACAS - Amerika Serikat (AS) telah menyatakan keprihatinannya tentang krisis keamanan di Venezuela hanya untuk mempropagandakan rencana militernya. Tudingan itu dilontarkan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dihadapan para pendukungnya di Caracas.

Sebelumnya, oposisi menyebut Maduro memblokir rute pengiriman bantuan kemanusiaan dari Kolombia. Pemimpin oposisi Juan Guaido mengatakan militer dapat menjamin pasokan bantuan.

"Krisis kemanusiaan tidak lain hanyalah kebohongn untuk menutup-nutupi rencana militer pemerintah Trump," kata Maduro pada aksi demonstrasi untuk mengumpulkan tanda tangan terhadap campur tangan AS atas urusan dalam negeri negara itu.

"Krisis Venezuela sepenuhnya disebabkan oleh sanksi AS dan blokade keuangan," imbuhnya seperti disitir dari TASS, Jumat (8/2/2019).

Pemimpin Venezuela itu juga menuduh Washington berupaya menyabot upaya internasional untuk menyelesaikan krisis.

"Presiden Donald Trump telah berusaha untuk menghancurkan inisiatif mulia untuk berdialog, yang disarankan oleh Uruguay dan Meksiko dengan dukungan dari Komunitas Karibia, yang ditujukan untuk solusi damai dan peluncuran dialog di Venezuela," tuturnya.

"Hari ini, Venezuela dipersatukan dalam panggilan bersama," lanjutnya.

"Kami menuntut diakhirinya agresi, yang dimaksudkan untuk melumpuhkan ekonomi kami dan rakyat kami, dan mengakhiri ancaman invasi militer di Venezuela. Rakyat Venezuela sangat terpukul akibat perdagangan ilegal dan blokade keuangan, yang selanjutnya diperburuk oleh penyitaan aset kami di luar negeri," tukasnya.

Pertemuan pertama Kelompok Kontak Internasional tentang Venezuela diadakan di ibukota Uruguay, Montevideo, pada Kamis. Pertemuan tersebut dihadiri oleh beberapa anggota Uni Eropa (UE), serta Bolivia, Kosta Rika, Ekuador, Uruguay dan Meksiko. Pemerintah Venezuela dan oposisi tidak ikut serta.

Kelompok itu bersumpah memastikan jaminan internasional untuk pemilihan presiden baru di Venezuela dan menjamin pengiriman kemanusiaan segera. Sebelumnya, Maduro menolak kemungkinan pemilihan presiden dini.
(ian)
Berita Terkait
Venezuela Klaim Tangkap...
Venezuela Klaim Tangkap Mata-mata AS
Maduro Pastikan Venezuela...
Maduro Pastikan Venezuela Akan Adili Dua 'Rambo' AS
Menyusup ke Venezuela,...
Menyusup ke Venezuela, Dua 'Rambo' AS Ingin Tangkap Maduro
Gulingkan Maduro, Oposisi...
Gulingkan Maduro, Oposisi Venezuela Minta Bantuan Perusahaan Keamanan AS
Maduro: Intelijen AS...
Maduro: Intelijen AS Suap Ratusan Pekerja di Perusahaan Minyak Venezuela
Pompeo Sesumbar Bakal...
Pompeo Sesumbar Bakal Bebaskan Warga AS yang Ditangkap Venezuela
Berita Terkini
Iran Serang Pesawat...
Iran Serang Pesawat F-18 AS di Pangkalan Azraq Yordania
46 menit yang lalu
Operasi Siber China...
Operasi Siber China Diduga Targetkan Uyghur, Tibet, Hong Kong, dan Taiwan
55 menit yang lalu
Blokade Angkatan Laut...
Blokade Angkatan Laut AS terhadap Iran Dimulai Lagi, Kerahkan Lebih Banyak Kekuatan Militer
1 jam yang lalu
Taktik Trump Sering...
Taktik Trump Sering Menjiplak Musuh-musuhnya, dari Blokade Laut hingga Tarif Selat Hormuz
2 jam yang lalu
Diejek Habis-habisan,...
Diejek Habis-habisan, Trump akan Ganti Biaya Kargo Selat Hormuz 20% dengan Kesepakatan Investasi untuk Negara-negara Teluk
3 jam yang lalu
Jerman akan Beli 50.000...
Jerman akan Beli 50.000 Drone Serang untuk Ukraina
4 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved