Arab Saudi Pancung Wanita Filipina atas Kasus Pembunuhan

Jum'at, 01 Februari 2019 - 13:26 WIB
Arab Saudi Pancung Wanita...
Arab Saudi Pancung Wanita Filipina atas Kasus Pembunuhan
A A A
RIYADH - Otoritas berwenang Arab Saudi telah mengeksekusi seorang wanita Filipina terkait kasus pembunuhan tahun 2015. Wanita yang berprofesi sebagai pembantu rumah tangga (PRT) itu dipancung setelah tidak mampu membayar "uang darah" atau diyat.

Menurut Departemen Luar Negeri (DFA) Filipina mengonfirmasi eksekusi berlangsung pada hari Selasa lalu. Wanita yang dieksekusi berusia 39 tahun. Dia telah dijatuhi hukuman mati oleh Mahkamah Agung Saudi.

Kerabatnya baru diberitahu tentang kematiannya pada hari Rabu. Baik otoritas Saudi maupun Filipina tidak merilis identitas terpidana yang telah dieksekusi pancung tersebut.

Di bawah hukum syariah, "uang darah" adalah kompensasi finansial yang dibuat oleh seorang terpidana kepada keluarga korban dalam kasus pembunuhan.

Dalam beberapa kasus sebelumnya, warga negara Filipina telah lolos dari hukuman mati di negara Timur Tengah dengan membayar "uang darah" kepada kerabat individu yang telah mereka bunuh.

"Departemen menyesal tidak bisa menyelamatkan nyawa warga Filipina," kata DFA, dalam sebuah pernyataan. DFA mengaku telah memberikan bantuan hukum diberikan selama persidangan berlangsung.

Dalam sebuah wawancara radio, Asisten Menteri Luar Negeri Elmer Cato mengklaim bahwa DFA sudah berupaya maksimal untuk menyelamatkan wanita tersebut. "Kami mengerahkan semua upaya untuk menyelamatkan hidupnya," katanya, seperti dikutip Al Jazeera, Jumat (1/2/2019).

Cato mengatakan DFA sedang berupaya untuk mengirim pulang jenazah korban ke Filipina. Rincian lain tentang wanita itu dirahasiakan atas permintaan kerabatnya.

Eksekusi itu berlangsung setelah beberapa bulan lalu seorang pembantu rumah tangga asal Indonesia juga dieksekusi mati di Arab Saudi atas tuduhan membunuh majikannya setelah sang majikan mencoba memerkosanya.

Eksekusi itu memicu protes dari pemerintah Indonesia, yang mengaku tidak diberitahu sebelum eksekusi dijalankan.
(mas)
Berita Terkait
Filipina Cabut Larangan...
Filipina Cabut Larangan Pengiriman Tenaga Kerja ke Arab Saudi
Profil Aidh Al-Qarni,...
Profil Aidh Al-Qarni, Ulama Arab Saudi yang Pernah Jadi Korban Penyerangan di Filipina
Filipina Puji Langkah...
Filipina Puji Langkah Saudi Beri Kompensasi Pekerja Migran yang Tak Dibayar
Begini Suasana Perayaan...
Begini Suasana Perayaan Hari Valentine di Arab Saudi
Arab Saudi Segera Buka...
Arab Saudi Segera Buka Toko Alkohol Pertama
Pangeran Badr bin Abdul...
Pangeran Badr bin Abdul Mohsin yang Memajukan Tradisi dan Budaya Saudi Meninggal pada Usia 75 Tahun
Berita Terkini
Perlombaan Senjata Nuklir...
Perlombaan Senjata Nuklir Baru Telah Tiba, AS dan China Paling Ugal-ugalan
13 menit yang lalu
Trump Peringatkan Netanyahu:...
Trump Peringatkan Netanyahu: Israel Bakal Sendirian Melawan Iran Jika Tingkatkan Konflik!
41 menit yang lalu
Inggris Makin Tak Berdaya!...
Inggris Makin Tak Berdaya! Seluruh Armada Kapal Selam Serang Tak Bisa Beroperasi
3 jam yang lalu
Iran Hentikan Serangan...
Iran Hentikan Serangan Balasan yang Menyakitkan ke Israel
4 jam yang lalu
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Dijadikan Ganti Rugi bagi Negara Arab, 3 Alasan Teheran Marah Besar!
6 jam yang lalu
4 Fakta Pembunuhan WNI...
4 Fakta Pembunuhan WNI di Hokkaido, Tersangka Sudah Berniat Habisi Korban
10 jam yang lalu
Infografis
Arab Saudi Bangun Jalur...
Arab Saudi Bangun Jalur Kereta Api Landbridge Rp116 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved