Pengadilan AS Konfirmasi Penangkapan Anchor TV Iran

Sabtu, 19 Januari 2019 - 22:46 WIB
Pengadilan AS Konfirmasi...
Pengadilan AS Konfirmasi Penangkapan Anchor TV Iran
A A A
WASHINGTON - Anchor stasiun televisi Iran kelahiran Amerika telah ditangkap sebagai saksi dalam penyelidikan federal Amerika Serikat (AS) yang tidak diungkapkan, menurut perintah pengadilan federal.

Atas permintaan Departemen Kehakiman, Hakim Distrik A. Beryl Howell mengeluarkan perintah tersebut. Ini adalah konfirmasi resmi pertama AS atas laporan penangkapan Marzieh Hashemi, anchor untuk stasiun berita berbahasa Inggris Iran Press TV.

Perintah itu, yang menyetujui sebagian pembongkaran informasi dalam kasus itu, mengatakan Hashemi ditangkap dengan surat perintah saksi materi yang dikeluarkan oleh hakim federal dan seorang pengacara telah ditunjuk untuk membelanya namun belum ada kejahatan yang dituduhkan kepadanya seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (19/1/2019).

Hashemi telah dua kali muncul di pengadilan, dan pemerintah AS mengharapkan ia segera dibebaskan setelah selesai memberikan kesaksian di hadapan dewan juri federal yang menyelidiki pelanggaran hukum pidana AS, sambung surat perintah itu.

Surat perintah itu tidak mengungkapkan rinciran lebih lanjut dari kasus ini, yang telah menambah ketegangan antara pemerintah Iran dan AS. Kedua negara bersitegang setelah penarikan AS dari kesepakatan nuklir Iran, penerapan kembali sanksi AS yang keras, dan penahanan dua warga negara Iran-Amerika oleh Iran.

Iran telah menyerukan pembebasan segera Hashemi, yang menurut Press TV ditangkap pada hari Minggu oleh FBI di Bandara Internasional St. Louis Lambert.

Baca: FBI Ciduk Presenter TV Pemerintah Iran

Press TV pada hari Sabtu mengutip putra Hashemi yang mengatakan pejabat AS melarang anggota keluarga berbicara dengan media. Televisi tidak memberikan rincian lebih lanjut dan laporan itu tidak dapat segera dikonfirmasi.

Press TV mengutip putri Hashemi yang mengatakan Hashemi telah diberikan jilbab dan makanan setelah sebelumnya mengatakan pejabat penjara telah mengambil foto dirinya tanpa jilbab dan tidak menyediakan makanan halal.

Press TV mengatakan Hashemi akan muncul di hadapan dewan juri pada 23 Januari. Laporan itu tidak dapat segera dikonfirmasi.

FBI dan Departemen Kehakiman menolak untuk mengkonfirmasi penangkapannya atau mengomentari kasus ini.

Sebuah sumber pemerintah AS mengatakan kepada Reuters bahwa tampaknya dewan juri sedang memeriksa apakah Press TV adalah saluran propaganda yang tidak didaftarkan ke Departemen Kehakiman sebagai badan pemerintah asing.

Press TV mengatakan pada hari Rabu bahwa Hashemi dilahirkan dengan nama Melanie Franklin di Amerika Serikat dan mengubah namanya setelah masuk Islam.

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif dikutip oleh kantor berita ISNA mengatakan Hashemi menerima kewarganegaraan Iran setelah menikah dengan seorang Iran.
(ian)
Berita Terkait
Mengapa Amerika Serikat...
Mengapa Amerika Serikat Memblokade Pelabuhan Iran?
Amerika Serikat Blacklist...
Amerika Serikat Blacklist Menteri Dalam Negeri Iran
SMURP Aksi Solidaritas...
SMURP Aksi Solidaritas di Monas, Serukan Boikot Produk Terafiliasi Israel dan AS
Iran Akan Pertimbangkan...
Iran Akan Pertimbangkan Negosiasi Langsung dengan Amerika Serikat
Seberapa Penting Timur...
Seberapa Penting Timur Tengah bagi Amerika Serikat?
Kedubes Amerika Serikat...
Kedubes Amerika Serikat di Tel Aviv Dibombardir Rudal Iran
Berita Terkini
Israel Serang Kota di...
Israel Serang Kota di Lebanon yang Namanya Disebut dalam Alkitab
42 menit yang lalu
Rudal Iran Serang Hanggar...
Rudal Iran Serang Hanggar F-35 di Pangkalan Udara AS di Yordania, Kuwait dan Bahrain Waspada
1 jam yang lalu
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
2 jam yang lalu
Drone Iran Gempur Armada...
Drone Iran Gempur Armada Kelima AS di Bahrain
3 jam yang lalu
Suara Ledakan Terdengar...
Suara Ledakan Terdengar di Bandar Abbas dan Pulau Qeshm, Iran Segera Balas Serangan AS
4 jam yang lalu
Biksu Buddha di China...
Biksu Buddha di China Dilaporkan Ditahan usai Peringati Peristiwa Tiananmen
5 jam yang lalu
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved