Sewa 10 Pekerja Seks, Komandan Kapal Selam Nuklir AS Dicopot

Senin, 14 Januari 2019 - 14:01 WIB
Sewa 10 Pekerja Seks,...
Sewa 10 Pekerja Seks, Komandan Kapal Selam Nuklir AS Dicopot
A A A
WASHINGTON - Seorang komandan kapal selam bertenaga nuklir Amerika Serikat (AS) dicopot dari jabatannya pada musim panas lalu setelah mengaku menyewa sepuluh wanita pekerja seks Filipina sebagai "pendamping". Ulah nakal komandan itu terjadi saat kapal sedang transit di Filipina.

Kapten Travis Zettel resmi kehilangan pekerjaannya di kapal selam USS Bremerton pada akhir Agustus 2018. Para pejabat Angkatan Laut AS mengatakan Zettel kehilangan kepercayaan atas kemampuannya untuk memerintah. Dia dipindahkan menjadi staf Skadron 19 Kapal Selam di Pangkalan Angkatan Laut Kitsap-Bangor.

Laporan pencopotan Zettel itu diungkap surat kabar Kitsap Sun yang berbasis di Washington. Media itu memperoleh dokumen resmi pencopotan Zettel melalui permintaan yang diajukan berdasarkan Undang-Undang Kebebasan Informasi.

"Selama kunjungan kapal selam bulan Maret ke Subic Bay, Filipina, Zettel terlihat bersama 10 wanita berpakaian provokatif di luar pintu depan hotelnya," kata seorang pelaut mengatakan kepada Naval Criminal Investigative Service (NCIS) setelah menghubungi hotline Inspektur Jenderal.

Sumber itu mengatakan Zettel memberi tahu dia dan seorang pelaut lain bahwa dia memerintahkan sepuluh anak perempuan. Seorang pelaut lain memberi tahu para penyelidik bahwa dia melihat Zettel berjalan-jalan dan berbicara dengan para pelaut lain dalam komandonya dengan tiga wanita lokal memegangi lengannya.

Laporan surat kabar yang dilansir Star and Stripes, Minggu (13/1/2019) malam, mengatakan agen NCIS kemudian meng-crosscheck Zettel atas tuduhan itu. "Dia mengakui kesalahan dalam pembayaran pendampingan wanita," bunyi dokumen NCIS.

Selama kejadian itu, USS Bremerton—yang saat itu berbasis di Pangkalan Bersama Pearl Harbor-Hickam—sedang patroli terakhir dari kariernya yang hampir empat dekade. Kapal selam aktif tertua Angkatan Laut AS itu kemudian meninggalkan Hawaii pada 20 April dan dinonaktifkan.
(mas)
Berita Terkait
Negara-negara Asia Tenggara...
Negara-negara Asia Tenggara Sekutu Amerika Serikat
Media Amerika Serikat:...
Media Amerika Serikat: Vietnam Berisiko Gagal, Timnas Indonesia Punya Tugas Mudah
Melunak, Filipina Cabut...
Melunak, Filipina Cabut Ancaman Akhiri Pakta Militer dengan AS
Menhan Filipina Mengaku...
Menhan Filipina Mengaku Didesak China Hentikan Tinjauan Pakta Pertahanan dengan AS
AS-Filipina Gelar Pertemuan...
AS-Filipina Gelar Pertemuan Soal Perjanjian Pertahanan, China Waspada
Duterte Gantung Nasib...
Duterte 'Gantung' Nasib Perjanjian Kunjungan Pasukan AS
Berita Terkini
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
1 jam yang lalu
Ini Bukti Biadabnya...
Ini Bukti Biadabnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat
1 jam yang lalu
Trump: 49 Rudal Tomahawk...
Trump: 49 Rudal Tomahawk Gempur Iran, AS Akan Bombardir Habis-habisan
1 jam yang lalu
Iran Balas Bombardir...
Iran Balas Bombardir 18 Target Militer AS, Termasuk Sistem Rudal Patriot
2 jam yang lalu
Sistem Rudal Iran Tembaki...
Sistem Rudal Iran Tembaki Jet Tempur F-16 AS
2 jam yang lalu
AS Menyerang Lagi, Iran...
AS Menyerang Lagi, Iran Tutup Total Selat Hormuz
3 jam yang lalu
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved