Dahsyatnya 91 Rudal Rusia Hujani Ukraina, Balas Dendam Serangan Misil ATACMS Amerika
Jum'at, 29 November 2024 - 10:56 WIB
loading...
Serangan 91 rudal dan sekitar 100 drone Rusia menghujani Ukraina sebagai pembalasan atas serangan Kyiv terhadap wilayah Rusia dengan misil ATACMS Amerika. Foto/Layanan Darurat Negara Ukraina
A
A
A
KYIV - Rusia telah melancarkan serangan rudal dan drone besar-besaran kedua terhadap infrastruktur energi Ukraina sepanjang bulan ini. Serangan pada Kamis, dengan 91 misil dan sekitar 100 drone, memicu pemadaman listrik besar-besaran di seluruh negeri.
Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan serangan tersebut sebagai pembalasan atas serangan Ukraina terhadap wilayah Rusia dengan rudal canggih ATACMS pasokan Amerika Serikat (AS).
Putin lantas mengancam dengan mengatakan target selanjutnya dapat mencakup "pusat pengambilan keputusan" rezim Ukraina di Kyiv.
Baca Juga: Putin Ancam Gempur Ibu Kota Ukraina dengan Rudal Hipersonik Oreshnik Rusia
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menuduh Rusia melakukan "eskalasi yang tercela", dengan mengatakan bahwa Rusia telah menggunakan rudal jelajah dengan amunisi tandan.
Kemudian dalam pidato video malam harinya, Zelensky mengatakan bahwa dia berbicara kepada para pemimpin Barat, termasuk Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, dan Kanselir Jerman Olaf Scholz, untuk memberikan respons atas upaya Rusia yang membuat situasi semakin tak tertahankan dan memperpanjang perang.
"Sekarang saatnya untuk memperkuat posisi kita—posisi Ukraina dan mitra kita," katanya, seperti dikutip ABC News, Jumat (29/11/2024).
Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan serangan tersebut sebagai pembalasan atas serangan Ukraina terhadap wilayah Rusia dengan rudal canggih ATACMS pasokan Amerika Serikat (AS).
Putin lantas mengancam dengan mengatakan target selanjutnya dapat mencakup "pusat pengambilan keputusan" rezim Ukraina di Kyiv.
Baca Juga: Putin Ancam Gempur Ibu Kota Ukraina dengan Rudal Hipersonik Oreshnik Rusia
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menuduh Rusia melakukan "eskalasi yang tercela", dengan mengatakan bahwa Rusia telah menggunakan rudal jelajah dengan amunisi tandan.
Kemudian dalam pidato video malam harinya, Zelensky mengatakan bahwa dia berbicara kepada para pemimpin Barat, termasuk Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, dan Kanselir Jerman Olaf Scholz, untuk memberikan respons atas upaya Rusia yang membuat situasi semakin tak tertahankan dan memperpanjang perang.
"Sekarang saatnya untuk memperkuat posisi kita—posisi Ukraina dan mitra kita," katanya, seperti dikutip ABC News, Jumat (29/11/2024).
Lihat Juga :