Lirik China, AS Bakal Latihan Rudal di Okinawa Jepang
Kamis, 03 Januari 2019 - 17:07 WIB
Lirik China, AS Bakal Latihan Rudal di Okinawa Jepang
A
A
A
TOKYO - Militer Amerika Serikat (AS) tahun ini akan melakukan latihan rudal untuk pertama kalinya di sekitar pulau Okinawa, Jepang. Rencana itu muncul ketika Washington melirik militer China yang semakin tegas di kawasan.
Militer AS telah mengatakan kepada mitranya dari Jepang bahwa pihaknya berencana untuk mengerahkan rudal surface-to-ship (darat-ke-kapal) di Okinawa. Surat kabar Sankei Shimbun pada Kamis (3/1/2019) melaporkan latihan rudal oleh sekutu utama Jepang tersebut akan menjadi yang pertama kalinya.
Surat kabar itu melaporkan, latihan itu akan melibatkan peluncur roket mobile yang dipandang sebagai langkah balasan terhadap serangan potensial dari rudal balistik surface-to-sea (darat-ke-laut) China.
Dalam beberapa tahun terakhir, kapal perang China sering berlayar melalui perairan dekat Okinawa, tempat sebagian besar pasukan Amerika di Jepang tinggal di pangkalan.
Para ahli mengatakan aktivitas maritim China yang semakin aktif adalah bagian dari rencana untuk membangun kendali perairan di dalam apa yang disebut sebagai "rantai pulau pertama" yang menghubungkan Okinawa, Taiwan dan Filipina.
Beberapa analis meyakini Beijing berupaya mengakhiri dominasi militer AS di Pasifik barat dengan mengerahkan kendali rantai pulau kedua yang menghubungkan rantai pulau Ogasawara selatan Jepang, wilayah Amerika Serikat di Guam, dan Indonesia.
Penumpukan militer China yang cepat telah membuat tetangga-tetangga Asia-nya gelisah, di mana menteri pertahanan Jepang tahun lalu mengatakan China secara sepihak meningkatkan kegiatan militernya dari tahun sebelumnya.
Beijing menegaskan kegiatan itu untuk pertahanan diri.
Meskipun persaingan militer meningkat, AS dan China adalah mitra dagang terbesar,di mana China adalah salah satu pemegang utang nasional AS terbesar.
Namun, ketidakseimbangan perdagangan bilateral besar-besaran telah menyebabkan gesekan antara dua ekonomi utama dunia itu, di mana Washington dan Beijing mengenakan tarif mahal untuk barang-barang senilai lebih dari USD300 miliar dalam total perdagangan dua arah tahun lalu.
Militer AS telah mengatakan kepada mitranya dari Jepang bahwa pihaknya berencana untuk mengerahkan rudal surface-to-ship (darat-ke-kapal) di Okinawa. Surat kabar Sankei Shimbun pada Kamis (3/1/2019) melaporkan latihan rudal oleh sekutu utama Jepang tersebut akan menjadi yang pertama kalinya.
Surat kabar itu melaporkan, latihan itu akan melibatkan peluncur roket mobile yang dipandang sebagai langkah balasan terhadap serangan potensial dari rudal balistik surface-to-sea (darat-ke-laut) China.
Dalam beberapa tahun terakhir, kapal perang China sering berlayar melalui perairan dekat Okinawa, tempat sebagian besar pasukan Amerika di Jepang tinggal di pangkalan.
Para ahli mengatakan aktivitas maritim China yang semakin aktif adalah bagian dari rencana untuk membangun kendali perairan di dalam apa yang disebut sebagai "rantai pulau pertama" yang menghubungkan Okinawa, Taiwan dan Filipina.
Beberapa analis meyakini Beijing berupaya mengakhiri dominasi militer AS di Pasifik barat dengan mengerahkan kendali rantai pulau kedua yang menghubungkan rantai pulau Ogasawara selatan Jepang, wilayah Amerika Serikat di Guam, dan Indonesia.
Penumpukan militer China yang cepat telah membuat tetangga-tetangga Asia-nya gelisah, di mana menteri pertahanan Jepang tahun lalu mengatakan China secara sepihak meningkatkan kegiatan militernya dari tahun sebelumnya.
Beijing menegaskan kegiatan itu untuk pertahanan diri.
Meskipun persaingan militer meningkat, AS dan China adalah mitra dagang terbesar,di mana China adalah salah satu pemegang utang nasional AS terbesar.
Namun, ketidakseimbangan perdagangan bilateral besar-besaran telah menyebabkan gesekan antara dua ekonomi utama dunia itu, di mana Washington dan Beijing mengenakan tarif mahal untuk barang-barang senilai lebih dari USD300 miliar dalam total perdagangan dua arah tahun lalu.
(mas)