Diplomat Korut Hilang di Italia setelah Dilaporkan Cari Suaka di Barat
Kamis, 03 Januari 2019 - 16:36 WIB
Diplomat Korut Hilang di Italia setelah Dilaporkan Cari Suaka di Barat
A
A
A
SEOUL - Seorang diplomat Korea Utara (Korut) yang sampai saat ini menjadi pelaksana tugas duta besar (dubes) untuk Italia telah hilang di negeri pizza tersebut. Dubes bernama Jo Song Gil, 48, hilang setelah media Korea Selatan melaporkan bahwa dia sedang mencari suaka di Barat.
Hilangnya diplomat Pyongyang itu diungkap seorang anggota parlemen Korea Selatan yang telah diberi pengarahan oleh National Intelligence Service (NIS), sebuah badan intelijen setempat.
Anggota parlemen Korea Selatan Kim Min-ki mengatakan Jo Song Gil menghilang bersama istrinya setelah meninggalkan kedutaan tanpa pemberitahuan pada awal November 2018 lalu.
Sebelumnya pada hari Kamis, surat kabar JoongAng Ilbo, mengutip sumber diplomatik yang tidak dikenal, mengatakan Jo, telah mengajukan permohonan suaka ke negara Barat yang tidak ditentukan dan berada di "tempat yang aman" dengan keluarganya di bawah perlindungan pemerintah Italia.
Kim mengatakan kepada wartawan bahwa dia memiliki beberapa informasi tentang kasus tersebut, tetapi tidak dapat membahasnya untuk publik.
"Mereka meninggalkan misi diplomatik dan menghilang," kata Kim, mengacu pada hilangnya Jo dan keluarganya.
Jika hilangnya dikonfirmasi, Jo akan bergabung dengan daftar diplomat senior yang perlahan-lahan berusaha untuk melarikan diri dari Korea Utara yang saat ini dipimpin Kim Jong-un.
Thae Yong Ho, wakil duta besar Korut untuk Inggris, telah membelot bersama keluarganya ke Korea Selatan pada Agustus 2016. Dia tercatat sebagai diplomat peringkat tertinggi yang melakukan pembelotan.
Jo mengambil jabatan sebagai pelaksana tugas dubes Korut untuk Italia pada Oktober 2017 setelah Italia mengusir duta besar saat itu, Jong Jong, sebagai protes atas uji coba nuklir dan rudal jarak jauh Korea Utara yang bertentangan dengan sanksi Dewan Keamanan PBB.
Tugas Jo dimulai pada Mei 2015 dan dijadwalkan pada akhir November.
Seorang sumber yang tahu masalah ini, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya karena masalah politik yang sensitif, mengatakan kepada Reuters bahwa Jo secara resmi digantikan sebagai penjabat bernama Kim Chon pada akhir November.
Sumber itu tidak dapat mengonfirmasi laporan surat kabar JoongAng Ilbo atau mengonfirmasi apakah Jo masih berada di Italia atau tidak.
Kantor Kepresidenan Korea Selatan atau Blue House (Gedung Biru) mengatakan sebelumnya pada hari Kamis bahwa mereka tidak mengetahui masalah hilangnya diplomat Korut tersebut.
Seorang wakil kedutaan Italia di Seoul, yang juga bertanggung jawab untuk urusan Korea Utara, tidak bersedia berkomentar.
Hilangnya diplomat Pyongyang itu diungkap seorang anggota parlemen Korea Selatan yang telah diberi pengarahan oleh National Intelligence Service (NIS), sebuah badan intelijen setempat.
Anggota parlemen Korea Selatan Kim Min-ki mengatakan Jo Song Gil menghilang bersama istrinya setelah meninggalkan kedutaan tanpa pemberitahuan pada awal November 2018 lalu.
Sebelumnya pada hari Kamis, surat kabar JoongAng Ilbo, mengutip sumber diplomatik yang tidak dikenal, mengatakan Jo, telah mengajukan permohonan suaka ke negara Barat yang tidak ditentukan dan berada di "tempat yang aman" dengan keluarganya di bawah perlindungan pemerintah Italia.
Kim mengatakan kepada wartawan bahwa dia memiliki beberapa informasi tentang kasus tersebut, tetapi tidak dapat membahasnya untuk publik.
"Mereka meninggalkan misi diplomatik dan menghilang," kata Kim, mengacu pada hilangnya Jo dan keluarganya.
Jika hilangnya dikonfirmasi, Jo akan bergabung dengan daftar diplomat senior yang perlahan-lahan berusaha untuk melarikan diri dari Korea Utara yang saat ini dipimpin Kim Jong-un.
Thae Yong Ho, wakil duta besar Korut untuk Inggris, telah membelot bersama keluarganya ke Korea Selatan pada Agustus 2016. Dia tercatat sebagai diplomat peringkat tertinggi yang melakukan pembelotan.
Jo mengambil jabatan sebagai pelaksana tugas dubes Korut untuk Italia pada Oktober 2017 setelah Italia mengusir duta besar saat itu, Jong Jong, sebagai protes atas uji coba nuklir dan rudal jarak jauh Korea Utara yang bertentangan dengan sanksi Dewan Keamanan PBB.
Tugas Jo dimulai pada Mei 2015 dan dijadwalkan pada akhir November.
Seorang sumber yang tahu masalah ini, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya karena masalah politik yang sensitif, mengatakan kepada Reuters bahwa Jo secara resmi digantikan sebagai penjabat bernama Kim Chon pada akhir November.
Sumber itu tidak dapat mengonfirmasi laporan surat kabar JoongAng Ilbo atau mengonfirmasi apakah Jo masih berada di Italia atau tidak.
Kantor Kepresidenan Korea Selatan atau Blue House (Gedung Biru) mengatakan sebelumnya pada hari Kamis bahwa mereka tidak mengetahui masalah hilangnya diplomat Korut tersebut.
Seorang wakil kedutaan Italia di Seoul, yang juga bertanggung jawab untuk urusan Korea Utara, tidak bersedia berkomentar.
(mas)