Napi AS Dieksekusi dengan Kursi Listrik setelah 36 Tahun Menanti

Jum'at, 07 Desember 2018 - 09:45 WIB
Napi AS Dieksekusi dengan...
Napi AS Dieksekusi dengan Kursi Listrik setelah 36 Tahun Menanti
A A A
KNOXVILLE - Terpidana mati di Tennessee, Amerika Serikat (AS), David Earl Miller, 61, dieksekusi dengan kursi listrik setelah 36 tahun menanti eksekusi di penjara. Penantian pelaksanaan hukuman mati untuk narapidana (napi) ini tercatat yang terlama di Amerika.

Miller dihukum mati atas tuduhan membunuh Lee Standifer yang berusia 23 tahun di Knoxville. Dia diekskeusi dengan kursi listrik di ruang kematian pada Kamis malam waktu setempat.

Standifer menderita gangguan mental dan pergi berkencan dengan Miller. Saat itulah korban dipukul berulang kali dan ditikam. Miller lantas menyeret dan membuang jasad korban ke dalam hutan.

Miller adalah napi ketiga yang dieksekusi di negara bagian Tennessee pada tahun 2018, dan yang kedua dalam beberapa bulan oleh kursi listrik. Dia dinyatakan meninggal pada pukul 20.25 malam waktu setempat.

Associated Press melaporkan kata-kata terakhir Miller adalah; "Beats on the death row."

Para saksi juga menegaskan bahwa Miller tidak memiliki ekspresi sedikit pun di wajahnya. "Dia hanya memiliki tatapan kosong," kata seorang saksi mata, yang berbicara dalam kondisi anonim, seperti dikutip WVLT, Jumat (7/12/2018).

Asisten pengacara umum Knoxville, Steve Kissinger, yang membela Miller dalam konferensi pers setelah eksekusi mengatakan tindakan napi tersebut adalah hasil dari kekerasan yang dideritanya sebagai seorang anak.

"Lee Standifer masih akan hidup hari ini kalau bukan karena ayah tiri yang sadis dan seorang ibu yang melanggar setiap kepercayaan yang seharusnya dimiliki seorang putra," kata Kissinger membela Miller yang jadi korban kekerasan orangtuanya di masa lalu.

"Kita semua harus bertanya, 'Apa yang kita lakukan di sini hari ini?'," katanya.

Mahkamah Agung AS telah menolak untuk menghentikan kebijakan negara bagian Tennessee untuk mengekskusi napi dengan kursi listrik.
(mas)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
Rudal Iran Makin Akurat...
Rudal Iran Makin Akurat Gempur Pangkalan AS, Benar Canggih atau Dibantu Rusia dan China?
49 menit yang lalu
Mata-matai Para Pemimpin...
Mata-matai Para Pemimpin Rusia, Swedia Dirikan Biro Intelijen seperti MI6
1 jam yang lalu
Menghilang 27 Tahun,...
'Menghilang' 27 Tahun, Kapal Perang Nuklir 28.000 Ton Rusia Bersiap untuk Tempur Lagi
1 jam yang lalu
Komandan CENTCOM Klaim...
Komandan CENTCOM Klaim Serangan AS di sekitar Hormuz Tidak Efektif, kecuali Perang Besar-besaran
2 jam yang lalu
Penembakan Massal Guncang...
Penembakan Massal Guncang Festival Makanan AS, 3 Orang Tewas, 4 Luka
3 jam yang lalu
Kolombia Gempar, Wanita...
Kolombia Gempar, Wanita Hamil 8 Bulan Dibunuh dan Si Bayi Diculik dari Rahimnya
3 jam yang lalu
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved