Siksa Pria Afghanistan sampai Tewas Pasca-9/11, CIA Digugat

Sabtu, 01 Desember 2018 - 00:22 WIB
Siksa Pria Afghanistan...
Siksa Pria Afghanistan sampai Tewas Pasca-9/11, CIA Digugat
A A A
WASHINGTON - Keluarga seorang pria Afghanistan yang diculik dan disiksa hingga tewas oleh CIA Amerika Serikat (AS) menggugat badan intelijen tersebut karena jasad korban tak diketahui keberadaannya. Pria itu diculik serangan 11 September 2001 atau 9/11.

Gugatan diajukan ke pengadilan federal di Washington hari Jumat (30/11/2018) untuk mencari tahu apa yang terjadi dengan tubuh pria tersebut.

Dokumen gugatan menyatakan Gul Rahman dan keluarganya tinggal di sebuah kamp pengungsi di Peshawar ketika dia diculik oleh agen mata-mata AS pada 5 November 2002. Rahman dicurigai sebagai seorang militan dan dipindahkan ke penjara CIA untuk diinterogasi.

"Selama dua minggu ke depan, personel CIA diduga melakukan penyiksaan yang luas dan sistematis terhadap Rahman," bunyi dokumen tersebut. "Sampai dia meninggal karena hipotermia pada 20 November."

Kematiannya tidak dilaporkan sampai 2010 dan belum dikonfirmasi secara resmi hingga 2014.

"Sampai saat ini, CIA belum secara resmi memberitahu keluarga Rahman tentang kematiannya, atau mengembalikan tubuhnya ke keluarganya," lanjut bunyi dokumen gugatan tersebut.

Kelaurga Rahman menuntut rilis catatan mengenai kematian dan tubuh korban di bawah Undang-Undang Kebebasan Informasi (FOIA).

Keluarga Rahman tak sendirian, namun ada gugatan lain atas nama dua pria yang juga disiksa di penjara CIA di Afghanistan. Gugatan itu diajukan terhadap dua psikiater kontrak CIA yang menyarankan teknik interogasi dan penyiksaan.

"Saya memiliki keyakinan bahwa orang-orang di Amerika akan tahu hal yang benar untuk pemerintah mereka lakukan adalah untuk memberi tahu saya dan keluarga saya apa yang terjadi pada tubuh ayah saya," kata Hajira Hematyara, putri Rahman, dalam sebuah pernyataan.

"Hanya dengan begitu kita akan bisa melakukan yang benar oleh ayah saya dan memberinya pemakaman yang layak," lanjut dia.

American Civil Liberties Union (ACLU), yang membantu keluarga Rahman mengajukan gugatan ke pengadilan, mengatakan direktur CIA Gina Haspel mencegah rilis informasi untuk melindungi reputasi agensi tersebut. "Karena itu terkait dengan peran pribadinya dalam penyiksaan dan penyalahgunaan tahanan," kata pengacara staf ACLU, Dror Ladin.

"Negara ini masih perlu terus memperhitungkan konsekuensi dari penyiksaan," ujar Ladin, seperti dikutip AFP.
(mas)
Berita Terkait
Jenderal AS Sebut Afghanistan...
Jenderal AS Sebut Afghanistan Berada di Ambang Perang Saudara
AS Kembali Wanti-wanti...
AS Kembali Wanti-wanti Soal Kebangkitan Al-Qaeda Pasca Penarikan Pasukan Asing
Janji Ceraikan Al-Qaeda,...
Janji 'Ceraikan' Al-Qaeda, Taliban Ternyata Masih Berhubungan Mesra
Jenderal Mark Milley:...
Jenderal Mark Milley: Al-Qaeda Dapat Mengancam AS dalam Setahun
AS: ISIS dan Al-Qaeda...
AS: ISIS dan Al-Qaeda Bisa Bangkit Kembali di Afghanistan dalam Kurun 6-36 Bulan
Blinken ‘Bantah’...
Blinken ‘Bantah’ Pernyataan Biden, Akui Al-Qaeda Masih ada di Afghanistan
Berita Terkini
Suriah Mencari Kesepakatan...
Suriah Mencari Kesepakatan Keamanan dengan Israel, Apa Dipicu Ketakutan atau Trauma?
1 jam yang lalu
Perang Ukraina Masuk...
Perang Ukraina Masuk ke Babak Baru, Pasokan Senjata Rusia ke Iran Terganggu
2 jam yang lalu
Tak Ada Jalan Keluar,...
Tak Ada Jalan Keluar, 6 Pilihan Strategi Trump saat Perang Iran Makin Memburuk
3 jam yang lalu
Rudal Iran Makin Akurat...
Rudal Iran Makin Akurat Gempur Pangkalan AS, Benar Canggih atau Dibantu Rusia dan China?
4 jam yang lalu
Mata-matai Para Pemimpin...
Mata-matai Para Pemimpin Rusia, Swedia Dirikan Biro Intelijen seperti MI6
4 jam yang lalu
Menghilang 27 Tahun,...
'Menghilang' 27 Tahun, Kapal Perang Nuklir 28.000 Ton Rusia Bersiap untuk Tempur Lagi
5 jam yang lalu
Infografis
11 Kapal Iran Kepung...
11 Kapal Iran Kepung Beberapa Kapal Perang AS dalam Jarak 9 Meter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved