Ukraina Darurat Militer, Rusia Tambah Sistem Rudal S-400 di Crimea

Rabu, 28 November 2018 - 23:38 WIB
Ukraina Darurat Militer,...
Ukraina Darurat Militer, Rusia Tambah Sistem Rudal S-400 di Crimea
A A A
MOSKOW - Rusia dalam watku dekat akan mengerahkan sistem rudal baru S-400 di semenanjung Crimea. Moskow umumkan pengerahan tambahan senjata pertahanan canggih itu setelah Ukraina mengumumkan darurat militer.

Kantor berita RIA, mengutip Kementerian Pertahanan Rusia, pada Rabu (28/11/2018) melaporkan tambahan sistem rudal S-400 akan beroperasi di Crimea pada akhir tahun ini. Namun, Moskow tak merinci berapa banyak sistem rudal baru yang akan dikerahkan.

Sistem rudal S-400 Triumph adalah sistem anti-pesawat yang dikembangkan oleh Rusia pada akhir 1980-an dan awal 1990-an. Rudalnya dapat mencapai target hingga jarak 400 kilometer. Sistem ini dapat mencegat target sejauh 600 kilometer dan dapat melacak 300 sasaran.

Moskow pada bulan September lalu telah mengoperasikan senjata pertahanan serupa di Feodosiya dan Sevastopol, semenanjung Crimea.

Rencana penambahan sistem rudal canggih oleh Moskow itu muncul di tengah konflik terbuka antara Ukraina dan Rusia atas status Crimea. Pada hari Minggu lalu, kapal perang Moskow menembaki kapal-kapal Kiev di Selat Kerch dengan alasan kapal-kapal militer Ukraina melanggar wilayah Rusia di Crimea.

Penembakan itu membuat sejumlah kapal militer Kiev rusak dan beberapa tentaranya terluka. Tiga kapal militer Kiev dan sejumlah tentaranya ditangkap pasukan Moskow.

Ukraina menanggapi situasi itu dengan memberlakukan Undang-undang Darurat Militer selama 30 hari di beberapa distrik yang sebagian besar di dekat perbatasan dengan Rusia.

Kementerian Pertahanan Rusia secara resmi belum bersedia mengomentari rencana penambahan sistem rudal S-400 di Crimea. Kantor kepresidenan Ukraina juga belum berkomentar.

Presiden Ukraina Petro Poroshenko kepada NBC News pada hari Selasa mengatakan bahwa Rusia akan membayar "harga mahal" jika menyerang Ukraina. Dia juga memperingatkan ancaman invasi darat oleh Rusia.

Poroshenko membela keputusan pemerintahannya yang memberlakukan darurat militer. Menurutnya, tidak akan ada pembatasan pada hak konstitusional dan kebebasan warga Ukraina terkait penerapan darurat militer. Namun, dia memberi isyarat bahwa ada kemungkinan "mobilisasi parsial" tentara.

"Jika ada agresi, akan ada mobilisasi parsial. Pertama dan terutama, (tentara) cadangan gelombang pertama akan dimobilisasi, di mana tentara akan mengemas ransel dan menulis surat ke kantor rekrutmen tentang kesiapan mereka untuk membela Ukraina," katanya, dalam sebuah pernyataan yang dirilis pemerintah.

"Dan segera, dari menit pertama, kami akan secara signifikan meningkatkan jumlah angkatan bersenjata kami, mendistribusikan sumber daya keuangan, menyediakan pasukan bersenjata kami dengan segala yang diperlukan dan memaksa musuh untuk bertanggung jawab atas pelanggaran perbatasan negara Ukraina," lanjut Poroshenko.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan pada hari Rabu bahwa tidak ada kontak telepon antara Presiden Vladimir Putin dan Presiden Poroshenko. Kiev mengklaim pihaknya telah meminta pembicaraan telepon dengan Moskow setelah insiden di Selat Kerch.
(mas)
Berita Terkait
Ukraina Klaim Hancurkan...
Ukraina Klaim Hancurkan S-400 Rusia Berkeping-keping dengan HIMARS
Pukulan Telak Buat Rusia,...
Pukulan Telak Buat Rusia, Ukraina Berhasil Hancurkan S-400 di Crimea
Ukraina Klaim Serang...
Ukraina Klaim Serang Sistem Rudal S-400 Rusia Dekat Belgorod
Inggris: Rusia Gunakan...
Inggris: Rusia Gunakan S-400 untuk Serang Ukraina karena Kekurangan Rudal
Ukraina Serang Resimen...
Ukraina Serang Resimen Rudal Rusia di Kursk, Klaim Hancurkan Radar S-400
S-400 Jadi Momok, Ukraina...
S-400 Jadi Momok, Ukraina Hanya Mampu Tembak Jatuh 30% Rudal Rusia
Berita Terkini
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
1 jam yang lalu
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
3 jam yang lalu
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
4 jam yang lalu
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
5 jam yang lalu
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
6 jam yang lalu
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
8 jam yang lalu
Infografis
Bina Siswa Nakal di...
Bina Siswa Nakal di Barak Militer, Maarif Institut: Berpotensi Merusak Sistem Pendidikan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved