Tiga Tentara AS Tewas Terkena Bom Taliban di Afghanistan

Rabu, 28 November 2018 - 01:11 WIB
Tiga Tentara AS Tewas...
Tiga Tentara AS Tewas Terkena Bom Taliban di Afghanistan
A A A
KABUL - Ledakan bom di tepi jalan menewaskan tiga tentara Amerika Serikat (AS) dan melukai tiga orang lainnya di dekat kota Ghazni di Afghanistan tengah, Selasa (27/11/2018). Misi Resolute Support NATO mengonfirmasi insiden tersebut.

Kelompok Taliban, yang menguasai sebagian besar wilayah Ghazni, mengaku bertanggung jawab atas serangan bom tersebut. Seorang kontraktor sipil Amerika merupakan satu di antara beberapa korban luka.

Seorang komandan Taliban di Ghazni mengatakan pasukan keamanan AS dan Afghanistan melakukan penggerebekan di berbagai wilayah Ghazni. Namun, gerilyawan Taliban berhasil menanam alat peledak improvisasi (IED) yang kuat di Shahbaz yang menargetkan salah satu kendaraan lapis baja pasukan kedua negara tersebut.

"Pasukan AS dan Afghanistan berusaha mati-matian untuk merebut kembali beberapa tempat penting di Ghazni dan telah melakukan beberapa serangan tetapi mereka tidak bisa berhasil dan menderita kerugian," kata komandan itu, yang dikutip Reuters, tanpa disebutkan namanya.

Pernyataan NATO tidak memberikan rincian tentang serangan bom tersebut. Namun, Mohammad Arif Noori, seorang juru bicara untuk gubernur provinsi setempat, mengatakan bahwa sebuah kendaraan lapis baja yang membawa pasukan AS terkena sebuah bom di pinggir jalan besar di daerah Shahbaz, tepat di luar kota, pada Selasa pagi.

Dia mengatakan pasukan khusus AS telah melakukan operasi dengan pasukan Afghanistan di sekitar kota Ghazni sejak Senin.

Korban bom itu adalah yang terbaru dari jumlah korban tewas dari pihak pasukan AS di Afghanistan. Sebelumnya, seorang tentara Ranger tewas selama operasi terhadap militan al-Qaeda di Provinsi Nimruz pada hari Sabtu.

Sepanjang tahun ini, sudah 11 anggota layanan militer AS tewas di Afghanistan termasuk "serangan orang dalam" yang dilakukan tentara atau pun polisi Afghanistan. Empat serdadu Ceko, yang tergabung dalam Misi Resolute Support NATO, juga telah terbunuh.

Militer AS belum memberikan konfirmasi atas ledakan bom yang menewaskan tiga tentaranya. Kota Ghazni, yang terletak di jalan raya utama yang menghubungkan Kabul dengan Kandahar, sejak awal tahun ini telah dipenuhi pasukan Taliban sebelum diperangi pasukan Afghanistan dan AS.

Sekitar 14.000 pasukan AS tetap berada di Afghanistan sebagai bagian dari Misi Resolute Support NATO dan misi kontra-terorisme terpisah yang ditujukan terhadap kelompok-kelompok militan seperti al-Qaeda dan ISIS.
(mas)
Berita Terkait
Taliban dan Gagalnya...
Taliban dan Gagalnya Amerika Serikat Membangun Negara Boneka di Afghanistan
Iran: Pengusiran Amerika...
Iran: Pengusiran Amerika Serikat dari Afghanistan 'Memalukan'
Taliban Kemungkinan...
Taliban Kemungkinan 'Paksa' AS Keluar Lebih Cepat dari Afghanistan
NATO-AS Sambut Baik...
NATO-AS Sambut Baik Gencatan Senjata Taliban dan Afghanistan
Perang AS di Afghanistan:...
Perang AS di Afghanistan: Habis Rp14.000 T, Tewaskan 3.586 Tentara NATO, lalu AS Hengkang
Senator Republik: Amerika...
Senator Republik: Amerika Serikat Akan Kembali ke Afghanistan
Berita Terkini
Dunia Harus Alihkan...
Dunia Harus Alihkan Perhatian ke Tepi Barat! Israel Terus Caplok Tanah Warga Palestina
1 jam yang lalu
10 Raja Terkaya di Dunia,...
10 Raja Terkaya di Dunia, Nomor 1 Punya Harta Tembus Rp700 Triliun
1 jam yang lalu
Suriah Mencari Kesepakatan...
Suriah Mencari Kesepakatan Keamanan dengan Israel, Apa Dipicu Ketakutan atau Trauma?
3 jam yang lalu
Perang Ukraina Masuk...
Perang Ukraina Masuk ke Babak Baru, Pasokan Senjata Rusia ke Iran Terganggu
3 jam yang lalu
Tak Ada Jalan Keluar,...
Tak Ada Jalan Keluar, 6 Pilihan Strategi Trump saat Perang Iran Makin Memburuk
4 jam yang lalu
Rudal Iran Makin Akurat...
Rudal Iran Makin Akurat Gempur Pangkalan AS, Benar Canggih atau Dibantu Rusia dan China?
5 jam yang lalu
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved