Inginkan S-400 dan Patriot, Trik Turki Manfaatkan Konflik AS-Rusia

Sabtu, 24 November 2018 - 10:43 WIB
Inginkan S-400 dan Patriot,...
Inginkan S-400 dan Patriot, Trik Turki Manfaatkan Konflik AS-Rusia
A A A
MOSKOW - Turki sudah meneken kontrak pembelian sistem pertahanan rudal S-400 Rusia. Namun, pemerintah Presiden Tayyip Erdogan mengisyaratkan untuk membeli juga sistem pertahanan rudal Patriot Amerika Serikat (AS).

Para ahli menilai Ankara sedang memainkan trik memanfaatkan konflik antara Washington dan Moskow.

Nikita Danyuk, wakil direktur Institute for Strategic Studies and Predictions yang berbasis di Moskow mengatakan memegang negosiasi dengan beberapa mitra dagang secara bersamaan sejalan dengan taktik Presiden Erdogan untuk menggunakan kesepakatan senjata sebagai alat tawar-menawar.

"Mencari kepemimpinan di Timur Tengah, Turki mencoba menggunakan konflik antara negara-negara kuat seperti AS dan Rusia untuk kepentingannya sendiri," katanya kepada Russia Today, yang dilansir Sabtu (24/11/2018).

"Dengan menjajaki kesepakatan itu, ada kemungkinan bahwa Erdogan ingin mendorong Moskow untuk memberikan konsesi tertentu dalam hal kerja sama militer," ujar analis tersebut.

Seperti diketahui, negara-negara yang membeli senjata dari Moskow berisiko terkena sanksi AS di bawah undang-undangnya yang bernama Countering America's Adversaries Through Sanctions Act (CAATSA). Untuk menghindari sanksi itu, kata Danyuk, Turki kemungkinan bersedia mengambil kesempatan untuk membeli sistem rudal AS.

Dia menambahkan bahwa Erdogan mungkin mengharapkan kesepakatan yang mungkin untuk menghalangi Presiden Donald Trump menekan Turki dalam memotong hubungan ekonominya dengan Iran.

Peneliti kebijakan luar negeri Rusia, Konstantin Truyevtsev, mengatakan bahwa Ankara berharap untuk menggeser kebijakan AS pada Kurdi Suriah dan bahkan membujuk Washington untuk menyerahkan pembangkang Turki Fethullah Gulen, yang oleh Erdogan dituduh mendalangi upaya kudeta 2016.

"Turki membuat isyarat niat baik, mengharapkan AS untuk mengubah pendiriannya terhadap Kurdi di Suriah. AS menghadapi dilema; terus mendukung Kurdi atau membiarkan Erdogan menghancurkan otonomi mereka," katanya.

Pentagon selama ini telah membantu kelompok paramiliter YPG Kurdi di Suriah utara dengan senjata dan pelatihan. Ankara menganggap YPG sebagai organisasi teroris dan meluncurkan beberapa operasi militer terhadap milisi Kurdi.

Truyevtsev, yang bekerja di Institute of Oriental Studies of the Russian Academy of Sciences Rusia, berpendapat bahwa Presiden Erdogan tidak mungkin berhasil mengubah strategi AS di kawasan itu, tetapi dia akan terus berusaha.

Ahli militer Aleksey Leonkov mengatakan oposisi AS bukan satu-satunya titik lemah Erdogan dalam memainkan trik tawar-menawar bisnis senjata. Menurutnya, akan sulit untuk membuat sistem rudal Patriot kompatibel dengan S-400 buatan Rusia, jika Turki memutuskan untuk menyebarkan keduanya.

"Ini diragukan bahwa rudal Patriot dapat berintegrasi dalam satu sistem kontrol dengan S-400," katanya. "AS tidak akan mengizinkannya, karena khawatir teknologi yang sangat rahasia akan bocor ke Moskow."

Isyarat Ankara untuk membeli sistem pertahanan rudal Patriot AS disampaikan Juru bicara Presiden Erdogan beberapa waktu lalu. "Turki tidak harus memenuhi kebutuhannya dari satu sumber, karena Turki adalah negara besar," kata juru bicara Erdogan.
(mas)
Berita Terkait
Kecil Kemungkinan Turki...
Kecil Kemungkinan Turki Jual S-400 Rusia ke AS
Menlu AS Desak Turki...
Menlu AS Desak Turki Buang S-400 Rusia
Disuruh Buang S-400...
Disuruh Buang S-400 Rusia, Ini Jawaban Turki
AS Nilai Keberadaan...
AS Nilai Keberadaan S-400 Rusia Ganggu Hubungan dengan Turki
Moskow Larang Turki...
Moskow Larang Turki Jual Sistem Rudal S-400 Rusia ke AS
AS Bersiap Sanksi Turki...
AS Bersiap Sanksi Turki Atas Pembelian S-400 Rusia
Berita Terkini
Tak Ingin Terus Jadi...
Tak Ingin Terus Jadi Target Rudal Iran, UEA Bayar Rp53 Triliun ke Teheran
38 menit yang lalu
Dunia Segara Akan Dengar...
Dunia Segara Akan Dengar Gema Kemenangan Iran
1 jam yang lalu
Hamas Peringatkan Israel...
Hamas Peringatkan Israel Perluas Garis Kuning Gaza untuk Gagalkan Perundingan Gencatan Senjata
2 jam yang lalu
Trump Cari Jalan Keluar...
Trump Cari Jalan Keluar Secepatnya untuk Hindari Dampak Politik dan Ekonomi Perang Iran
3 jam yang lalu
2 Pemain Sepak Bola...
2 Pemain Sepak Bola Brasil Masuk Daftar Pembunuhan oleh Situs Ukraina
4 jam yang lalu
Presiden Asosiasi Sepak...
Presiden Asosiasi Sepak Bola Palestina Kecam AS Tunda Visa untuk Acara Piala Dunia
5 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved