Iran Kutuk Sanksi Terbaru AS

Kamis, 22 November 2018 - 03:38 WIB
Iran Kutuk Sanksi Terbaru...
Iran Kutuk Sanksi Terbaru AS
A A A
TEHERAN - Iran mengutuk putaran baru sanksi Amerika Serikat (AS) yang dikenakan atas tuduhan pendanaan terorisme oleh Teheran.

Pada hari Selasa, Departemen Keuangan AS mengumumkan sanksi yang menargetkan "jaringan internasional" termasuk lima individu dan empat perusahaan. Sanksi tersebut ditujukan untuk menghentikan penjualan minyak ke rezim Assad di Suriah.Baca: Kirim Minyak Ilegal ke Suriah, AS Sanksi Iran dan Rusia
"Mereka yang merancang dan menerapkan sanksi yang sia-sia dan tidak efektif ini tidak akan pernah mencapai tujuan yang mereka inginkan," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Bahram Qassemi dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari Anadolu, Kamis (22/11/2018).

Target dari sanksi itu diduga terdiri dari "jaringan" di mana rezim Iran bekerja bersama-sama dengan perusahaan Rusia untuk memasok rezim Suriah dengan minyak.

Damaskus, pada gilirannya, diduga memfasilitasi transfer ratusan juta dolar kepada Pasukan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC-QF) untuk selanjutnya diberikan ke Hamas dan Hizbullah.

Ketegangan antara Washington dan Teheran telah meningkat sejak Mei lalu, ketika Presiden AS Donald Trump secara sepihak menarik negaranya dari kesepakatan nuklir 2015 antara Iran dan kelompok negara P5 + 1 (lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB plus Jerman).

Kesepakatan itu telah menempatkan pembatasan ketat pada program nuklir Iran dengan imbalan miliaran dolar dalam bantuan sanksi.

Pada bulan Juli, Departemen Luar Negeri AS mengumumkan niatnya untuk mengurangi pendapatan minyak Iran ke nol. Presiden Iran Hassan Rouhani dengan sigap menanggapi dengan memperingatkan AS atas penghambatan ekspor minyak Iran.

Bulan berikutnya, AS kembali memberlakukan sanksi ekonomi babak pertama terhadap Iran, yang terutama menargetkan sektor perbankan negara itu.

Fase kedua sanksi yang menargetkan sektor energi Iran mulai berlaku pada 5 November, meskipun Washington memberikan keringanan sementara kepada delapan pembeli terbesar minyak Iran - termasuk Turki - selama periode 180 hari.
(ian)
Berita Terkait
Mengapa Amerika Serikat...
Mengapa Amerika Serikat Memblokade Pelabuhan Iran?
Amerika Serikat Blacklist...
Amerika Serikat Blacklist Menteri Dalam Negeri Iran
SMURP Aksi Solidaritas...
SMURP Aksi Solidaritas di Monas, Serukan Boikot Produk Terafiliasi Israel dan AS
Iran Akan Pertimbangkan...
Iran Akan Pertimbangkan Negosiasi Langsung dengan Amerika Serikat
Seberapa Penting Timur...
Seberapa Penting Timur Tengah bagi Amerika Serikat?
Presiden Iran Ebrahim...
Presiden Iran Ebrahim Raisi Tiba di AS, Demonstran Bikin Tiang Gantungan
Berita Terkini
IAEA Yakin Persediaan...
IAEA Yakin Persediaan Uranium yang Diperkaya Masih Tersimpan di Fasilitas Nuklir Iran
1 jam yang lalu
1.022 Bayi Termasuk...
1.022 Bayi Termasuk dari 21.500 Anak yang Tewas Selama Genosida 1.000 Hari di Gaza
2 jam yang lalu
Gelombang Panas Terus...
Gelombang Panas Terus Terjadi, Warga Prancis Serbu Supermarket, Berebut Beli AC
3 jam yang lalu
Jenazah Anggota Keluarga...
Jenazah Anggota Keluarga Khamenei akan Dimakamkan, Termasuk Cucunya Umur 3 Tahun
4 jam yang lalu
Uni Eropa Sembunyikan...
Uni Eropa Sembunyikan 17 File Rahasia Gaza, PBB Sebut Israel Lakukan Genosida
5 jam yang lalu
Diplomat AS Ingin Ubah...
Diplomat AS Ingin Ubah Taiwan Jadi Sarang Lebah Drone
6 jam yang lalu
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved