Isinya Mengerikan, Trump Tak Mau Dengar Rekaman Pembunuhan Khashoggi

Senin, 19 November 2018 - 07:24 WIB
Isinya Mengerikan, Trump...
Isinya Mengerikan, Trump Tak Mau Dengar Rekaman Pembunuhan Khashoggi
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald John Trump tidak ingin mendengarkan rekaman audio yang diduga menggambarkan pembunuhan terhadap wartawan Arab Saudi, Jamal Khashoggi. Alasannya, isi rekaman itu mengerikan.

"Kami memiliki rekaman itu. Saya tidak ingin mendengar rekaman itu. Tidak ada alasan bagi saya untuk mendengar rekaman itu," kata Trump dalam program Fox News Sunday.

Ditanya pembawa acara program Chris Wallace mengapa dia tidak ingin mengenali bukti penting dalam pembunuhan jurnalis pengkritik rezim Riyadh tersebut, Trump menjawab; "Karena itu adalah rekaman penderitaan."

Khashoggi dibunuh skuat algojo Riyadh yang berjumlah sekitar 15 orang di Konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober 2018. Wartawan yang berstatus penduduk AS itu mendatangi konsulat untuk memperoleh dokumen perceraian dengan mantan istrinya sebagai syarat untuk menikahi tunangannya, yakni perempuan Turki bernama Hatice Cengiz.

Meski menolak mendengar rekaman audio itu, Trump mengaku sudah mendapat penjelasan tentang isi rekaman.

"Ini adalah rekaman sangat keras, sangat ganas dan mengerikan," kata Trump, yang dilansir Reuters, Senin (19/11/2018)."Tidak ada alasan bagi saya untuk mendengarnya," katanya lagi.

Menurut investigator Turki, Khashoggi dibunuh secara brutal, yakni tubuhnya dipotong-potong oleh skuat algojo Saudi di konsulat. Otoritas Saudi awalnya menyangkal bahwa jurnalis itu dibunuh di konsulat.

Namun, ketika semua bukti menunjuk pada para pejabat intelijen Saudi, pemerintah akhirnya mengakui bahwa Khashoggi terbunuh dalam interogasi. Rekaman yang terhubung di Apple Watch milik Khashoggi menjadi salah satu bukti.

Otoritas Turki mengatakan mereka telah mendapatkan rekaman audio yang mengerikan itu dan telah membagikannya dengan beberapa negara, termasuk AS.

Beberapa hari lalu, Washington Post melaporkan bahwa CIA menyimpulkan "dengan keyakinan tinggi" bahwa pembunuhan kolumnisnya itu diperintahkan oleh Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman (MBS).

Wallace bertanya pada Trump apakah MBS berbohong ketika dia secara pribadi meyakinkan Trump bahwa dia tidak ada hubungannya dengan kejahatan itu.

“Siapa yang benar-benar tahu? Tapi saya bisa mengatakan ini; dia punya banyak orang sekarang yang mengatakan dia tidak memiliki pengetahuan (tentang itu)," kata Trump.

Sejak skandal pembunuhan itu terungkap, Trump enggan menghukum Riyadh. Terlebih, negara kaya di Teluk itu adalah salah satu mitra keamanan dan bisnis utama Amerika.

Dalam wawancara hari Minggu, dia menegaskan kembali komitmennya untuk tetap dengan sekutu Amerika tersebut.

Awal pekan ini, Washington menyetujui 17 pejabat Saudi yang jadi tersangka pembunuhan Khashoggi dijatuhi sanksi. Dari 17 pejabat itu, beberapa di antaranya adalah orang dekat Putra Mahkota MBS.
(mas)
Berita Terkait
Diserang Wartawan Soal...
Diserang Wartawan Soal Pembunuhan Khashoggi, Trump Bela MBS di Gedung Putih
Tunangan Khashoggi Peringatkan...
Tunangan Khashoggi Peringatkan Biden: Jangan Letakkan Minyak di Atas Prinsip
Anggota Dewan Kota Usulkan...
Anggota Dewan Kota Usulkan Nama Jalan Kedubes Saudi Diganti jadi Khashoggi
Jamal Khashoggi, Jurnalis...
Jamal Khashoggi, Jurnalis Arab Saudi yang Dibunuh Secara Misterius
Istri Khashoggi Desak...
Istri Khashoggi Desak Turki Serahkan Bukti Pembunuhan Suaminya
New York Times: Pembunuh...
New York Times: Pembunuh Khashoggi Terima Pelatihan Paramiliter di AS
Berita Terkini
Putin Klaim Armada Kapal...
Putin Klaim Armada Kapal Pemecah Es Rusia Tak Memiliki Pesaing
20 menit yang lalu
Houthi dan Milisi Irak...
Houthi dan Milisi Irak Kompak Serang Arab Saudi, Riyadh: Agresor Itu Didukung Iran
2 jam yang lalu
Dunia Harus Alihkan...
Dunia Harus Alihkan Perhatian ke Tepi Barat! Israel Terus Caplok Tanah Warga Palestina
4 jam yang lalu
10 Raja Terkaya di Dunia,...
10 Raja Terkaya di Dunia, Nomor 1 Punya Harta Tembus Rp700 Triliun
4 jam yang lalu
Suriah Mencari Kesepakatan...
Suriah Mencari Kesepakatan Keamanan dengan Israel, Apa Dipicu Ketakutan atau Trauma?
6 jam yang lalu
Perang Ukraina Masuk...
Perang Ukraina Masuk ke Babak Baru, Pasokan Senjata Rusia ke Iran Terganggu
6 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved