Andalkan NATO, PM Belanda Tolak Ide Pembentukan Tentara Eropa

Sabtu, 17 November 2018 - 03:09 WIB
Andalkan NATO, PM Belanda...
Andalkan NATO, PM Belanda Tolak Ide Pembentukan Tentara Eropa
A A A
AMSTERDAM - Perdana Menteri (PM) Belanda Mark Rutte menolak gagasan pembentukan Tentara Eropa yang disuarakan Jerman dan Prancis. Rutte lebih memilih NATO sebagai solusi perlindungan Eropa.

"Ide Tentara Eropa berjalan terlalu jauh untuk Belanda," katanya setelah pertemuan kabinet pada hari Jumat. "NATO adalah dan tetap menjadi landasan kebijakan pertahanan kita," katanya lagi, yang dilansir Reuters, Sabtu (17/11/2018).

Presiden Prancis Emmanuel Macron memicu kontroversi pekan lalu dengan usulnya untuk pembentukan Tentara Eropa untuk melindungi diri Eropa dari China, Rusia dan bahkan Amerika Serikat.

Macron mengatakan bahwa dia ingin mengurangi ketergantungan Eropa pada militer dan senjata AS untuk keamanannya.

Seruan Macron mencerminkan keinginan di antara beberapa negara Eropa untuk lebih otonom dalam menangani pertahanan kolektif mereka sendiri. Sikap itu muncul setelah Presiden AS Donald Trump mengkritik Eropa yang kontribusi pendanaannya terhadap NATO kurang memadai.

Trump beberapa hari lalu menyebut gagasan Macron "sangat menghina" AS. "Eropa seharusnya pertama membayar bagian yang adil dari NATO, yang sangat disubsidi AS," tulis Trump di Twitter.

Sedangkan Kanselir Jerman Angela Merkel mendukung ide Macron. Selama sesi parlemen Eropa, Merkel menekankan perlunya Eropa untuk meningkatkan kemampuan pertahanan diri, dan Tentara Eropa bisa berjalan sejajar dengan NATO.

"Eropa harus mengambil nasib ke tangan kami sendiri jika kami ingin melindungi komunitas kami," katanya.

Namun Rutte bersikeras NATO tetap menjadi penjaga utama keamanan Eropa. "Sejauh yang saya ketahui, itu adalah ilusi untuk berpikir bahwa Uni Eropa tanpa NATO dapat menjamin keselamatannya," kata Rutte.

"NATO, dan Amerika Serikat dalam originasi, tetap menjadi mitra penting bagi perdamaian dan keamanan di Eropa dan kami akan terus menunjukkan hal itu kepada mitra kami dalam diskusi kami," katanya.
(mas)
Berita Terkait
5 Negara NATO dengan...
5 Negara NATO dengan Militer Terkuat Jika Amerika Serikat Keluar, Siapa Saja?
Gedung Putih Tarik Pasukan...
Gedung Putih Tarik Pasukan AS dari Jerman
Jerman-Prancis Kurangi...
Jerman-Prancis Kurangi Penggunaan Teknologi AS Dalam Produksi Alat Militer
2 Jet Tempur Asing Bawa...
2 Jet Tempur Asing Bawa Bom Nuklir Terpantau di Atas Amerika Serikat
Negara yang Tidak Punya...
Negara yang Tidak Punya Hubungan Diplomatik dengan Palestina
Frustasi dengan AS,...
Frustasi dengan AS, Jerman dan Prancis Setop Pembicaraan Reformasi WHO
Berita Terkini
Eropa Bagai Neraka Akibat...
Eropa Bagai Neraka Akibat Kebakaran Hutan dan Gelombang Panas, Ini 5 Faktanya
59 menit yang lalu
Putin Klaim Armada Kapal...
Putin Klaim Armada Kapal Pemecah Es Rusia Tak Memiliki Pesaing
1 jam yang lalu
Houthi dan Milisi Irak...
Houthi dan Milisi Irak Kompak Serang Arab Saudi, Riyadh: Agresor Itu Didukung Iran
4 jam yang lalu
Dunia Harus Alihkan...
Dunia Harus Alihkan Perhatian ke Tepi Barat! Israel Terus Caplok Tanah Warga Palestina
6 jam yang lalu
10 Raja Terkaya di Dunia,...
10 Raja Terkaya di Dunia, Nomor 1 Punya Harta Tembus Rp700 Triliun
6 jam yang lalu
Suriah Mencari Kesepakatan...
Suriah Mencari Kesepakatan Keamanan dengan Israel, Apa Dipicu Ketakutan atau Trauma?
7 jam yang lalu
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved