Ingin Gabung ISIS, Paspor Penyerang Melbourne Dibatalkan 2015

Sabtu, 10 November 2018 - 15:53 WIB
Ingin Gabung ISIS, Paspor...
Ingin Gabung ISIS, Paspor Penyerang Melbourne Dibatalkan 2015
A A A
MELBOURNE - Pemerintah Australia tercatat pernah membatalkan pengajuan paspor Hassan Khalif Shire Ali, 30, pria yang tewas setelah melakukan serangan teror di Melborune, kemarin. Pembatalan penerbitan paspor dilakukan tahun 2015 karena Ali ingin bergabung dengan kelompok ISIS di Suriah.

Namun niat untuk bergabung dengan kelompok ekstremis itu diketahui oleh polisi dan badan-badan intelijen Australia, Ali tidak diawasi secara aktif sebelum akhirnya melakukan serangan Bourke Street, Melborune, pada Jumat siang.

Dalam serangan kemarin, Ali mula-mula mengemudikan kendaraan 4x4 yang sarat dengan botol gas ke pusat kota. Dia meledakkan mobil itu, kemudian menikam seorang pejalan kaki hingga tewas dan melukai dua orang lainnya.

Polisi menembaknya di tempat kejadian dan dia dinyatakan tewas di rumah sakit pada Jumat malam. Kelompok ISIS mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Korban serangan yang tewas telah diidentifikasi bernama Sisto Malaspina, 74, seorang pemilik kafe terkenal Italia, Pellegrini.

Dua korban luka adalah seorang pensiunan asal Tasmania; Rod Patterson, 58, dan seorang penjaga keamanan berusia 24 tahun asal Hampton Park. Keduanya sedang menjalani operasi di rumah sakit Royal Melbourne.

Pihak penyidik ​​kontra-terorisme telah melakukan penggerebekan di dua rumah kerabat Ali di Werribee dan Meadows Heights pada Sabtu (10/11/2018) pagi.

Wakil komisaris polisi Federal Australia, Ian McCartney mengatakan ancaman terorisme telah berkurang dan Ali dinyatakan sebagai pelaku serangan tunggal.

Menurut McCartney, pihak berwenang pernah membatalkan pengajuan paspor Ali pada 2015 ketika Organisasi Intelijen Keamanan Australia menilai bahwa dia berencana melakukan perjalanan ke Suriah untuk bertempur bersama ekstremis Isis.

"Penilaian yang dibuat sementara adalah dia memiliki pandangan radikal, dia tidak menimbulkan ancaman dalam kaitannya dengan keamanan nasional," kata McCartney.

"Tindakan kemarin bagi kami adalah pemeriksaan realitas, bahkan dengan runtuhnya (khailafah ISIS di Irak dan Suriah)," ujarnya, seperti dikutip The Guardian.

Kepala komisaris polisi Victoria Graham Ashton memuji upaya dua petugas polisi yang menghadapi Shire Ali. Kedua polisi tersebut menerima dukungan emosional.

Polisi yang menembak Ali baru lulus dari akademi kepolisian tiga bulan yang lalu.

Menurut Ashton, Shire Ali memiliki riwayat penyalagunaan narkoba, pencurian, dan pelanggaran mengemudi. Dia merupakan imigran dari Somalia tahun 1990-an dan telah tinggal di pinggiran barat laut Melbourne.
(mas)
Berita Terkait
Wanita dan Anak Warga...
Wanita dan Anak Warga Australia Diculik dari Kamp Pengungsi Suriah
Teroris ISIS Neil Christopher...
Teroris ISIS Neil Christopher Prakash Dipulangkan ke Australia
ISIS Serbu Penjara Kurdi...
ISIS Serbu Penjara Kurdi Suriah, 25 Tewas
Pemberontak Gelar Serangan...
Pemberontak Gelar Serangan Kejutan Skala Besar di Suriah
ISIS Dituding Curi Ribuan...
ISIS Dituding Curi Ribuan Domba di Suriah untuk Membiayai Sel-sel Teror
Reaksi terhadap Transisi...
Reaksi terhadap Transisi Suriah dan Kekhawatiran Kembalinya ISIS
Berita Terkini
Ini Bukti Biadabnya...
Ini Bukti Biadabnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat
25 menit yang lalu
Trump: 49 Rudal Tomahawk...
Trump: 49 Rudal Tomahawk Gempur Iran, AS Akan Bombardir Habis-habisan
53 menit yang lalu
Iran Balas Bombardir...
Iran Balas Bombardir 18 Target Militer AS, Termasuk Sistem Rudal Patriot
1 jam yang lalu
Sistem Rudal Iran Tembaki...
Sistem Rudal Iran Tembaki Jet Tempur F-16 AS
1 jam yang lalu
AS Menyerang Lagi, Iran...
AS Menyerang Lagi, Iran Tutup Total Selat Hormuz
2 jam yang lalu
AS Bombardir Iran 2...
AS Bombardir Iran 2 Hari Berturut-turut saat Harga Minyak Melonjak
2 jam yang lalu
Infografis
Trump Ingin Jadi Paus...
Trump Ingin Jadi Paus Berikutnya, Pimpin Gereja Katolik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved