Kecam Sanksi, Khamenei: Trump Permalukan Martabat AS

Minggu, 04 November 2018 - 01:53 WIB
Kecam Sanksi, Khamenei:...
Kecam Sanksi, Khamenei: Trump Permalukan Martabat AS
A A A
TEHERAN - Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menentang babak baru sanksi Amerika Serikat (AS) terhadap Teheran. Dia mengecam Presiden Donald Trump yang dia sebut telah mempermalukan sisa-sisa martabat Amerika.

"Presiden baru AS ini telah mempermalukan sisa-sisa martabat Amerika dan demokrasi liberalnya. Kekuatan keras Amerika, yaitu kekuatan ekonomi dan militer mereka, juga menurun," kata Khamenei dalam pidato kepada para mahasiswa di Teheran, Sabtu (3/11/2018).

Menurutnya, AS telah gagal mendapatkan kembali pengaruhnya di Iran sejak Revolusi Islam 1979 yang menggulingkan rezim Shah yang ramah dengan Washington.

“Tujuan Amerika adalah untuk membangun kembali dominasi yang dimilikinya (sebelum 1979) tetapi gagal. Amerika telah dikalahkan oleh Republik Islam selama 40 tahun terakhir," lanjut Khamenei yang disiarkan stasiun televisi negara Iran, yang dilansir Reuters, Minggu (4/11/2018).

Kecaman Khamenei muncul setelah administrasi Trump bersiap untuk menerapkan kembali seluruh sanksi ekonomi terhadap Iran yang sebelumnya dicabut di bawah kesepakatan nuklir 2015. Pemberlakuan seluruh sanksi yang berlaku mulai 5 November ini menargetkan 700 entitas dan individu Iran.

Kesepakatan nuklir yang bernama resmi Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) 2015 itu disepakati oleh Iran dengan enam kekuatan dunia (AS, Rusia, Inggris, Prancis, Jerman dan China). Saat itu AS dipimpin Presiden Barack Obama. Dalam perjanjian JCPOA 2015, Iran bersedia mengekang program nuklirnya dengan imbalan pencabutan sanksi internasional.

Namun, sejak Trump menggantikan Obama kebijakan AS berubah drastis. Trump nekat menarik AS keluar dari JCPOA 2015 dan akan memberlakukan seluruh sanksi terhadap Iran yang telah dicabut.

Uni Eropa (UE), Prancis, Jerman dan Inggris mengecam keputusan pemerintah Trump yang "mengkhianati" JCPOA 2015. Mereka menegaskan komitmennya untuk melindungi perusahaan Eropa dari sanksi AS karena melakukan bisnis dengan Teheran.

Kecaman itu disuarkan Perwakilan Tinggi UE Federica Mogherini, Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian, Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas, Menteri Luar Negeri Inggris Jeremy Hunt dan beberapa pejabat lain.

Negara-negara Eropa itu akan bekerja sama dengan Rusia dan China untuk menghindari tekanan AS.
(mas)
Berita Terkait
Buntu, Iran Minta Bantuan...
Buntu, Iran Minta Bantuan Eropa Kembalikan AS ke Perjanjian Nuklir
UE: Pembicaraan untuk...
UE: Pembicaraan untuk Hidupkan Kembali Kesepakatan Nuklir Iran Hampir Rampung
Menlu Iran Tantang Trump...
Menlu Iran Tantang Trump Kembali ke Kesepakatan Nuklir 2015
Negosiator Pembicaraan...
Negosiator Pembicaraan Nuklir AS, UE dan Iran Gelar Pertemuan Mendadak di Wina
Trump Surati Iran, Beri...
Trump Surati Iran, Beri Ultimatum 2 Bulan untuk Kesepakatan Nuklir Baru
Jelang Lengser, Donald...
Jelang Lengser, Donald Trump Ingin Serang Situs Nuklir Utama Iran
Berita Terkini
Jika Arab Saudi Punya...
Jika Arab Saudi Punya Senjata Nuklir, Kenapa Banyak Negara Khawatir?
1 jam yang lalu
4 Fakta Gunung Pickaxe,...
4 Fakta Gunung Pickaxe, Fasilitas Rahasia Nuklir Iran yang Jadi Target Serangan AS
2 jam yang lalu
Siapa Khalil al-Hayya?...
Siapa Khalil al-Hayya? Pemimpin Baru Hamas yang Dikenal sebagai Tangan Kanan Iran di Gaza
3 jam yang lalu
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
5 jam yang lalu
Serangan AS ke Iran...
Serangan AS ke Iran Tak Punya Strategi, Apakah Trump Sudah Putus Asa?
6 jam yang lalu
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
8 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Mojtaba Khamenei...
4 Alasan Mojtaba Khamenei Bersumpah Ingin Balas Dendam Kematian Ayahnya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved