Cegah ISIS dari Suriah, Irak Sebar 30.000 Pasukan

Sabtu, 03 November 2018 - 06:38 WIB
Cegah ISIS dari Suriah,...
Cegah ISIS dari Suriah, Irak Sebar 30.000 Pasukan
A A A
BAGHDAD - Irak mengerahkan pasukan hingga 30.000 personel di sepanjang perbatasan barat Irak untuk mencegah kelompok ISIS masuk dari wilayah Suriah. Baghdad tidak ingin peristiwa invasi kelompok ekstremis pada 2014 lalu terulang lagi.

Dua brigade Angkatan Darat Irak, masing-masing mengerahkan 3.000 hingga 5.000 tentara sejumlah wilayah perbatasan dalam hari terakhir.

Selain itu, milisi Muslim Syiah yang dikenal sebagai Pasukan Mobilisasi Populer (PMF) mengumumkan bahwa 20.000 pasukannya telah dikerahkan kembali ke perbatasan yang sama. "Untuk menjamin keamanan wilayah perbatasan setelah beberapa desa Suriah jatuh di bawah kendali ISIS," kata PMF dalam sebuah pernyataan.

Irak belum bisa melupakan peristiwa menyedihkan ketika kelompok ISIS (Islamic State) mengambil alih provinsi Nineveh dan mengumumkan kekhalifahan sebelum menyebar lebih jauh ke wilayah lain di negara tersebut.

Banyak daerah di Suriah dan Irak yang baru saja dibebaskan dari kendali ISIS. Namun, provinsi Anbar di Irak barat masih menjadi rumah bagi banyak militan kelompok tersebut.

Pekan lalu, kelompok militan ISIS meluncurkan salah satu serangan paling sengit tahun ini terhadap kelompok opsosisi Suriah yang didukung Amerika Serikat (AS), Pasukan Demokratik Suriah (SDF). Serangan itu menewaskan sekitar 70 personel SDF.

PMF mengklaim telah menewaskan dua komandan ISIS yang bertanggung jawab atas serangan terhadap SDF.

Bulan lalu, ISIS menyerbu desa Gharib di Irak utara dan menewaskan tiga penduduk desa serta melukai sembilan warga lainnya setelah penduduk menolak untuk berkolaborasi dengan mereka. Kelompok itu menuntut diberi persediaan makanan dan amunisi.

Hisham al-Hashimi, seorang ahli ISIS yang memberi nasihat kepada pemerintah Irak, mengatakan kelompok militan itu sekarang beroperasi seperti yang terjadi pada 2010. "Meski kehilangan wilayahnya, mereka masih memiliki senjata untuk menyerang," katanya, seperti dikutip NBC News, Sabtu (3/11/2018).

Sebuah laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa pada bulan Agustus mengatakan ISIS memiliki hingga 30.000 anggota yang didistribusikan di Suriah dan Irak. Kelompok itu juga masih memiliki jaringan global yang tetap menimbulkan ancaman.

"Jangan salah tentang itu, karena ISIS telah runtuh ke dalam, dengan cara mereka sendiri, mereka telah memperkuat sebuah pusat karena mereka telah dipaksa memasuki apa yang sekarang kurang dari 2 persen dari wilayah asli mereka," kata Menteri Pertahanan Amerika Serikat James Mattis di Paris bulan lalu.
(mas)
Berita Terkait
Rusia Pulangkan 145...
Rusia Pulangkan 145 Anak Militan ISIS dari Suriah dan Irak
Profil Abu al-Hassan...
Profil Abu al-Hassan al-Hashemi al-Quraishi, Pemimpin ISIS yang Meledakkan Dirinya Saat Dikepung
Denmark Tarik Pasukan...
Denmark Tarik Pasukan dari Suriah dan Irak, Ini Tujuannya
3 Negara Tetangga Indonesia...
3 Negara Tetangga Indonesia Penghasil Militan ISIS Terbanyak
Daftar Negara Asia Tengah...
Daftar Negara Asia Tengah dengan Jumlah Militan ISIS Terbanyak
4.500 Tahanan ISIS Dipindahkan...
4.500 Tahanan ISIS Dipindahkan dari Suriah ke Irak
Berita Terkini
Mossad Pasok Milisi...
Mossad Pasok Milisi Kurdi dengan Senjata yang Disita dari Hamas dan Hizbullah
53 menit yang lalu
Hamas Tak akan Serahkan...
Hamas Tak akan Serahkan Persenjataan, tapi Hanya Polisi yang Bawa Senjata di Gaza
1 jam yang lalu
Drone Terjang Galilea...
Drone Terjang Galilea Barat Beberapa Menit setelah Netanyahu Pergi
2 jam yang lalu
Iran Sebut Pangkalan...
Iran Sebut Pangkalan AS Target Sah dan Sumber Kekacauan Timur Tengah
3 jam yang lalu
Mayoritas Penduduk di...
Mayoritas Penduduk di 36 Negara Anggap Israel Tidak Baik
4 jam yang lalu
Iran Berupaya Pungut...
Iran Berupaya Pungut Biaya Layanan, Bukan Tol untuk Lintasi Selat Hormuz
5 jam yang lalu
Infografis
Angkatan Darat Amerika...
Angkatan Darat Amerika Serikat Incar 'Pasukan Tua' Masuk Militer
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved