AS Pulihkan Seluruh Sanksi Iran, 700 Lebih Entitas Terkena

Sabtu, 03 November 2018 - 00:45 WIB
AS Pulihkan Seluruh...
AS Pulihkan Seluruh Sanksi Iran, 700 Lebih Entitas Terkena
A A A
WASHINGTON - Pemerintah Amerika Serikat (AS) memulihkan semua sanksi terhadap Iran yang sebelumnya dicabut di bawah kesepakatan nuklir 2015. Semua sanksi yang mulai berlaku 5 November tersebut menargetkan lebih dari 700 entitas dan individu.

Departemen Keuangan AS dalam pegumumannya hari Jumat (2/11/2018) mengatakan ratusan orang telah masuk black list (daftar hitam) sanksi. Menurut Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin, jumlah itu termasuk orang-orang yang diberikan bantuan di bawah kesepakatan nuklir 2015, serta lebih dari 300 nama baru.

Mnuchin juga mengancam sanksi terhadap layanan transaksi SWIFT. "SWIFT tidak berbeda dari entitas lain," kata Mnuchin kepada wartawan.

"Kami telah menyarankan SWIFT bahwa mereka harus memutuskan semua lembaga keuangan Iran yang kami tetapkan secepat mungkin secara teknologi untuk menghindari paparan sanksi," ujarnya.

Menteri Luar Negeri Michael Pompeo telah mengonfirmasi laporan sebelumnya bahwa delapan negara akan menerima pengecualian sebagai negara yang tehindar dari sanksi terkait aktivitasnya dalam pembelian minyak Iran.

Dia tidak merinci delapan negara itu. Namun, laporan Bloomberg menyebut negara-negara yang masuk pengecualian itu di antaranya Jepang, India dan Korea Selatan.

Menurut Pompeo rincian lebih lanjut soal pemulihan seluruh sanksi terhadap Iran akan tersedia pada hari Senin (5/11/2018).

Teheran Menolak


Sementara itu, Teheran menolak pemulihan seluruh sanksi dari AS yang telah dicabut. Negara para Mullah itu mengklaim sepenuhnya mampu mengelola ekonomi meskipun ada tekanan asing yang hebat.

"Sanksi baru AS sebagian besar akan memiliki efek psikologis," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Bahram Qasemi di stasiun televisi negara. "AS tidak akan mencapai tujuan politiknya melalui sanksi tersebut," katanya.

Ini adalah sanksi kedua yang akan diberlakukan kembali setelah Presiden AS Donald Trump menarik Amerika Serikat keluar dari perjanjian penting, yang ditandatangani oleh Iran dan enam kekuatan dunia pada tahun 2015. Perjanjian itu bernama resmi Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) 2015.

Sanksi Washington terhadap Teheran mencakup sektor pelayaran, keuangan dan energi Iran; dan menghukum negara lain yang tidak berhenti berbinis dengan Teheran.
(mas)
Berita Terkait
Menlu Iran Tantang Trump...
Menlu Iran Tantang Trump Kembali ke Kesepakatan Nuklir 2015
Trump Surati Iran, Beri...
Trump Surati Iran, Beri Ultimatum 2 Bulan untuk Kesepakatan Nuklir Baru
Jelang Lengser, Donald...
Jelang Lengser, Donald Trump Ingin Serang Situs Nuklir Utama Iran
Oman bisa Jadi Penengah...
Oman bisa Jadi Penengah Perundingan Nuklir Baru Iran dan AS
Proposal Nuklir Trump...
Proposal Nuklir Trump Izinkan Iran Memperkaya Uranium
Trump Peringatkan Iran...
Trump Peringatkan Iran Jangan Main-main dengan AS!
Berita Terkini
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
7 menit yang lalu
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa 10.000 Orang Mengungsi, Spanyol Nyatakan Darurat Nasional
36 menit yang lalu
Seorang Pangeran Arab...
Seorang Pangeran Arab Saudi Tewas di Hotel Kensington usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
59 menit yang lalu
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
1 jam yang lalu
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
2 jam yang lalu
Masalah Kualitas dan...
Masalah Kualitas dan Krisis Internal Hambat Ambisi Ekspor Senjata China
2 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved