Canda PM Mahathir di Usia Uzur: Saya Harus Mati Sekarang

Jum'at, 02 November 2018 - 06:32 WIB
Canda PM Mahathir di...
Canda PM Mahathir di Usia Uzur: Saya Harus Mati Sekarang
A A A
PUTRAJAYA - Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohammad melontarkan keluhannya sebagai pemimpin tertua di dunia dengan usia 93 tahun. Di usia senjanya, dia masih bergulat dengan persoalan negaranya termasuk membayar utang nasional yang membengkak.

Dia menjadi PM Malaysia lagi setelah sekian tahun lamanya pensiun dari panggung politik.

"Saya harus mati sekarang, sebenarnya," canda dia dalam sebuah wawancara dengan AFP pada hari Kamis (1/11/2018).

Meski sebagai negarawan veteran, Mahathir tetap dengan pandangan jujur dan sikap kerasnya terkait isu-isu kontroversial, termasuk hak-hak gay dan anti-Semitisme.

Mahathir mengakui perjalanannya untuk kembali memimpin Malaysia bukan hal mudah. Dengan masalah kesehatan yang meningkat dalam beberapa tahun terakhir, dia berjuang dalam pemilu yang berhasil melengserkan rezim Najib Razak yang pemerintahannya dilanda korupsi.

Sejumlah mantan pejabat era Najib telah ditangkap karena korupsi, yang sebagian besar terkait dengan skandal 1Malaysia Development Berhad (1MDB). Dalam skandal keuangan itu, miliaran dollar dana 1MDB diduga dijarah dalam penipuan yang membentang dari Singapura hingga Swiss.

Selain tindakan keras terhadap korupsi, Mahathir berusaha melunasi utang nasional sebesar USD250 miliar. Dia juga telah membatalkan serangkaian proyek besar yang didukung China, yang membahayakan kemarahan negara dengan ekonomi nomor dua dunia itu.

Di atas itu, koalisinya sendiri adalah aliansi yang tidak mudah. Itu dirakit bersama-sama sebagai sarana untuk mengusir Najib dan dikemas dengan para politisi yang dengan keras menentangnya, termasuk mantan musuh bebuyutannya; Anwar Ibrahim. Anwar Ibrahi sendiri merupakan calon pengganti PM Mahathir.

"Sangat melelahkan," ujar pemimpin tua ini. "Kali ini saya harus melakukan lebih banyak pekerjaan daripada pertama kali saya menjadi perdana menteri. Seluruh mesin pemerintah telah hampir hancur," paparnya.

Kemenangan Mahathir dalam pemilu beberapa bulan lalu membuat hampir semua orang, termasuk aliansinya sendiri, mengejutkan. Momen yang kerap dinamai sebagai "gempa politik" itu telah menggulingkan koalisi Barisan Nasional setelah enam dekade berkuasa.

Berbeda dengan nasib Najib, dia istrinya yang menggemari barang-barang mewah; Datin Seri Rosmah Mansor, telah ditangkap Komisi Anti-Korupsi Malaysia (MACC). Najib kini telah dididakwa dengan total 38 tuduhan korupsi yang membuatnya bisa menghadapi hukuman penjara yang lama.

Sejumlah uang tunai, perhiasan dan ratusan tas desainer top dunia senilai lebih dari USD270 juta disita dari properti yang dikaitkan dengan pasangan tersebut.

Tak hanya mengurusi utang, Mahathir juga terpaksa melakukan "bersih-bersih" di pemerintahannya dengan menyingkirkan para pejabat bermasalah.

"Saya harus menyingkirkan orang-orang yang di masa lalu, di bawah pemerintahan sebelumnya, telah secara politik terlibat dengan pemerintah," kata Mahathir dalam wawancara di kantor yayasan yang dia pimpin.

"Banyak hal yang dimanjakan oleh Najib dalam usahanya menggunakan setiap institusi untuk memastikan kemenangannya dalam pemilu," ujar Mahathir.

Mahathir, yang berani membatalkan proyek jalur kereta api dan gas yang dibiayai China, telah mengambil risiko memburuknya hubungan Malaysia dengan Beijing. Ketimbang melanjutkan proyek besar itu, dia lebih mencari uang untuk melunasi utang.

"Kami tidak mampu membelinya," kata Dr Mahathir tentang kesepakatan proyek dengan China. Namun, dia menegaskan hubungan dengan China masih baik.
(mas)
Berita Terkait
Ratusan Tas Mewah Milik...
Ratusan Tas Mewah Milik Istri Najib Rusak di Tangan Polisi yang Menyitanya
Tok! Eks PM Malaysia...
Tok! Eks PM Malaysia Najib Razak Divonis Bebas
Korupsi, Seorang Sheikh...
Korupsi, Seorang Sheikh Sekaligus Putra Eks PM Kuwait Diburu
Najib Kembali Kampanye...
Najib Kembali Kampanye untuk Partainya: Apa yang Membuat Malu?
Duh, Vonis untuk Istri...
Duh, Vonis untuk Istri Najib Razak Bocor
Divonis 12 Tahun, Najib...
Divonis 12 Tahun, Najib Razak Tamat
Berita Terkini
Penegasan sebagai Negara...
Penegasan sebagai Negara Yahudi, Bahasa Arab Dilarang Digunakan Warga Palestina di Israel
23 menit yang lalu
Kim Jong-un Ajak Putrinya...
Kim Jong-un Ajak Putrinya Peringati Perang Korea untuk Pertama Kalinya, Ini Penampakannya
40 menit yang lalu
Dramatis, FSB Tangkap...
Dramatis, FSB Tangkap Pria Rusia atas Tuduhan Jadi Mata-mata Five Eyes
1 jam yang lalu
10 Stasiun Kereta Bawah...
10 Stasiun Kereta Bawah Tanah Terdalam di Dunia, Apa Dibangun untuk Perlindungan saat Perang Nuklir?
1 jam yang lalu
Pendarahan Hebat, Wanita...
Pendarahan Hebat, Wanita Palestina Kehilangan Janin karena Tentara Israel Menahan Ambulans
2 jam yang lalu
Akankah Strategi Houthi...
Akankah Strategi Houthi Meniru Kendali Iran atas Selat Hormuz di Laut Merah Bisa Berhasil?
2 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved