Israel Serang Suriah Lagi sejak Penembakan Pesawat Rusia

Selasa, 30 Oktober 2018 - 07:37 WIB
Israel Serang Suriah...
Israel Serang Suriah Lagi sejak Penembakan Pesawat Rusia
A A A
TEL AVIV - Israel telah melakukan serangan di Suriah lagi sejak jatuhnya pesawat pengintai Rusia akibat ditembak sistem pertahanan rudal S-200 Suriah bulan lalu. Operasi militer itu diungkap seorang pejabat senior Israel pada hari Senin.

Pada 17 September lalu, pesawat pengintai Il-20 Moskow secara tak sengaja ditembak jatuh oleh sistem pertahanan S-200 rezim Damaskus di Latakia. Sistem anti-pesawat itu sejatinya sedang merespons serangan empat jet tempur F-16 Israel, namun dalam waktu yang bersamaan pesawat Il-20 muncul. Sebanyak 15 tentara Moskow tewas dalam insiden itu.

Pejabat Tel Aviv yang mengungkap operasi militer terbarunya di Suriah tidak merinci tanggal dan hasil serangan.

"IDF (Pasukan Pertahanan Israel) telah menyerang di Suriah, termasuk setelah jatuhnya pesawat Rusia. Koordinasi militer dengan Rusia berlanjut seperti sebelumnya," kata pejabat senior pemerintah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, yang tidak dapat disebutkan namanya, seperti dikutip Reuters, Selasa (30/10/2018).

Stasiun televisi Israel, Channel 1, melaporkan satu serangan udara ditujukan pada pengiriman peralatan Iran untuk gerilyawan Hizbullah Lebanon. Peralatan yang dikirim itu berfungsi untuk meningkatkan akurasi roket dan rudal mereka.

Sejak perang saudara pecah di Suriah 7,5 tahun terakhir, Israel telah melakukan serangan udara di negara Presiden Bashar al-Assad itu berkali-kali. Dalam insiden 17 September, Moskow menyalahkan Israel yang dituduh menjadikan pesawat Il-20 sebagai tameng jet tempur F-16 dari serangan sistem pertahanan S-200 Damaskus.

Namun, Tel Aviv menolak disalahkan dan menganggap kesalahan fatal ada di pihak militer rezim Damaskus. Kejadian itu membuat hubungan Tel Aviv dan Moskow retak.

Sejak pesawat Il-20 jatuh, Rusia mengirim sistem pertahanan rudal S-300 yang diprotes Israel dan Amerika Serikat. Sistem itu dianggap Amerika akan menambah situasi konflik di Suriah semakin parah.

Pejabat Tel Aviv yang mengungkap operasi militer terbaru di Suriah juga menyampaikan bahwa Netanyahu dan Presiden Rusia Vladimir Putin akan bertemu dalam konvensi Paris, 11 November mendatang. "Kami percaya ada peluang bagus, pertemuan itu akan terjadi di sana," katanya. "Ini nyaman, tetapi belum diatur."
(mas)
Berita Terkait
Serang Bandara Suriah,...
Serang Bandara Suriah, Rusia Minta Klarifikasi Israel
Rusia Desak Israel Hentikan...
Rusia Desak Israel Hentikan Serangan Udara di Suriah
Bombardir Suriah, 8...
Bombardir Suriah, 8 Rudal Israel Rontok Oleh Sistem Pertahanan Rusia
Israel Terus Melancarkan...
Israel Terus Melancarkan Serangan ke Suriah, Rusia Ancam Tel Aviv
4 Alasan Israel Ingin...
4 Alasan Israel Ingin Rusia Pertahankan Pangkalan di Suriah, Salah Satunya Menekan Pengaruh Turki
Kecam Invasi Israel...
Kecam Invasi Israel ke Suriah, Rusia Tarik Aset Militernya
Berita Terkini
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
3 jam yang lalu
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
8 jam yang lalu
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
8 jam yang lalu
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
9 jam yang lalu
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
10 jam yang lalu
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
11 jam yang lalu
Infografis
11 Bandara Papua Ditutup...
11 Bandara Papua Ditutup Sementara Imbas Penembakan Pesawat Smart Air
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved