Saudi Jengkel dengan Kecaman Global Kasus Pembunuhan Khashoggi

Sabtu, 27 Oktober 2018 - 15:38 WIB
Saudi Jengkel dengan...
Saudi Jengkel dengan Kecaman Global Kasus Pembunuhan Khashoggi
A A A
AL MANAMAH - Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel al-Jubeir merasa jengkel dengan kecaman global terkait kasus pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi. Dia mengatakan penyelidikan membutuhkan waktu dan fakta harus ditentukan.

"Masalahnya telah menjadi cukup histeris," kata Jubeir. "Kerajaan telah membuatnya sangat jelas bahwa mereka yang bertanggung jawab akan bertanggung jawab," katanya lagi saat menjawab pertanyaan wartawan di sebuah pertemuan regional di Bahrain, Sabtu (27/10/2018).

Jubeir menggambarkan hubungan Arab Saudi dengan Amerika Serikat sebagai "ironclad" atau sangat kuat. Komentar Jubeir ini muncul setelah Menteri Pertahanan AS James Mattis menyatakan pembunuhan Khashoggi merusak stabilitas regional.

Menurut Jubeir penyelidikan kasus pembunuhan Khashoggi melibatkan para aparat penegak hukum Saudi dan Turki. Namun, dia menegaskan bahwa para pembunuh akan dituntut di Arab Saudi.

Penegasan Jubeir ini sebagai jawaban untuk Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan yang menuntut ekstradisi 18 tersangka pembunuhan Khashoggi. Erdogan menuntut ekstradisi tersebut karena lokasi pembunuhan berada di negaranya, yakni di Konsulat Saudi di Istanbul.

Khashoggi, wartawan Saudi pengkritik rezim kerajaan, dibunuh tim algojo Saudi yang berjumlah sekitar 15 orang di Konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober. Pada tanggal itu, korban mendatangi konsulat untuk memperoleh dokumen perceraian dengan mantan istrinya sebagai syarat untuk menikahi tunangannya, perempuan Turki bernama Hatice Cengiz.

Sementara itu, Menteri Pertahanan AS James Mattis yang juga berada di forum Bahrain mengatakan bahwa pembunuhan Khashoggi merongrong stabilitas regional. AS, kata dia, akan mengambil tindakan lebih jauh sebagai tanggapan.

"Dengan kepentingan kolektif kami dalam perdamaian dan penghormatan yang tak tergoyahkan terhadap hak asasi manusia, pembunuhan Jamal Khashoggi di fasilitas diplomatik harus menjadi perhatian kita semua," katanya.

"Rasa hormat kami untuk orang-orang Saudi tidak berkurang, tetapi rasa hormat itu harus datang dengan transparansi dan kepercayaan," ujarnya, seperti dikutip Al Jazeera, Sabtu (27/10/2018).
(mas)
Berita Terkait
Tunangan Khashoggi Peringatkan...
Tunangan Khashoggi Peringatkan Biden: Jangan Letakkan Minyak di Atas Prinsip
Anggota Dewan Kota Usulkan...
Anggota Dewan Kota Usulkan Nama Jalan Kedubes Saudi Diganti jadi Khashoggi
Jamal Khashoggi, Jurnalis...
Jamal Khashoggi, Jurnalis Arab Saudi yang Dibunuh Secara Misterius
New York Times: Pembunuh...
New York Times: Pembunuh Khashoggi Terima Pelatihan Paramiliter di AS
Istri Khashoggi Desak...
Istri Khashoggi Desak Turki Serahkan Bukti Pembunuhan Suaminya
Putra Mahkota Arab Saudi...
Putra Mahkota Arab Saudi Tiba di Turki, Kasus Khashoggi Ditutup?
Berita Terkini
Israel Bombardir Markas...
Israel Bombardir Markas Besar Hizbullah di Beirut
34 menit yang lalu
9 Tempat Paling Suci...
9 Tempat Paling Suci di Dunia, Nomor 5 Paling Populer bagi Orang Indonesia
1 jam yang lalu
6 Tradisi Teraneh di...
6 Tradisi Teraneh di Dunia, Salah Satunya Makan Abu Orang Mati
2 jam yang lalu
Mendagri Pakistan Sampaikan...
Mendagri Pakistan Sampaikan Surat Khusus untuk Mojtaba Khamenei
2 jam yang lalu
Partai Janta Kecoa Jadi...
Partai Janta Kecoa Jadi Inspirasi bagi Gen Z di Seluruh Dunia
3 jam yang lalu
Dunia Tahu Israel Memiliki...
Dunia Tahu Israel Memiliki Senjata Nuklir, tapi Kenapa Diam Saja?
4 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Tingkat...
10 Negara dengan Tingkat Pendidikan Tertinggi di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved