Indonesia dan Maroko Sepakati 5 MoU, Termasuk soal Narkoba
Jum'at, 26 Oktober 2018 - 14:02 WIB
Indonesia dan Maroko Sepakati 5 MoU, Termasuk soal Narkoba
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah Indonesia dan Maroko menyepekati lima MoU atau nota kesepahaman di lima bidang kerja sama. Lima MoU itu termasuk kerja sama dalam memerangi narkoba.
Kesepakatan tercapai dalam pertemuan antara Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia Abdurrahman Mohammad Fachir dengan Wakil Menteri Luar Negeri Maroko Mounia Boucetta. Pertemuan berlangsung dalam format Sidang Komisi Bersama (SKB).
Dalam SKB kedua antara Indonesia dan Maroko, Fachir dan Boucetta membahas berbagai isu yang menjadi kepentingan dan perhatian kedua negara, khususnya mengenai hubungan bilateral.
"Kerjasama bilateral di bidang politik, ekonomi, sosial dan budaya, stabilitas di kawasan Timur Tengah, serta hubungan Indonesia dengan kawasan Afrika," kata Fachir pada Jumat (26/10/2018).
"Terkait dengan itu, ada beberapa catatan yang ingin saya sampaikan dalam kesempatan ini. Kita telah menyepakati lima MoU di bidang bebas visa, anti-narkotika, pendidikan dan latihan diplomatik, keagamaan serta energi," ujarnya.
Diplomat Indonesia ini menambahkan, dia dan Boucetta menggarisbawahi perlunnya mekanisme implementasi, mekanisme monitoring, sekaligus rencana aksi. Hal itu penting dilakukan agar MoU itu tidak mangkrak.
"Kita sepakat dalam tiga bulan ini, kita masing-masing lembaga, kementerian akan berkomunikasi menyiapkan dan merumuskan rencana aksi, untuk dilaksanakan pada 2019. Karena seperti dimaklumi, biasanya MoU hanya seringkali diperbarui. Tapi, kita sekarang secara serius mencoba merealisasikan dalam bentuk rencana aksi," ujarnya.
Kesepakatan tercapai dalam pertemuan antara Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia Abdurrahman Mohammad Fachir dengan Wakil Menteri Luar Negeri Maroko Mounia Boucetta. Pertemuan berlangsung dalam format Sidang Komisi Bersama (SKB).
Dalam SKB kedua antara Indonesia dan Maroko, Fachir dan Boucetta membahas berbagai isu yang menjadi kepentingan dan perhatian kedua negara, khususnya mengenai hubungan bilateral.
"Kerjasama bilateral di bidang politik, ekonomi, sosial dan budaya, stabilitas di kawasan Timur Tengah, serta hubungan Indonesia dengan kawasan Afrika," kata Fachir pada Jumat (26/10/2018).
"Terkait dengan itu, ada beberapa catatan yang ingin saya sampaikan dalam kesempatan ini. Kita telah menyepakati lima MoU di bidang bebas visa, anti-narkotika, pendidikan dan latihan diplomatik, keagamaan serta energi," ujarnya.
Diplomat Indonesia ini menambahkan, dia dan Boucetta menggarisbawahi perlunnya mekanisme implementasi, mekanisme monitoring, sekaligus rencana aksi. Hal itu penting dilakukan agar MoU itu tidak mangkrak.
"Kita sepakat dalam tiga bulan ini, kita masing-masing lembaga, kementerian akan berkomunikasi menyiapkan dan merumuskan rencana aksi, untuk dilaksanakan pada 2019. Karena seperti dimaklumi, biasanya MoU hanya seringkali diperbarui. Tapi, kita sekarang secara serius mencoba merealisasikan dalam bentuk rencana aksi," ujarnya.
(mas)