Cegah Taiwan Memisahkan Diri, Tentara China Siap Bertindak
Kamis, 25 Oktober 2018 - 10:53 WIB
Cegah Taiwan Memisahkan Diri, Tentara China Siap Bertindak
A
A
A
BEIJING - Tentara China akan mengambil tindakan dengan pertaruhan apa pun untuk menggagalkan upaya Taiwan memisahkan diri. Pernyataan ini disampaikan Menteri Pertahanan China Wei Fenghe, Kamis (25/10/2018).
Pada hari Senin, Amerika Serikat mengirim dua kapal perang melintasi Selat Taiwan di saat ketegangan baik antara Beijing dengan Taipei maupun Beijing dengan Washington memamas. Taipei yang merasa memiliki pemerintahan sendiri telah mendapat dukungan dari Washington.
Namun, Beijing tidak pernah mengakui Taipei sebagai negara yang merdeka. China anggap Taiwan sebagai provinsinya.
"Masalah Taiwan terkait dengan kedaulatan dan integritas teritorial China dan menyentuh kepentingan inti China," kata Menteri Wei Fenghe pada pembukaan Forum Xiangshan di Beijing.
Forum itu dipandang sebagai forum tandingan dari forum keamanan tahunan Shangri-La di Singapura.
"Mengenai masalah ini, sangat berbahaya untuk berulang kali menantang inti China. Jika seseorang mencoba untuk memisahkan Taiwan (dari China), tentara China akan mengambil tindakan yang diperlukan dengan harga berapa pun," ujarnya, seperti dikutip Reuters.
Hubungan China-Taiwan memburuk sejak Taipei dipimpin Presiden Tsai Ing-wen tahun 2016.
Wei mengatakan hubungan militer China dengan Amerika Serikat penting dan sensitif. Dia menambahkan bahwa Beijing tidak akan pernah menyerahkan satu inci pun dari wilayahnya.
Beijing, kata Wei, menentang aksi unjuk kekuasan dan provokasi di Laut China Selatan oleh negara-negara dari luar wilayah yang dilakukan dengan dalih melindungi kebebasan penerbangan dan navigasi.
Menteri Pertahanan AS James Mattis pada pekan lalu mengatakan Beijing dan Washington perlu untuk memperdalam hubungan tingkat tinggi sehingga dapat menavigasi ketegangan dan mengendalikan risiko konflik yang tidak disengaja.
Beijing sebelumnya telah dibuat marah oleh Washington karena menjatuhkan sanksi terhadap militernya dengan alasan China membeli senjata dari Rusia.
Pada hari Senin, Amerika Serikat mengirim dua kapal perang melintasi Selat Taiwan di saat ketegangan baik antara Beijing dengan Taipei maupun Beijing dengan Washington memamas. Taipei yang merasa memiliki pemerintahan sendiri telah mendapat dukungan dari Washington.
Namun, Beijing tidak pernah mengakui Taipei sebagai negara yang merdeka. China anggap Taiwan sebagai provinsinya.
"Masalah Taiwan terkait dengan kedaulatan dan integritas teritorial China dan menyentuh kepentingan inti China," kata Menteri Wei Fenghe pada pembukaan Forum Xiangshan di Beijing.
Forum itu dipandang sebagai forum tandingan dari forum keamanan tahunan Shangri-La di Singapura.
"Mengenai masalah ini, sangat berbahaya untuk berulang kali menantang inti China. Jika seseorang mencoba untuk memisahkan Taiwan (dari China), tentara China akan mengambil tindakan yang diperlukan dengan harga berapa pun," ujarnya, seperti dikutip Reuters.
Hubungan China-Taiwan memburuk sejak Taipei dipimpin Presiden Tsai Ing-wen tahun 2016.
Wei mengatakan hubungan militer China dengan Amerika Serikat penting dan sensitif. Dia menambahkan bahwa Beijing tidak akan pernah menyerahkan satu inci pun dari wilayahnya.
Beijing, kata Wei, menentang aksi unjuk kekuasan dan provokasi di Laut China Selatan oleh negara-negara dari luar wilayah yang dilakukan dengan dalih melindungi kebebasan penerbangan dan navigasi.
Menteri Pertahanan AS James Mattis pada pekan lalu mengatakan Beijing dan Washington perlu untuk memperdalam hubungan tingkat tinggi sehingga dapat menavigasi ketegangan dan mengendalikan risiko konflik yang tidak disengaja.
Beijing sebelumnya telah dibuat marah oleh Washington karena menjatuhkan sanksi terhadap militernya dengan alasan China membeli senjata dari Rusia.
(mas)