AS Akan Hukum Pejabat Saudi yang Terlibat Pembunuhan Khashoggi
Rabu, 24 Oktober 2018 - 05:35 WIB
AS Akan Hukum Pejabat Saudi yang Terlibat Pembunuhan Khashoggi
A
A
A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) telah mengidentifikasi beberapa pejabat Arab Saudi yang dikatakan bertanggung jawab atas pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi dan akan mengambil tindakan. Hal itu diungkapkan oleh Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo.
Mike Pompeo mengatakan bahwa AS sedang menjajaki opsi untuk mencabut visa individu dan menerapkan sanksi.
"Hukuman ini tidak akan menjadi kata terakhir tentang masalah ini dari Amerika Serikat," kata Pompeo kepada wartawan.
"Kami memperjelas bahwa Amerika Serikat tidak menoleransi tindakan kejam semacam ini untuk membungkam Khashoggi, seorang wartawan, melalui kekerasan," imbuhnya seperti dikutip dari Middle East Eye, Rabu (24/10/2018).
Pompeo tidak menyebutkan pejabat Saudi yang akan dijatuhi sanksi, juga tidak menyebutkan berapa banyak yang dihukum.
Pompeo mengatakan kepada wartawan bahwa AS masih menghargai hubungannya dengan Arab Saudi dan Trump telah berulang kali membela kesepakatan senjata multi-miliar negara itu dengan kerajaan.
Para pejabat Gedung Putih telah memberi Arab Saudi dan penguasa de-factonya, Mohammed bin Salman (MBS) beberapa kelonggaran, meskipun Presiden AS Donald Trump menyebut kematian Khashoggi sebagai "rencana terburuk yang pernah terjadi."
Para pejabat Saudi telah mengubah pengakuan mereka berulang kali sejak Khashoggi, orang dalam Saudi yang berubah menjadi kritikus dan kolumnis terkenal Washington Post, menghilang pada tanggal 2 Oktober setelah memasuki konsulat mereka di Istanbul.
Selama lebih dari dua minggu, Saudi bersikeras mengatakan bahwa wartawan itu telah meninggalkan gedung beberapa menit setelah dia tiba. Namun, pada hari Jumat, para pejabat Saudi mengatakan Khashoggi terbunuh setelah terjadi perkelahian di konsulat.
Para pemimpin dunia dan kelompok hak asasi manusia telah mengkritik versi terbaru dari pengakuan Saudi. Mereka mengatakan penjelasan Saudi tidak memiliki kredibilitas apapun. Seruan untuk penyelidikan independen untuk mengetahui apa sebenarnya yang terjadi pun semakin keras.
Mike Pompeo mengatakan bahwa AS sedang menjajaki opsi untuk mencabut visa individu dan menerapkan sanksi.
"Hukuman ini tidak akan menjadi kata terakhir tentang masalah ini dari Amerika Serikat," kata Pompeo kepada wartawan.
"Kami memperjelas bahwa Amerika Serikat tidak menoleransi tindakan kejam semacam ini untuk membungkam Khashoggi, seorang wartawan, melalui kekerasan," imbuhnya seperti dikutip dari Middle East Eye, Rabu (24/10/2018).
Pompeo tidak menyebutkan pejabat Saudi yang akan dijatuhi sanksi, juga tidak menyebutkan berapa banyak yang dihukum.
Pompeo mengatakan kepada wartawan bahwa AS masih menghargai hubungannya dengan Arab Saudi dan Trump telah berulang kali membela kesepakatan senjata multi-miliar negara itu dengan kerajaan.
Para pejabat Gedung Putih telah memberi Arab Saudi dan penguasa de-factonya, Mohammed bin Salman (MBS) beberapa kelonggaran, meskipun Presiden AS Donald Trump menyebut kematian Khashoggi sebagai "rencana terburuk yang pernah terjadi."
Para pejabat Saudi telah mengubah pengakuan mereka berulang kali sejak Khashoggi, orang dalam Saudi yang berubah menjadi kritikus dan kolumnis terkenal Washington Post, menghilang pada tanggal 2 Oktober setelah memasuki konsulat mereka di Istanbul.
Selama lebih dari dua minggu, Saudi bersikeras mengatakan bahwa wartawan itu telah meninggalkan gedung beberapa menit setelah dia tiba. Namun, pada hari Jumat, para pejabat Saudi mengatakan Khashoggi terbunuh setelah terjadi perkelahian di konsulat.
Para pemimpin dunia dan kelompok hak asasi manusia telah mengkritik versi terbaru dari pengakuan Saudi. Mereka mengatakan penjelasan Saudi tidak memiliki kredibilitas apapun. Seruan untuk penyelidikan independen untuk mengetahui apa sebenarnya yang terjadi pun semakin keras.
(ian)