Roslyakov, Mahasiswa Pembantai Massal di Kerch College Crimea

Kamis, 18 Oktober 2018 - 01:45 WIB
Roslyakov, Mahasiswa...
Roslyakov, Mahasiswa Pembantai Massal di Kerch College Crimea
A A A
KERCH - Sebanyak 18 orang tewas, termasuk salah satu pelaku, dalam penembakan massal dan rentetan ledakan di Kerch College , perguruan tinggi politeknik di Crimea , hari Rabu. Salah satu pelaku adalah Vladislav Roslyakov, 18, mahasiswa kampus setempat.

Selain belasan tewas, sekitar 50 orang lainnya terluka dalam serangan mengerikan tersebut.

Komite Anti-Terorisme Nasional Rusia mengatakan Roslyakov menembak dirinya sendiri setelah beraksi. Para pelaku lain sedang diburu.

Pemimpin Crimea Sergei Aksyonov membenarkan bahwa Roslyakov adalah mahasiswa Kerch College.

"Pembunuh potensial menembak dirinya sendiri, melakukan bunuh diri. Dia adalah seorang mahasiswa dari lembaga pendidikan yang sama di tahun keempatnya. Mayatnya ditemukan di perpustakaan di lantai dua," kata Aksyonov, seperti dikutip Sputnik, Kamis (18/10/2018).Baca: Pembantaian Massal Crimea: Ledakan, Hujan Tembakan, Mayat di Mana-mana Crimea saat ini bagian dari Rusia setelah memisahkan diri dari Ukraina tahun 2014 melalui referendum. Bergabungnya Crimea ke Rusia ini tak pernah diakui Ukraina dan negara-negara Barat.
Juru bicara Komite Investigasi, Svetlana Petrenko, mengatakan identitas pelaku diidentifikasi dengan cepat.Baca juga: Pembantaian Massal Crimea, Putin: Ini Jelas Kejahatan!
Dalam sebuah rekaman video dari lokasi kejadian, Roslyakov terlihat memasuki kampus dengan senjata di tangannya. Dia kemudian mulai menembaki orang-orang di dalam kampus sebelum akhirnya bunuh diri. Sesaat sebelum Roslyakov beraksi, rentetan ledakan mengguncang kampus.

"Berdasarkan data di lokasi kejadian, para penyidik ​​menganggap bahwa pemuda ini menembak orang-orang, yang berada di perguruan tinggi, kemudian melakukan bunuh diri. Sehubungan dengan ini, proses pidana yang sebelumnya dilembagakan berdasarkan pasal 205 KUHP Rusia telah direklasifikasi ke Bagian 2 dari Pasal 105 KUHP Rusia (membunuh dua orang atau lebih dengan metode berbahaya)," kata Petrenko.
(mas)
Berita Terkait
3 Langkah Rusia untuk...
3 Langkah Rusia untuk Merebut Crimea dari Ukraina, Apa Saja?
Dulunya Wilayah Ukraina,...
Dulunya Wilayah Ukraina, Ini Deretan Fakta Menarik Wilayah Crimea
Ukraina Konfirmasi Serang...
Ukraina Konfirmasi Serang Depot Amunisi Crimea
3 Harta Karun Mineral...
3 Harta Karun Mineral Crimea Ukraina yang Kini Dicaplok Rusia
Ukraina: Tidak Ada Larangan...
Ukraina: Tidak Ada Larangan Menyerang Crimea
Sempat Menyangkal, Ukraina...
Sempat Menyangkal, Ukraina Klaim Serangan di Crimea
Berita Terkini
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
1 jam yang lalu
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
2 jam yang lalu
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
3 jam yang lalu
Iran Nyatakan Menang...
Iran Nyatakan Menang Perang Melawan AS dan Israel
3 jam yang lalu
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Ada yang Hanya Rp427 Per Liter
4 jam yang lalu
Arab Saudi Kebut Pembangunan...
Arab Saudi Kebut Pembangunan Jeddah Tower 1.000 Meter, Gedung Tertinggi di Dunia Kalahkan Burj Khalifa
5 jam yang lalu
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved