India Usir 7 Muslim Rohingya ke Myanmar, Kelompok HAM Cemas

Jum'at, 05 Oktober 2018 - 01:57 WIB
India Usir 7 Muslim...
India Usir 7 Muslim Rohingya ke Myanmar, Kelompok HAM Cemas
A A A
NEW DELHI - Pemerintah India mendeportasi tujuh pria Muslim Rohingya ke Myanmar pada hari Kamis. Kelompok pembela hak asasi manusia (HAM) mencemaskan pengusiran tersebut karena membuat mereka berisiko mengalami penindasan lagi oleh otoritas Myanmar.

Pemerintah Perdana Menteri Narendra Modi, yang menganggap para warga Rohingya sebagai orang asing ilegal dan menimbulkan risiko keamanan, telah memerintahkan agar para warga Rohingya yang tinggal di permukiman kumuh di seluruh negeri diidentifikasi dan dideportasi.

Ketujuh pria tersebut telah berada di pusat penahanan di India timur sejak 2012 setelah ditangkap karena masuk secara ilegal. Menurut pemerintah, mereka sudah diserahkan ke Myanmar setelah pengadilan tertinggi India menolak permohonan penghentian deportasi.

"Keputusan hari ini oleh Mahkamah Agung menandai hari yang gelap bagi hak asasi manusia di India. Keputusan ini meniadakan tradisi bangga India untuk menyediakan perlindungan bagi mereka yang melarikan diri dari pelanggaran hak asasi manusia yang serius," kata kelompok HAM Amnesty India dalam sebuah pernyataan yang dilansir Reuters, Jumat (5/10/2018).

Menurut angka perkiraan pemerintah, sekitar 40.000 warga Rohingya tinggal di India. Kebanyakan dari mereka menetap di kamp-kamp selama bertahun-tahun setelah melarikan diri dari kekerasan dan penganiayaan di Myanmar.

Pengusiran pada Kamis menandai langkah pertama yang dilakukan oleh India dan muncul pada ketika beberapa media lokal negara itu memilih menjuluki Rohingya sebagai pembuat onar. Kelompok minoritas itu dianggap terlibat dalam segala hal kejahatan mulai dari kejahatan kecil hingga aksi terorisme.

Stasiun televisi lokal menunjukkan para pria Rohingya, dengan wajah ditutupi saputangan, keluar dari sebuah kantor polisi di kota perbatasan Moreh. Mereka kemudian diserahkan kepada pihak berwenang Myanmar.

"Kami mengusir mereka dari titik perbatasan ini dan menjatuhkan mereka 100 km dari sini, dan sesudanya itu adalah tanggung jawab mereka untuk pergi ke negara bagian Rakhine di Myanmar," Aung Myo, Wakil Direktur Imigrasi di distrik perbatasan Tamu, Myanmar, kepada wartawan.

Ibu dari salah satu dari tujuh pria itu mengaku khawatir tentang nasib putranya. "Kami sangat khawatir," katanya, yang menolak disebutkan namanya karena takut akan mendapat reaksi pembalasan. Dia khawatir orang-orang Rohingya akan dipenjara setelah dipulangkan ke Myanmar.

"Kami akan sangat berterima kasih jika pemerintah Myanmar mengirim putra-putra kami langsung ke rumah mereka," ujarnya.

Juru bicara pemerintah Myanmar, Zaw Htay, tidak menjawab panggilan telepon pada hari Kamis dari Reuters yang meminta konfirmasi soal penyerahan tujuh pria Rohingya dari India. Bulan lalu, dia mengatakan bahwa dia tidak akan lagi berbicara dengan media melalui telepon, tetapi hanya pada konferensi dua minggu sekali.

Sebuah laporan PBB pada bulan Agustus menuduh militer Myanmar melakukan pembunuhan massal dan pemerkosaan terhadap Rohingya dengan "niat genosida" pada tahun lalu dalam operasi militer. Operasi yang sarat dengan kekerasan itu memaksa lebih dari 700.000 warga Rohingya melarikan diri ke Bangladesh.

Myanmar membantah tuduhan itu PBB. Menurut mereka, militernya melancarkan operasi kontra-pemberontakan setelah serangan terhadap pos keamanan oleh militan Muslim Rohingya atau ARSA pada Agustus tahun lalu.
(mas)
Berita Terkait
India Deportasi Lebih...
India Deportasi Lebih dari 150 Pengungsi Rohingya ke Myanmar
Negara Kecil Ini Ingin...
Negara Kecil Ini Ingin Myanmar Dihukum atas Genosida Etnis Muslim Rohingya
Sebut Tentaranya Diancam,...
Sebut Tentaranya Diancam, Myanmar Bantah Pengakuan Kekejaman Rohingya
Pengakuan Tentara Myanmar...
Pengakuan Tentara Myanmar Soal Pembantaian Rohingya: Bunuh Mereka Semua
Pendekatan Rasional...
Pendekatan Rasional terhadap Krisis Rohingya
Agama Warga Negara Bagian...
Agama Warga Negara Bagian Rakhine Myanmar dan Persentasenya
Berita Terkini
Terowongan Runtuh Akibat...
Terowongan Runtuh Akibat Ledakan Pipa Gas di India, 12 Orang Tewas
1 jam yang lalu
Presiden Zelensky Pecat...
Presiden Zelensky Pecat Panglima Militer Ukraina, Rusia Untung Besar!
1 jam yang lalu
Trump akan Bicara dengan...
Trump akan Bicara dengan Hizbullah jika Presiden Lebanon Mau
2 jam yang lalu
Menlu Rubio Ungkap AS...
Menlu Rubio Ungkap AS Masih Bersedia Negosiasi dengan Iran
3 jam yang lalu
RUU Integrasi Militer...
RUU Integrasi Militer AS-Israel Dianggap Ancaman Eksistensial, Anggota Kongres Diseru Menolak
4 jam yang lalu
Trump Setujui Kesepakatan...
Trump Setujui Kesepakatan Nuklir Arab Saudi yang Memungkinkan Pengayaan Uranium
5 jam yang lalu
Infografis
Presiden AS Donald Trump...
Presiden AS Donald Trump Kecam Serangan India ke Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved