Janda Legenda Mossad Israel Memohon Assad Pulangkan Jasad Suaminya

Kamis, 04 Oktober 2018 - 00:23 WIB
Janda Legenda Mossad...
Janda Legenda Mossad Israel Memohon Assad Pulangkan Jasad Suaminya
A A A
TEL AVIV - Nadia Cohen, janda legenda mata-mata Mossad Israel Eli Cohen, menyampaikan permohonan kepada Presiden Suriah Bashar al-Assad agar memulangkan jasad suaminya. Cohen ditangkap dan dieksekusi gantung di Suriah tahun 1965.

Nadia ingin jasad sang suami dimakamkan di Israel. Permohonannya disampaikan saat berbicara di Konferensi Multidisiplin Internasional tentang Perlakuan Cedera Perang di Galilee Medical Center di Nahariya, Rabu (3/10/2018).

"Saya mohon, bahkan memohon kepada Anda untuk melepaskan sisa-sisa (jasad) Eli. Saya berusia 83 tahun, lihatlah kami dan maafkan," kata Nadia dalam pesannya kepada Assad.

"Saya berterima kasih kepada mereka yang muncul dengan gagasan bahwa saya berbicara dengan hati Assad. Saya mengiriminya surat-surat 18 tahun yang lalu serta foto anak-anak dan cucu-cucu kami untuk melunakkan hatinya dan membebaskan tubuh Eli," lanjut Nadia.

"Saya bersukacita ketika dia membalas; 'Pada waktunya'. Kata-kata itu menghibur saya," papar dia.

"Sementara itu, waktu telah berlalu dan Assad telah melalui masa sulit—sebuah revolusi telah terjadi di negaranya," imbuh Nadia.
Janda Legenda Mossad Israel Memohon Assad Pulangkan Jasad Suaminya
Eli Cohen, mata-mata Mossad Israel yang digantung di Suriah tahun 1965. Foto/REUTERSKetika berbicara langsung yang ditujukan untuk Presiden Assad, janda Eli Cohen ini berkata, "Orang-orang Anda telah membayar harga tinggi, orang-orang yang Anda sayangi. Saya berpaling kepada Anda dengan cinta dan berharap untuk perdamaian."

"Eli adalah malaikat yang (datang ke dunia ini) untuk memenuhi peran tertentu, untuk melindungi negaranya dan rakyatnya," katanya.

"Dia mengagumi Israel dan tanah yang kami terima. Dia adalah seorang Zionis yang berkontribusi dan membantu (Negara Israel) dan meninggalkan tiga anak yang bahkan tidak mengenalnya," papar Nadia, yang dilansir Ynet.

Konferensi ini diselenggarakan setelah lebih dari 6.000 korban perang saudara di Suriah menerima perawatan medis di Israel. Separuh dari mereka dirawat di Galilee Medical Center.

Ketika janda Eli Cohen mengakhiri pidatonya, Direktur Galilee Medical Center Dr Masad Barhoum mengajak hadirin untuk bertepuk tangan.

Barhoum mengatakan dia bersimpati dengan permohonan Nadia Cohen. Dia lantas dan beralih ke Assad dalam bahasa Arab dengan menggambarkan perlakuan Israel kepada para pengungsi Suriah yang termasuk operasi kemanusiaan terbesar dalam sejarah negara mayoritas Yahudi itu.
(mas)
Berita Terkait
Dua Warga Sipil Tewas...
Dua Warga Sipil Tewas dalam Serangan Udara Israel di Suriah
Tank Israel Gempur Provinsi...
Tank Israel Gempur Provinsi Quneitra di Suriah
Dahsyatnya Serangan...
Dahsyatnya Serangan Udara Israel di Suriah, 57 Orang Tewas
Suriah Desak PBB Ambil...
Suriah Desak PBB Ambil Langkah Tegas Terkait Serangan Udara Israel
3 Ancaman Zionis ke...
3 Ancaman Zionis ke HTS di Suriah, Salah Satunya Jangan Dekati Perbatasan Israel
Israel Gempur Suriah,...
Israel Gempur Suriah, 2 Orang Tewas di Damaskus
Berita Terkini
Laut Merah Memanas,...
Laut Merah Memanas, Houthi Yaman Serang 2 Kapal Tanker Minyak Arab Saudi
16 menit yang lalu
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Kemenangan Besar bagi Riyadh
1 jam yang lalu
AS Ancam Malaysia setelah...
AS Ancam Malaysia setelah Anwar Ibrahim Ingin Usir Seluruh Warga Israel
1 jam yang lalu
Jenderal Tertinggi AS...
Jenderal Tertinggi AS Ungkap Jet Tempur F-16 Ukraina Tembak Jatuh Su-35 Rusia dalam Duel Langit
2 jam yang lalu
Ditangkap Pasukan Indonesia,...
Ditangkap Pasukan Indonesia, Ulama Palestina Sheikh Miqdad Dituduh Rencanakan Pengeboman 7 Negara
3 jam yang lalu
3 Tentara AS Tewas Diserang...
3 Tentara AS Tewas Diserang Rudal Iran, Trump Salahkan Yordania
3 jam yang lalu
Infografis
6 Strategi Iran Memperpanjang...
6 Strategi Iran Memperpanjang Durasi Perang dengan AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved