Iran Klaim Serangan Rudalnya Tewaskan 40 Pentolan ISIS
Rabu, 03 Oktober 2018 - 10:33 WIB
Iran Klaim Serangan Rudalnya Tewaskan 40 Pentolan ISIS
A
A
A
TEHERAN - Iran mengatakan serangan rudalnya ke Suriah pada awal pekan ini telah menewaskan 40 pemimpin ISIS. Data intelijen untuk operasi itu telah disediakan oleh pasukan elit Quds.
Iran menembakkan enam rudal ke sasaran di wilayah Abu Kamal dan Hajin di Suriah timur. Serangan itu sebagai pembalasan atas serangan terhadap parade militer di Iran pada 22 September yang menewaskan 25 orang, di mana hampir setengahnya adalah anggota Garda Revolusi.
Baca: Balas Dendam Tragedi Ahvaz, Rudal-rudal Iran Hujani Eufrat
Pasukan Quds bertanggung jawab atas operasi luar negeri Pengawal Revolusioner.
"Berdasarkan informasi yang kami terima, sekitar 40 pemimpin puncak ISIS tewas dalam serangan ini," kata Jenderal Amir Ali Hajizadeh, kepala divisi angkatan udara Garda Pengawal Revolusi, dikutip oleh media pemerintah Iran.
"Salah satu yang menarik dari operasi ini adalah pasukan Qud telah memberikan intelijen yang dibutuhkan untuk serangan itu," imbuhnya seperti disitat dari Middle East Monitor, Rabu (3/10/2018).
ISIS dan kelompok Perlawanan Nasional Ahwaz, gerakan separatis etnis Arab di Iran, keduanya mengaku bertanggung jawab atas serangan 22 September. Namun keduanya tidak pernah memberikan bukti konklusif.
Dukungan militer Iran sangat penting untuk membantu Presiden Suriah Bashar al-Assad dalam perang saudara di negaranya. Iran telah menolak tuntutan Amerika Serikat (AS) agar meninggalkan Suriah.
Iran menembakkan enam rudal ke sasaran di wilayah Abu Kamal dan Hajin di Suriah timur. Serangan itu sebagai pembalasan atas serangan terhadap parade militer di Iran pada 22 September yang menewaskan 25 orang, di mana hampir setengahnya adalah anggota Garda Revolusi.
Baca: Balas Dendam Tragedi Ahvaz, Rudal-rudal Iran Hujani Eufrat
Pasukan Quds bertanggung jawab atas operasi luar negeri Pengawal Revolusioner.
"Berdasarkan informasi yang kami terima, sekitar 40 pemimpin puncak ISIS tewas dalam serangan ini," kata Jenderal Amir Ali Hajizadeh, kepala divisi angkatan udara Garda Pengawal Revolusi, dikutip oleh media pemerintah Iran.
"Salah satu yang menarik dari operasi ini adalah pasukan Qud telah memberikan intelijen yang dibutuhkan untuk serangan itu," imbuhnya seperti disitat dari Middle East Monitor, Rabu (3/10/2018).
ISIS dan kelompok Perlawanan Nasional Ahwaz, gerakan separatis etnis Arab di Iran, keduanya mengaku bertanggung jawab atas serangan 22 September. Namun keduanya tidak pernah memberikan bukti konklusif.
Dukungan militer Iran sangat penting untuk membantu Presiden Suriah Bashar al-Assad dalam perang saudara di negaranya. Iran telah menolak tuntutan Amerika Serikat (AS) agar meninggalkan Suriah.
(ian)