Mahathir: Tindakan Myanmar terhadap Muslim Rohingya Pembantaian

Sabtu, 29 September 2018 - 11:21 WIB
Mahathir: Tindakan Myanmar...
Mahathir: Tindakan Myanmar terhadap Muslim Rohingya Pembantaian
A A A
NEW YORK - Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohamad dalam pidatonya di Sidang Ke-73 Majelis Umum PBB mengecam tindakan militer Myanmar terhadap minoritas Muslim Rohingya yang dia sebut pembantaian. Di hadapan para pemimpin dunia, Mahathir juga mengkritik gejolak politik, ekonomi, dan sosial yang semakin meningkat di seluruh dunia.

Dalam krisis Rohingya, pemimpin Malaysia ini menuduh seluruh dunia sudah gagal bertindak. "Bangsa-bangsa adalah independen, tetapi apakah ini berarti bahwa mereka memiliki hak untuk membantai rakyat mereka sendiri?," kata Mahathir mengacu pada krisis Rohingya dalam pidatonya hari Jumat waktu New York.

Pemimpin 93 tahun ini melanjutkan, gejolak politik hingga sosial sudah semakin parah pada abad ini. "Saya menyesali bagaimana dunia telah kehilangan arah," ujarnya.

"Dunia jauh lebih buruk daripada 15 tahun yang lalu," ujarnya. Dia mengutip perang dagang antara China dan Amerika Serikat yang tak kunjung mereda. "Seluruh dunia merasakan kesakitan," imbuh dia.

Sementara itu, wakil kepala kemanusiaan PBB Ursula Mueller mengatakan Myanmar tidak secara substantif dan konkret membahas masalah yang menyebabkan lebih dari 725.000 warga Muslim Rohingya melarikan diri dari negara bagian Rakhine. Kondisi saat ini, menurutnya, tidak tepat untuk memulangkan para pengungsi Rohingya dari Bangladesh.

"Pmerintah harus mengambil langkah nyata ke depan, dengan jelas menunjukkan komitmen untuk segera melakukan perubahan di lapangan," katanya mengacu pada Myanmar, seperti dikutip Al Jazeera, Sabtu (29/9/2018).

Dalam pidatonya, Mueller mengatakan Rohingya sekarang sebagai "populasi tanpa negara terbesar di dunia".

Dia mendesak para donor untuk menanggapi krisis pengungsi. Mueller juga mendesak pemerintah Myanmar untuk membongkar fasilitas terpisah bagi sekitar 600.000 orang Rohingya yang tinggal di Myanmar dan mengakhiri marjinalisasi dan kondisi menyedihkan yang banyak dipaksa untuk hidup.
(mas)
Berita Terkait
Puluhan Rohingya Tewas...
Puluhan Rohingya Tewas Selama 4 Bulan Naik Perahu ke Malaysia
PBB Khawatir Nasib Rohingya...
PBB Khawatir Nasib Rohingya di Myanmar Kian Terpuruk setelah Kudeta
Diprotes Keras, Pengadilan...
Diprotes Keras, Pengadilan Malaysia Setop Deportasi 1.200 Warga Myanmar
PM Muhyiddin: Malaysia...
PM Muhyiddin: Malaysia Tak Bisa Tampung Pengungsi Rohingya Lagi
Negara Kecil Ini Ingin...
Negara Kecil Ini Ingin Myanmar Dihukum atas Genosida Etnis Muslim Rohingya
Sebut Tentaranya Diancam,...
Sebut Tentaranya Diancam, Myanmar Bantah Pengakuan Kekejaman Rohingya
Berita Terkini
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
1 jam yang lalu
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
3 jam yang lalu
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
4 jam yang lalu
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
5 jam yang lalu
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
6 jam yang lalu
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
7 jam yang lalu
Infografis
26 Miliarder Gagal Cegah...
26 Miliarder Gagal Cegah Zohran Mamdani Jadi Wali Kota Muslim New York
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved