Rayu Palestina, Trump Tawarkan Dana Bantuan Rp73 Triliun

Jum'at, 14 September 2018 - 05:23 WIB
Rayu Palestina, Trump...
Rayu Palestina, Trump Tawarkan Dana Bantuan Rp73 Triliun
A A A
WASHINGTON - Pemerintahan Presiden Donald Trump menawarkan bantuan sebesar Rp73 triliun agar Palestina bersedia bernegosiasi dengan Israel. Begitu laporan terbaru oleh surat kabar bisnis Israel, Globes.

Tawaran itu merupakan upaya dari menantu dan penasehat Trump, Jared Kushner, dan utusan khususnya Jason Greenblatt untuk membawa Palestina kembali ke meja perundingan. Kedua orang itu ditugaskan untuk datang dengan rencana perdamaian Timur Tengah yang akan menemukan solusi atas perselisihan Israel dan Palestina.

Namun laporan itu dibantah Greenblatt, dengan menyebut laporan tersebut hanya sebuah mitos.

"Mitos: Globes melaporkan bahwa POTUS menawarkan USD5b ke (Palestina) untuk kembali ke meja perundingan," tweet Greenblat seperti dikutip dari Newsweek, Jumat (14/9/2018).

Laporan itu dirilis hanya beberapa minggu setelah Departemen Luar Negeri mengumumkan bahwa mereka tidak akan lagi mendanai Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA). UNRWA adalah badan yang menyediakan bantuan kemanusiaan, pendidikan dan pelatihan kejuruan bagi warga Palestina, di antara layanan lainnya.

"Amerika Serikat tidak akan lagi melakukan pendanaan lebih lanjut untuk operasi yang tidak dapat disembuhkan ini," bunyi pernyataan departemen itu.

Analis mencatat bahwa pemerintahan Trump berusaha menggunakan dana untuk menekan Palestina untuk membuat kesepakatan. Trump mengatakan pekan lalu bahwa mereka akan dibayar untuk berdamai.

"Saya menghentikan sejumlah besar uang yang kami bayarkan ke Palestina dan para pemimpin Palestina. Kami - Amerika Serikat membayar mereka dengan jumlah uang yang luar biasa," kata Trump.

"Dan saya akan mengatakan, Anda akan mendapatkan uang, tetapi kami tidak membayar Anda sampai kami membuat kesepakatan. Jika kami tidak membuat kesepakatan, kami tidak membayar," imbuhnya.

Beberapa pengamat, bagaimanapun, telah mengecam pemerintah AS karena menggunakan bantuan kemanusiaan sebagai senjata.

Namun tidak jelas apakah tawaran semacam itu akan berhasil meyakinkan orang Palestina untuk mencapai kesepakatan. Palestina menyatakan AS bukan lagi penengah yang jujur ​​yang dapat memfasilitasi rencana Perdamaian Timur Tengah.

Hal itu dipicu oleh keputusan Trump untuk mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel dan memindahkan kedubes AS ke kota tersebut. Palestina memandang Yerusalem sebagai Ibu Kota negara merdeka mereka.
(ian)
Berita Terkait
Setelah Hamas Sepakat...
Setelah Hamas Sepakat Proposal Trump, Israel Setujui Rencana Perdamaian Gaza
Trump PeDe Bisa Damaikan...
Trump PeDe Bisa Damaikan Palestina-Israel
Hamas dan Fatah Bersatu...
Hamas dan Fatah Bersatu Hadapi Usulan Pencaplokan Gaza oleh Donald Trump
5 Alasan Donald Trump...
5 Alasan Donald Trump Tak Akan Pernah Membela Palestina
3 Kebijakan Kontroversial...
3 Kebijakan Kontroversial Donald Trump yang Dianggap Anti-Palestina
Netanyahu: Palestina...
Netanyahu: Palestina akan Kembali Berunding Jika Trump Terpilih Lagi
Berita Terkini
2 Tentaranya Tewas,...
2 Tentaranya Tewas, AS Luncurkan Serangan Baru untuk Menghukum Iran dengan Cepat
2 menit yang lalu
Presiden Donald Trump...
Presiden Donald Trump Sedih 2 Tentara AS Tewas Diserang Rudal Iran
38 menit yang lalu
Tambah 2 Lagi, Total...
Tambah 2 Lagi, Total 16 Tentara AS Tewas dalam Perang Melawan Iran
1 jam yang lalu
Mojtaba Khamenei: Tanda...
Mojtaba Khamenei: Tanda Tangan Trump di MoU AS-Iran Tak Berharga dan Tak Miliki Kredibilitas!
1 jam yang lalu
Pentagon: Serangan Rudal...
Pentagon: Serangan Rudal Iran Tewaskan 2 Tentara AS, 1 Lainnya 1 Hilang
2 jam yang lalu
10 Akademi Militer Terbaik...
10 Akademi Militer Terbaik di Dunia, West Point Paling Bergengsi
3 jam yang lalu
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved