AS Disebut Akan Kerjasama dengan Al-Qaeda untuk Pertahankan Idlib

Senin, 10 September 2018 - 18:16 WIB
AS Disebut Akan Kerjasama...
AS Disebut Akan Kerjasama dengan Al-Qaeda untuk Pertahankan Idlib
A A A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) disebut akan bekerjasama dengan al-Qaeda untuk mempertahankan Idlib dari serangan pasukan pemerintah Suriah. Hal itu disampaikan oleh Senator AS, Richard H. Black.

Senator asal Negara Bagian Virginia menuturkan, dia belum tahu apakah AS akan membantu pemberontak Suriah untuk mempertahankan Idlib. Jika akhirnya AS memutuskan membantu pemberontak, maka AS akan turut bekerjasama dengan al-Qaeda untuk melawan pemerintah Suriah.

"Anda tahu bahwa tentara Suriah telah merebut kembali hampir semua wilayah Suriah dan ada kantor kelompok radikal di Idlib. Orang-orang di Idlib hidup di bawah dominasi para militan yang ganas ini," ucap Black.

"Jika AS akan campur tangan di sisi para pemberontak di Idlib, kami akan berjuang bahu-membahu, bersama dengan al-Qaeda, kelompok yang sama yang menyerang Menara Kembar dan Pentagon pada 9/11,' sambungnya, seperti dilansir Sputnik pada Senin (10/9).

Black, sebelumnya menyatakan, terorisme telah menjadi kekuatan utama AS dalam konflik di Timur Tengah. Dia menyebut, hal ini sudah tertanam kuat dalam kebijakan luar negeri Washington.

Dia juga mengatakan AS tidak pernah ingin menghacurkan kelompok teroris di Timur Tengah, tapi justru memelihara mereka. Black menegaskan, hal ini dilakukan karena terorisme adalah senjata paling ampuh AS di kawasan Timur Tengah.

"Kami berbicara tentang perang melawan teror, tetapi kami tidak mengobarkan perang terhadap teror. Kami melancarkan perang di mana teror adalah senjata utama kami. Itu adalah perhatian utama saya dengan apa yang kami lakukan di Timur Tengah," ungkapnya.

Dirinya juga mengklaim dinas intelijen MI6 Inggris sedang merancang serangan senjata kimia di Suriah untuk dituduhkan terhadap rezim Presiden Bashar al-Assad. Menurut Black, serangan senjata kimia MI6 Inggris dirancang dengan target rakyat Suriah, yang kemudian dituduhkan kepada Assad.
(esn)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
Balas AS, Iran Ancam...
Balas AS, Iran Ancam Serang Habis-habisan Infrastruktur Regional
1 jam yang lalu
Trump Tuduh China Ikut...
Trump Tuduh China Ikut Campur Pemilu AS: Kompromi Data Terbesar dalam Sejarah!
1 jam yang lalu
China Investasikan Rp900...
China Investasikan Rp900 Triliun untuk Pelabuhan Afrika, Analis Soroti Risiko Utang
2 jam yang lalu
Ini 2 Kapal Induk dan...
Ini 2 Kapal Induk dan 22 Kapal Perang AS yang Blokade Iran
3 jam yang lalu
Media China Gambarkan...
Media China Gambarkan Orang Filipina sebagai Monyet, Manila Marah
4 jam yang lalu
Wapres AS JD Vance:...
Wapres AS JD Vance: Epstein Terhubung dengan Level Tertinggi CIA dan Mossad
4 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved