Senator AS: MI6 Inggris Sedang Rancang Serangan Kimia di Suriah

Senin, 10 September 2018 - 13:51 WIB
Senator AS: MI6 Inggris...
Senator AS: MI6 Inggris Sedang Rancang Serangan Kimia di Suriah
A A A
WASHINGTON - Senator Amerika Serikat (AS) Richard H. Black mengklaim dinas intelijen MI6 Inggris sedang merancang serangan senjata kimia di Suriah untuk dituduhkan terhadap rezim Presiden Bashar al-Assad. Klaim ini ditolak mentah-mentah oleh Departemen Luar Negeri AS.

Senator Black asal Negara Bagian Virginia baru-baru ini menemui Presiden Republik Arab Suriah Bashar al-Assad. Pertemuan ini tak wajar mengingat Washington selama ini berada di kubu yang sangat menentang rezim Assad.

Menurut Black, serangan senjata kimia MI6 Inggris dirancang dengan target rakyat Suriah, yang kemudian dituduhkan kepada Assad.

"Sekitar empat minggu yang lalu, kami tahu bahwa intelijen Inggris bekerja atas serangan kimia untuk menyalahkan pemerintah Suriah, untuk meminta pertanggungjawaban Suriah," kata Black kepada Al Mayadeen, kantor berita yang berbasis di Beirut, yang dilansir Washington Post, semalam (9/9/2018).

Black melanjutkan, MI6 tidak sendirian untuk menjalankan rencananya. Menurutnya, para pemberontak akan terlibat langsung, termasuk menyamar sebagai korban.

Beberapa serangan senjata kimia yang sebelumnya dilaporkan terjadi di Suriah, kata Black, adalah rancangan Inggris dengan bantuan kelompok sukarelawan responden pertama yang dikenal sebagai White Helmets.

"Dari apa yang saya dapat katakan, mereka telah merencanakan serangan palsu, bukan yang asli, tapi satu di mana mereka benar-benar memindahkan orang keluar dari kota dan mereka telah melatih orang untuk menggambarkan korban serangan gas," kata Black dalam sebuah wawancara dengan The Washington Post.

"Dan rencananya adalah menggunakan White Helmets yang selalu terlibat dalam penipuan terkenal ini, untuk menggambarkan serangan," imbuh senator tersebut.

Departemen Luar Negeri AS menolak mentah-mentah tuduhan Black, yang mereka sebut menggemakan tuduhan Rusia dan Assad. Sebelumnya Rusia dan rezim Suriah memang menuduh Inggris dan Amerika Serikat pernah melakukan serangan senjata kimia dengan bantuan White Helmets.

"Rezim Suriah telah berulang kali menggunakan senjata kimia," kata seorang pejabat Departemen Luar Negeri AS, yang membahas masalah ini dengan syarat anonim karena dia tidak berwenang bicara terbuka kepada media.

"Penyangkalan Rusia dan rezim (Assad) tidak memiliki kredibilitas, juga propaganda Rusia yang semakin ofensif dan memalukan yang menuduh AS dan Inggris merencanakan dan mengeksekusi serangan senjata kimia untuk membenarkan pembalasan di Suriah," lanjut pejabat itu dalam sebuah email.

"White Helmets adalah organisasi kemanusiaan yang telah menyelamatkan ribuan nyawa dan terus menanggapi bombardir oleh pasukan militer Rusia dan rezim (Assad)."

Kedutaan Besar Inggris di AS pada hari Minggu yang menyebut tuduhan Black tidak masuk akal.

"Sebelum Rusia memveto mandat Dewan Keamanan PBB, penyelidik internasional menemukan rezim Asad yang bertanggung jawab untuk menggunakan senjata kimia empat kali," bunyi pernyataan keduataan.

“Penggunaan senjata biadab oleh rezim Asad terhadap rakyat Suriah tidak dapat diragukan. Menuduh orang lain adalah propaganda Rusia dan rezim Asad," imbuh pernyataan kedutaan.
(mas)
Berita Terkait
Amerika Serikat Tuduh...
Amerika Serikat Tuduh Rusia Mengacau Kawasan Mediterania
Amerika Serikat Dituduh...
Amerika Serikat Dituduh sebagai Pencuri Minyak Suriah, Benarkah?
Rusia-AS Dilaporkan...
Rusia-AS Dilaporkan Mulai Patroli Bersama di Suriah
Rusia Sebut Tentara...
Rusia Sebut Tentara AS Coba Hadang Konvoi Militer Mereka di Suriah
Lavrov: Kehadiran Militer...
Lavrov: Kehadiran Militer AS di Suriah Persulit Upaya Rekonsiliasi
Rusia: AS Tolak Hadiri...
Rusia: AS Tolak Hadiri Pertemuan Bahas Situasi Suriah
Berita Terkini
Siapa Sultan Qaboos?...
Siapa Sultan Qaboos? Penguasa Oman yang Berkuasa 50 Tahun setelah Menggulingkan Ayahnya dalam Kudeta Istana
1 menit yang lalu
Denmark dan Greenland...
Denmark dan Greenland Bentuk Front Perlawanan untuk Melawan AS
56 menit yang lalu
Israel Serang Sekolah...
Israel Serang Sekolah di Gaza, 27 Orang Tewas
1 jam yang lalu
Demi Keamanan Nasional,...
Demi Keamanan Nasional, Staf Kedubes AS di China Dilarang Berkencan dengan Penduduk Lokal
2 jam yang lalu
Meski Bersitegang, AS...
Meski Bersitegang, AS Tidak Akan Tinggalkan NATO, Berikut 3 Alasannya
4 jam yang lalu
Taiwan Lawan Tekanan...
Taiwan Lawan Tekanan China di PBB, Tegaskan Status sebagai Negara Berdaulat
4 jam yang lalu
Infografis
10 Makanan Khas Lebaran...
10 Makanan Khas Lebaran di Indonesia selain Opor dan Ketupat
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved