Trump Mengaku Tidak Pernah Kepikiran untuk Habisi Assad

Kamis, 06 September 2018 - 09:12 WIB
Trump Mengaku Tidak...
Trump Mengaku Tidak Pernah Kepikiran untuk Habisi Assad
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, membantah bahwa ia pernah memerintahkan untuk membunuh Presiden Suriah Bashar al-Assad. Pernyataan ini muncul satu hari setelah dilaporkan dalam buku yang ditulis oleh Bob Woodward.

Dalam buku tersebut, jurnalis Watergate yang terkenal itu menyatakan Trump merekomendasikan langkah untuk menghabisi Assad kepada Menteri Pertahanan James Mattis.

"Tidak sama sekali. Buku itu fiksi," kata Trump kepada wartawan ketika ditanya tentang klaim itu.

"Tidak, itu tidak pernah dipikirkan, juga tidak akan direnungkan dan seharusnya tidak ditulis dalam buku itu," tambah Trump seperti dikutip dari The Hill, Kamis (6/9/2018).

Trump lantas mengecam buku Woodward tersebut berulang kali selama pertemuan dengan Emir Kuwait.

Kutipan pertama dari buku Woodward, "Fear: Trump in the White House," diterbitkan pada hari Selasa, dan melukis potret sebuah rumah putih yang penuh dengan pertempuran dan mengalami "gangguan saraf."

Woodward menulis bahwa pada April 2017, setelah serangan kimia terhadap warga sipil di Suriah, Trump mendesak Mattis bahwa AS harus membunuh Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Mattis dilaporkan pergi bersama dengan tuntutan presiden selama panggilan telepon, tetapi segera mengatakan kepada para pembantunya bahwa mereka akan mengambil pendekatan "jauh lebih terukur".

Mattis sendiri dalam pernyataannya pada Selasa malam membantah dia pernah mengatakan atau mendengar kutipan yang dikaitkan kepadanya dalam buku tersebut.

Komentar Trump tentang Assad datang ketika AS terus memantau ketegangan yang meningkat di provinsi Idilb, Suriah, yang merupakan benteng terbesar terakhir pemberontak.

Pemerintahan Trump pada hari Selasa memperingatkan Assad untuk tidak menggunakan senjata kimia pada warganya, beberapa jam setelah sekutu rezim, Rusia, menyerang provinsi Idlib.

Pesawat Rusia menghantam provinsi barat laut dengan sekitar 30 serangan udara pada Selasa pagi. Serangan itu disertai dengan tembakan artileri rezim Assad, menewaskan sedikitnya 17 warga sipil, termasuk lima anak-anak, The Wall Street Journal melaporkan.

Trump pada hari Rabu waktu setempat menyebutnya sebagai situasi yang sangat menyedihkan, dan memperingatkan mereka yang terlibat dalam konflik untuk bijaksana dan berhati-hati.

"Itu tidak boleh menjadi pembantaian," kata Trump, memperingatkan bahwa jika itu terjadi AS akan menjadi sangat marah.
(ian)
Berita Terkait
Apakah Donald Trump...
Apakah Donald Trump Mendukung Bashar Al Assad?
Donald Trump: Suriah...
Donald Trump: Suriah Kacau, Biarkan Saja, AS Jangan Terlibat!
Persidangan Pidana Donald...
Persidangan Pidana Donald Trump atas Tuduhan Pemalsuan Catatan Bisnis di New York
Pemerintahan Trump Pertimbangkan...
Pemerintahan Trump Pertimbangkan Penarikan Penuh Pasukan AS dari Suriah
AS Kirim Kendaraan Lapis...
AS Kirim Kendaraan Lapis Baja ke Suriah
Mampukah Serangan Balas...
Mampukah Serangan Balas Dendam Trump Melemahkan ISIS di Suriah?
Berita Terkini
30 Drone MQ-9 Reaper...
30 Drone MQ-9 Reaper AS Ditembak Jatuh oleh Militer Iran, Ini 4 Kelemahannya
1 jam yang lalu
Houthi Resmi Kobarkan...
Houthi Resmi Kobarkan Perang Melawan Arab Saudi, Ini Alasan Utamanya
1 jam yang lalu
6 Negara dengan Sistem...
6 Negara dengan Sistem Pelayanan Kesehatan Terbaik di Dunia, 3 Ada di Asia
3 jam yang lalu
Mantan Agen CIA Ini...
Mantan Agen CIA Ini Minta AS Akui Iran sebagai Kekuatan Regional Utama, Berikut 3 Alasannya
5 jam yang lalu
Tugas Berat PM Inggris...
Tugas Berat PM Inggris Baru, Memutuskan Apa yang Terjadi jika Ada Perang Nuklir
9 jam yang lalu
Warga Yordania Bantu...
Warga Yordania Bantu Iran Menarget Pangkalan Militer AS
9 jam yang lalu
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved