Jumat, Dewan Keamanan PBB Bahas Krisis di Idlib
Rabu, 05 September 2018 - 10:00 WIB
Jumat, Dewan Keamanan PBB Bahas Krisis di Idlib
A
A
A
NEW YORK - Dewan Keamanan (DK) PBB akan mengadakan pertemuan pada hari Jumat mendatang terkait situasi di provinsi Idlib, Suriah. Hal itu dikatan Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk PBB, Nikki Haley.
Dalam kesempatan itu, Haley memperingatkan pemerintah Suriah untuk tidak menggunakan senjata kimia menjelang operasi militer yang luas di sana.
"Ini adalah situasi yang tragis, dan jika mereka ingin terus melanjutkan mengambil alih Suriah, mereka bisa melakukan itu," kata Haley pada konferensi pers, mengacu pada pemerintah Presiden Suriah Bashar al-Assad serta sekutunya, Rusia dan Iran.
“Tetapi mereka tidak bisa melakukannya dengan senjata kimia. Mereka tidak bisa melakukan itu menyerang orang-orang mereka dan kami tidak akan tertipu,” tambahnya seperti dikutip dari Reuters, Rabu (5/9/2018).
Pengawas senjata kimia dunia telah mendokumentasikan penggunaan sistematis amunisi terlarang dalam perang sipil Suriah, termasuk gas saraf sarin dan gas mustard sulfur. Namun badan itu, Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW), tidak ditugaskan untuk menyebut pihak yang patut disalahkan atas serangan itu.
"Jika ada senjata kimia yang digunakan, kami tahu persis siapa yang akan menggunakannya," tegas Haley.
Observatorium untuk HAM Suriah (SOHR) dan sumber pemberontak mengatakan serangan udara pesawat Rusia dan Suriah menghantam daerah di tepi barat Idlib, benteng pertahanan besar terakhir kelompok pemberontak. Seorang menteri pemerintah Suriah juga mengatakan pengepungan Idlib mungkin akan diselesaikan dengan paksaan.
Dalam kesempatan itu, Haley memperingatkan pemerintah Suriah untuk tidak menggunakan senjata kimia menjelang operasi militer yang luas di sana.
"Ini adalah situasi yang tragis, dan jika mereka ingin terus melanjutkan mengambil alih Suriah, mereka bisa melakukan itu," kata Haley pada konferensi pers, mengacu pada pemerintah Presiden Suriah Bashar al-Assad serta sekutunya, Rusia dan Iran.
“Tetapi mereka tidak bisa melakukannya dengan senjata kimia. Mereka tidak bisa melakukan itu menyerang orang-orang mereka dan kami tidak akan tertipu,” tambahnya seperti dikutip dari Reuters, Rabu (5/9/2018).
Pengawas senjata kimia dunia telah mendokumentasikan penggunaan sistematis amunisi terlarang dalam perang sipil Suriah, termasuk gas saraf sarin dan gas mustard sulfur. Namun badan itu, Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW), tidak ditugaskan untuk menyebut pihak yang patut disalahkan atas serangan itu.
"Jika ada senjata kimia yang digunakan, kami tahu persis siapa yang akan menggunakannya," tegas Haley.
Observatorium untuk HAM Suriah (SOHR) dan sumber pemberontak mengatakan serangan udara pesawat Rusia dan Suriah menghantam daerah di tepi barat Idlib, benteng pertahanan besar terakhir kelompok pemberontak. Seorang menteri pemerintah Suriah juga mengatakan pengepungan Idlib mungkin akan diselesaikan dengan paksaan.
(ian)