Dubes AS: Perdagangan Manusia Masalah HAM Paling Parah

Selasa, 04 September 2018 - 23:05 WIB
Dubes AS: Perdagangan...
Dubes AS: Perdagangan Manusia Masalah HAM Paling Parah
A A A
JAKARTA - Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia, Joseph Donovan Jr menuturkan, masalah perdagangan manusia adalah permasalahan HAM paling genting saat ini. Dia menilai, dibutuhkan tindakan yang kuat, baik secara hukum ataupun politik dari seluruh negara, termasuk Indonesia untuk mengatasi hal ini.

Berbicara saat menggelar resepsi penganugerahan penghargaan "Trafficking In Person Heroes" kepada Maizidah Salas, di kediamannya di bilangan Menteng, Jakarta Pusat, Donovan menuturkan, saat ini AS melakukan kerjasama dengan Indonesia untuk memberangus perdagangan manusia di sektor perikanan.

"Perdagangan orang adalah salah satu permasalah HAM yang paling mendesak saat ini dan juga merupakan prioritas teratas kebijakan luar negeri AS. Saat ini kami memiliki program untuk meningkatkan perlindungan bagi korban perdagangan orang di Indonesia dan memerangi perdagangan orang di industri perikanan," ucap Donovan.

"Perdagangan orang adalah permasalah yang tidak hanya membutuhkan langkah kerja hukum, tapi juga untuk melindungi korban dan menangkap para pelaku. Namun, juga dibutuhkan kebijakan politik untuk menegakan UU perdagangan orang dalam rangka melindungi kelompok lemah dan rentan di masyarakat kita," sambungnya.

Dia kemudian menuturkan, laporan mengenai perdagangan manusia yang dirilis oleh pihaknya menyoroti pentingnya peran serta masyarakat dan pemerintahan untuk mengatasi perdagangan manusia.

"Laporan perdagangan manusia pada tahun ini menyoroti pentingnya kerja masyarakat setempat untuk menghentikan perdagangan manusia dan memberikan bantuan kepada para korban perdagangan manusia. Laporan ini juga menyoroti cara-cara yang digunakan oleh pemerintah dalam mengatasi peragadangan manusia, dalam semangat ini laporan tahun perdagangan manusia menunjukan komitmen kami dalam memberantas perdagangan manusia di seluruh dunia, termasuk juga di AS," tukasnya.
(esn)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
Iran Merudal Kuwait...
Iran Merudal Kuwait dan Bahrain, Balas Pengeboman AS di Pulau Qeshm
33 menit yang lalu
Iran Tolak Gagasan Donald...
Iran Tolak Gagasan Donald Trump Bertemu Mojtaba Khamenei
1 jam yang lalu
Permusuhan Memanas,...
Permusuhan Memanas, AS Bombardir Lagi Pulau Qeshm Iran
1 jam yang lalu
PM Inggris: Rusia Akan...
PM Inggris: Rusia Akan Serang NATO 4 Tahun Lagi
1 jam yang lalu
Penasihat Militer Mojtaba...
Penasihat Militer Mojtaba Khamenei: Iran Siap Ubah Israel Jadi Neraka Jika Beirut Diinvasi
2 jam yang lalu
Negara Mayoritas Islam...
Negara Mayoritas Islam Ini Sangkal Jadi Markas Pasukan Elite Israel untuk Perang Melawan Iran
2 jam yang lalu
Infografis
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved