Sebanyak 400 Orang Tahanan Lari dari Penjara Tripoli

Selasa, 04 September 2018 - 10:28 WIB
Sebanyak 400 Orang Tahanan...
Sebanyak 400 Orang Tahanan Lari dari Penjara Tripoli
A A A
TRIPOLI - Sebanyak 400 tahanan melarikan diri dari satu penjara di ibu kota Libya, Tri poli, Minggu (2/9) saat terjadi baku tembak antara dua kelompok bersenjata di dekat gedung penjara.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) meminta semua pihak yang bertikai segera bertemu untuk menyelesaikan konflik bersenjata. “Para tahanan pun membuka paksa pintu-pintu di penjara Ain Zara dan para penjaga tak dapat menghentikan mereka,” ungkap sumber pejabat Libya, dikutip kantor berita Reuters.

Penjara itu terletak di selatan Tripoli, lokasi yang mengalami pertikaian bersenjata selama sepekan antara dua kelompok. Secara terpisah, satu rudal jatuh di kamp al-Fallah yang dihuni para pengungsi Tawergha pada Minggu (2/9), menewaskan dua orang, dan melukai tujuh orang lainnya, termasuk dua anak.

Komunitas Tawergha terpaksa mengungsi dari permukiman mereka di dekat Kota Misrata saat pasukan yang didukung NATO menggulingkan Muammar Gaddafi pada 2011. Kini komunitas Tawergha itu dilarang kembali ke tempat asalnya dan tinggal di kamp pengungsian.

Aktivis Emad Ergeha yang juga berasal dari komunitas Tawergha mengunggah video pertempuran yang terjadi dan menunjukkan kerusakan parah di kamp tersebut. Satu roket juga mengenai Hotel Wad dan di pusat Tripoli, dekat Kedutaan Besar (Kedubes) Italia pada Sabtu (1/9).

Tiga orang terluka akibat serangan itu. Perusahaan minyak negara NOC mengonfirmasi salah satu depot solar yang digunakan untuk menyuplai pembangkit listrik telah terkena roket pada Sabtu (1/9).

Pertempuran sengit juga terjadi pekan lalu antara Brigade Ketujuh atau Kaniyat dari Tarhouna, 65 km tenggara Tripoli, melawan Brigade Revolusioner Tripoli (TRB) dan Nawasi, dua kelompok bersenjata terbesar di ibu kota.

Pemerintahan di Tripoli yang didukung PBB mendeklarasikan keadaan darurat di ibu kota karena situasi yang terjadi. Meskipun pemerintahan berjalan normal, mereka tidak dapat mengontrol ibu kota karena berbagai kelompok bersenjata bergabung untuk mengelola secara otonom, didorong oleh motif uang dan kekuasaan.

Untuk mengakhiri konflik bersenjata itu, misi PBB di Libya meminta semua pihak bertemu segera untuk membahas kondisi keamanan.
(don)
Berita Terkait
Delapan Kuburan Massal...
Delapan Kuburan Massal Ditemukan di Libya, PBB Serukan Penyelidikan
Satelit Rekam Badai...
Satelit Rekam Badai Mediterania yang Langka Penyebab Banjir Libya
Melonjak Tajam, Korban...
Melonjak Tajam, Korban Tewas Banjir Libya Tembus 11.300 Jiwa
6 Fakta Banjir Mengerikan...
6 Fakta Banjir Mengerikan Libya: 6.000 Orang Tewas, Mayat-mayat Berserakan
Mengapa Bencana Banjir...
Mengapa Bencana Banjir di Libya seperti Tsunami?
Ahli Sebut Intervensi...
Ahli Sebut Intervensi NATO ke Libya Penyebab Banjir Bandang
Berita Terkini
Israel Ingin Bangun...
Israel Ingin Bangun Kekuatan Militer di Gaza, Hamas: Zionis Ingin Pecah Belah Rakyat Palestina
1 jam yang lalu
Turki Jadi Bagian Penting...
Turki Jadi Bagian Penting Arsitektur Keamanan NATO di Masa Depan
2 jam yang lalu
10 Pemakaman Pemimpin...
10 Pemakaman Pemimpin Dunia yang Dihadiri Jutaan Rakyat, Rekor Khomeini Belum Terpecahkan
3 jam yang lalu
Jerman Tuding China...
Jerman Tuding China Latih Pasukan Rusia, Beijing: Kita Tidak Memihak
4 jam yang lalu
4 Alasan Wapres Filipina...
4 Alasan Wapres Filipina Sara Duterte Terancam Dimakzulkan, Konflik dengan Presiden hingga Terjerat Skandal Korupsi
5 jam yang lalu
Menhan Israel Ancam...
Menhan Israel Ancam Bunuh Para Pemimpin Iran Pengganti Khamenei
6 jam yang lalu
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved